Jafar/Felisha Menang Telak atas Wakil Korea, Enggan Cepat Puas

Skor akhir 21-13, 21-11 menjadi bukti nyata keperkasaan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, yang hanya membutuhkan 34 menit untuk mendepak wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon...

Aug 10, 2026 - 14:25
0 0
Jafar/Felisha Menang Telak atas Wakil Korea, Enggan Cepat Puas

Skor akhir 21-13, 21-11 menjadi bukti nyata keperkasaan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, yang hanya membutuhkan 34 menit untuk mendepak wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, pada babak 32 besar Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Kemenangan straight games ini mengantar tuan rumah melaju ke babak 16 besar dengan modal kepercayaan diri yang menjulang.

Tampil di hadapan publik sendiri, Jafar/Felisha tidak memberi ruang sedikit pun bagi lawannya untuk bernapas. Duet Indonesia ini langsung mengambil inisiatif serangan sejak reli pembuka, memaksa Kim/Jang bermain bertahan dan terus tertekan di sepanjang pertandingan. Gemuruh suporter Istora menjadi energi tambahan yang membuat performa keduanya kian menyala.

Dominasi Mutlak Sejak Gim Pertama

Jafar/Felisha membuka laga dengan tempo tinggi. Pola serangan mereka terlihat sangat terstruktur — Felisha mengendalikan area depan dengan netting silang yang rapat, sementara Jafar menjadi algojo dari belakang lapangan lewat smash menyilang yang berkali-kali menembus pertahanan Korea. Pasangan Merah Putih unggul meyakinkan 11-6 pada interval gim pertama.

Selepas jeda, Kim/Jang mencoba memperlambat ritme dengan bola-bola panjang, tetapi strategi itu justru menjadi bumerang. Jafar/Felisha mencetak enam poin beruntun di fase akhir gim untuk menutup gim pertama 21-13 dalam waktu 17 menit. Rotasi posisi keduanya berjalan nyaris sempurna, tanpa celah berarti di sektor tengah lapangan.

Gim Kedua: Statistik yang Bercerita

Memasuki gim kedua, kubu Korea mengubah pendekatan dengan menyerang sisi backhand Jafar dan mempercepat tempo drive datar. Sempat terjadi kejar-kejaran angka hingga 4-4, namun setelah itu Jafar/Felisha lepas kendali. Mereka melesat ke interval dengan keunggulan 11-4 berkat kombinasi servis flick Felisha yang mengecoh dan agresivitas Jafar di bola tanggung.

Angka-angka pertandingan menggambarkan kesenjangan kualitas di atas karpet. Jafar/Felisha membukukan 14 smash winner berbanding 7 milik lawan, sementara catatan unforced error mereka jauh lebih rapi, 8 berbanding 15. Reli terpanjang tercatat mencapai 38 pukulan — dan dimenangkan pasangan Indonesia lewat drop shot tipis Felisha yang membuat Jang Ha Jeong terjatuh saat berusaha menjangkau kok. Gim kedua akhirnya disegel 21-11, juga dalam durasi 17 menit.

Ini merupakan kemenangan meyakinkan kesekian kalinya Jafar/Felisha musim ini, sekaligus memperlihatkan kematangan komunikasi keduanya di momen-momen krusial. Hanya ada sedikit miskomunikasi di awal gim kedua, dan itu langsung diperbaiki tanpa harus menunggu instruksi dari bangku pelatih.

Enggan Cepat Puas, Bidik Babak 16 Besar

Meski menang telak, kedua pemain menolak larut dalam euforia. Bagi mereka, laga ini hanyalah anak tangga pertama dari target yang jauh lebih besar di turnamen Super 1000 ini.

'Kami bersyukur bisa menang dengan cara seperti ini di depan penonton sendiri, tapi perjalanan masih panjang. Ini baru babak awal, lawan-lawan berikutnya pasti lebih berat. Kami harus langsung fokus untuk pertandingan selanjutnya,' ujar Felisha seusai laga.

Senada dengan pasangannya, Jafar menegaskan masih ada sektor yang perlu dievaluasi, terutama konsistensi di lima poin pembuka setiap gim. Ia menyebut tim pelatih sudah menyiapkan program pemulihan singkat agar kondisi fisik tetap prima menghadapi jadwal padat turnamen.

Jafar/Felisha selanjutnya akan kembali beraksi pada Kamis di babak 16 besar, masih di panggung Istora Senayan. Dengan dukungan penuh publik tuan rumah dan momentum kemenangan straight games, pasangan ini punya bekal lebih dari cukup untuk terus bermimpi menembus podium. Satu hal yang pasti: mereka datang ke Indonesia Open 2026 bukan sekadar untuk jadi penghias draw, melainkan penantang serius gelar juara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User