Inter Miami Taklukkan Monterrey, De Paul Angkat Jersey Nomor 10 Messi
Skor akhir 2-1 untuk Inter Miami atas Monterrey pada laga Piala Liga di Chase Stadium, Minggu (9/8) pagi WIB, tetapi angka di papan skor hanya menceritakan separuh kisah. Momen paling membekas datang ...
Skor akhir 2-1 untuk Inter Miami atas Monterrey pada laga Piala Liga di Chase Stadium, Minggu (9/8) pagi WIB, tetapi angka di papan skor hanya menceritakan separuh kisah. Momen paling membekas datang menit ke-23: Rodrigo De Paul menuntaskan umpan Luis Suárez menjadi gol, lalu berlari ke tepi lapangan sambil mengangkat tinggi-tinggi jersey nomor 10 milik Lionel Messi. Sang kapten absen karena cedera, namun kehadirannya terasa di setiap sudut stadion malam itu.
Messi dicoret dari daftar susunan pemain menyusul masalah otot yang ia alami pada pertandingan sebelumnya, dan staf medis klub memilih tidak mengambil risiko apa pun. Pelatih Javier Mascherano merespons dengan memasang formasi 4-3-3: Oscar Ustari di bawah mistar; Ian Fray, Maximiliano Falcón, Gonzalo Luján, dan Jordi Alba di lini belakang; Sergio Busquets, Rodrigo De Paul, serta Yannick Bright di lini tengah; trisula depan diisi Tadeo Allende, Luis Suárez, dan Telasco Segovia. Tanpa sang bintang, beban kreativitas berpindah ke bahu Busquets dan De Paul.
Babak Pertama: Tepuk Tangan Menit ke-10, Gol Menit ke-23
Penghormatan untuk Messi dimulai jauh sebelum gol tercipta. Memasuki menit ke-10, seluruh penonton Chase Stadium berdiri serempak dan bertepuk tangan selama hampir satu menit penuh — simbol untuk nomor punggung sang kapten. Spanduk bertuliskan angka 10 terbentang di beberapa titik tribun, sementara kamera televisi berkali-kali menyorot kursi kosong di bangku cadangan tempat Messi biasa duduk.
Lalu datanglah momen itu. Menit ke-23, Busquets mengirim umpan vertikal membelah garis tengah Monterrey, Suárez meneruskannya dengan satu sentuhan cerdik ke jalur lari De Paul di sisi kanan kotak penalti. Gelandang Argentina itu melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh tanpa bisa dijangkau kiper — 1-0. De Paul langsung berlari ke arah bangku cadangan, mengambil jersey nomor 10, dan membentangkannya ke arah tribun. Rekan setimnya berdatangan, dan selebrasi itu berubah menjadi pernyataan: kemenangan ini diperjuangkan untuk Messi.
Monterrey tidak tinggal diam. Wakil Meksiko itu meningkatkan intensitas pressing dan memaksa lini belakang Miami bekerja keras. Menit ke-41, Sergio Canales menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang menyusul sepak pojok. Babak pertama ditutup dengan penguasaan bola 58 persen untuk Miami, tetapi skor imbang membuat segalanya masih terbuka lebar.
Babak Kedua: Drama VAR dan Ketenangan Suárez
Interval kedua berjalan alot hingga wasit dipanggil ke layar monitor pada menit ke-64. Tinjauan VAR memastikan adanya handball pemain belakang Monterrey di kotak terlarang, dan penalti diberikan kepada tuan rumah. Menit ke-68, Suárez maju sebagai eksekutor dan mengecoh kiper dengan tembakan ke sisi kiri — 2-1 untuk Inter Miami. Itu adalah keterlibatan kedua Suárez pada gol malam ini setelah mencatatkan assist untuk De Paul di babak pertama.
Monterrey merespons dengan menumpuk pemain di depan pada 20 menit akhir. Ustari dipaksa melakukan penyelamatan krusial menit ke-83 saat menepis sundulan jarak dekat, sementara Busquets menerima kartu kuning menit ke-74 karena pelanggaran taktis di tengah lapangan. Statistik akhir mencatat penguasaan bola 57 berbanding 43 persen, shots on target 6 berbanding 3, dan total tembakan 14 melawan 8 — angka yang menggarisbawahi efisiensi Miami alih-alih dominasi mutlak.
Selebrasi untuk Sang Kapten
Seusai laga, De Paul menegaskan bahwa selebrasinya bukan keputusan spontan semata. "Kami semua tahu apa arti Leo bagi tim ini. Gol itu untuknya, dan kami ingin dia tahu bahwa tim berjuang untuknya malam ini," ujarnya. Mascherano dalam konferensi pers memuji gestur sang gelandang: "Rodrigo menunjukkan sesuatu yang tidak bisa dilatih — rasa memiliki. Leo mungkin tidak ada di lapangan, tetapi dia ada di kepala dan hati setiap pemain."
Kemenangan ini memperkokoh posisi Inter Miami di papan klasemen Piala Liga dan menjaga peluang mereka melaju ke fase gugur. Yang lebih penting bagi Mascherano, timnya membuktikan bisa menang tanpa Messi — sesuatu yang kerap dipertanyakan sepanjang musim. Kini seluruh perhatian tertuju pada ruang perawatan: seberapa cepat nomor 10 itu bisa kembali merumput. Hingga saat itu tiba, jersey yang diangkat De Paul akan tetap menjadi gambaran malam ketika sebuah tim bermain untuk kaptennya.
Comments (0)