Jafar/Felisha Lolos 16 Besar Usai Tekuk Wakil Korea di Istora

Skor akhir 21-16, 21-14 dalam tempo 38 menit. Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, membuka laga hari kedua Indonesia Open 2026 dengan kemenangan telak atas wakil Kor...

Aug 08, 2026 - 07:13
0 0
Jafar/Felisha Lolos 16 Besar Usai Tekuk Wakil Korea di Istora

Skor akhir 21-16, 21-14 dalam tempo 38 menit. Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, membuka laga hari kedua Indonesia Open 2026 dengan kemenangan telak atas wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, di babak 32 besar Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Ribuan penonton yang memenuhi tribun menyaksikan bagaimana Jafar/Felisha menampilkan performa tanpa ampun sejak wasit membunyikan peluit pertama.

Pada menit ke-8 set pertama, Jafar melepaskan smash tajam dari belakang court yang tak mampu dikembalikan Kim Jae Hyeon, membawa skor menjadi 6-3. Momen itu menjadi pertanda bahwa pasangan Indonesia hari ini datang dengan misi jelas: menguasai tempo, menekan di net, dan meminimalisir unforced error. Felisha tampil gemilang di depan net dengan koleksi 11 net winner, sementara Jafar mencatatkan 14 smash winner yang hampir semuanya mendarat di garis belakang lawan.

Dominasi Dua Set Tanpa Deuce

Set pertama berjalan dengan ritme cepat. Jafar/Felisha memimpin 11-7 saat interval, berkat rotasi formasi serangan yang cepat antara posisi side-by-side dan front-back. Pasangan Korea sempat memperkecil jarak menjadi 15-13 di menit ke-22, namun kesalahan servis dan return yang terlalu tinggi dari Jang Ha Jeong membuat momentum kembali ke tangan Indonesia. Tiga poin berturut-turut ditutup dengan kombinasi drive dari Felisha dan smash crosscourt Jafar, membawa skor akhir set pertama 21-16.

Masuk ke set kedua, Kim/Jang mencoba mengubah strategi dengan lebih sering memainkan clear panjang untuk menarik Jafar ke belakang. Namun, penguasaan permainan Jafar/Felisha di area tengah court membuat setiap upaya lawan terbaca. Di menit ke-31, rally terpanjang pertandingan terjadi dengan 47 pukulan, berakhir dengan drop shot mematikan Felisha yang jatuh di dekat net. Skor menjadi 16-11 dan sekaligus mematahkan semangat lawan. Dua match point diselamatkan Jafar/Felisha, laga ditutup dengan error return servis dari Kim Jae Hyeon. Skor akhir 21-14 mengantarkan pasangan kebanggaan tuan rumah melaju ke babak 16 besar.

Taktik Rotasi dan Kontrol Net

Dari sisi data, dominasi Jafar/Felisha tercermin jelas pada statistik pukulan. Total 28 winner berhasil dicatatkan pasangan Indonesia, dibandingkan hanya 19 dari pasangan Korea. Di sektor defense, Jafar mencatatkan 8 block yang sukses menghentikan serangan cepat Kim Jae Hyeon. Formasi pertahanan yang mereka bangun sangat solid; setiap kali salah satu pemain melakukan lift, rotasi ke posisi bertahan berjalan cepat tanpa celah.

Felisha menjadi kunci di depan net. Bukan hanya soal kecepatan, tetapi penempatan bola yang presisi. Enam kali ia berhasil melakukan net kill dari posisi yang tampak mustahil, memaksa Jang Ha Jeong mengangkat shuttlecock terlalu tinggi dan memberikan kesempatan smash kepada Jafar. Di sisi lain, Kim Jae Hyeon yang dikenal dengan servis rendahnya justru kehilangan ritme, mencatatkan 4 service fault sepanjang pertandingan. Statistik unforced error juga memihak pada Indonesia dengan angka 18 berbanding 23, menunjukkan konsistensi lebih tinggi dari pasangan tuan rumah.

"Kami tidak ingin cepat puas meski menang telak hari ini. Istora memberikan energi luar biasa, tapi turnamen ini baru dimulai. Fokus kami adalah memperbaiki setiap detail kecil, terutama transisi dari defense ke attack," ucap pelatih ganda campuran Indonesia usai pertandingan.

Fokus ke Babak 16 Besar

Kemenangan ini memastikan Jafar/Felisha melaju ke babak 16 besar Indonesia Open 2026. Dengan performa seperti ini, mereka mengirimkan sinyal bahwa status unggulan atau tuan rumah bukan sekadar label, melainkan ancaman nyata bagi setiap lawan. Meski demikian, seperti yang disampaikan tim pelatih, satu kemenangan di babak pembuka tidak menjamin apa pun di turnamen super 1000 yang diikuti oleh para pemain elit dunia.

Tantangan berikutnya akan semakin berat. Jafar/Felisha dijadwalkan kembali bertanding di Istora dalam dua hari mendatang, memberikan waktu cukup untuk pemulihan dan analisis video. Jika mampu mempertahankan intensitas smash, ketajaman di net, serta kontrol emosi seperti yang ditampilkan hari ini, bukan tidak mungkin nama mereka akan terus berderap menuju perempat final. Bagi para penonton yang memadati Istora Senayan, ini baru permulaan. Aksi Jafar/Felisha layak disaksikan lebih jauh, setelah hari ini mereka membuktikan bahwa kemenangan telak atas wakil Korea hanyalah langkah pertama dari ambisi besar mereka di Indonesia Open 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User