JAKARTA — IHSG Ditutup Melonjak 5.650 Setelah Hari Pertama Diterpa Badai Corona
Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan geliat positif yang mengejutkan pada penutupan perdagangan Rabu (4/3/2020). Indeks Harga Saham Gabung
Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan geliat positif yang mengejutkan pada penutupan perdagangan Rabu (4/3/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat signifikan ke level 5.650, menandai reli teknikal yang kuat hanya berselang satu hari setelah pengumuman resmi kasus pertama virus corona (COVID-19) di Indonesia. Penguatan ini menjadi sinyal awal bahwa pelaku pasar mulai melakukan aksi borong saham murah setelah sebelumnya indeks tertekan dalam akibat kepanikan massal.
Kronologi Pasar: Dari Kepanikan Menuju Reli Teknikal
Rangkaian peristiwa yang mewarnai pergerakan IHSG dalam dua hari perdagangan tersebut menunjukkan dinamika psikologi pasar yang khas saat terjadi krisis kesehatan global. Berikut adalah urutan kejadian yang membentuk tren penguatan indeks:- Senin (2/3/2020) – Pengumuman Kasus Pertama: Presiden Joko Widodo mengonfirmasi dua warga negara Indonesia positif terinfeksi virus corona. Kabar ini segera memicu aksi jual panik di pasar modal karena Indonesia resmi masuk dalam peta persebaran pandemi.
- Selasa (3/3/2020) – Tekanan Awal dan Technical Rebound: Pada awal sesi, IHSG sempat melanjutkan pelemahan akibat sentimen negatif dari hari sebelumnya. Namun, memasuki sesi kedua, indeks berbalik arah dan mulai mencatatkan penguatan terbatas seiring dengan aksi akumulasi dari investor institusional yang melihat valuasi saham sudah berada di level oversold.
- Rabu (4/3/2020) – Puncak Reli Dua Hari: IHSG mengakhiri perdagangan dengan penguatan signifikan ke level 5.650. Data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing mulai mengurangi tekanan jual dan beralih ke posisi beli selektif pada saham-saham blue chip yang sebelumnya terdiskon dalam.
Comments (0)