Inggris ke Final Piala Dunia 2026: Spence Menangkan Duel Lawan Simeone

Skor akhir: Inggris 2-1 Argentina! The Three Lions melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah memenangi semifinal penuh drama di Dallas Stadium, Kamis (16/7/2026). Gol penentu Harry Kane menit ke-78 men...

Aug 10, 2026 - 08:07
0 0
Inggris ke Final Piala Dunia 2026: Spence Menangkan Duel Lawan Simeone

Skor akhir: Inggris 2-1 Argentina! The Three Lions melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah memenangi semifinal penuh drama di Dallas Stadium, Kamis (16/7/2026). Gol penentu Harry Kane menit ke-78 menjadi pembeda, namun cerita besar laga ini tertulis di koridor kiri pertahanan Inggris — duel panas Djed Spence melawan Giuliano Simeone yang berlangsung sengit sepanjang 90 menit.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan starting XI terbaiknya: Jordan Pickford di bawah mistar; Trent Alexander-Arnold, John Stones, Marc Guéhi, dan Djed Spence di lini belakang; Declan Rice dan Kobbie Mainoo sebagai double pivot; trio Bukayo Saka, Jude Bellingham, dan Phil Foden menopang Harry Kane di ujung tombak. Di kubu lawan, Lionel Scaloni memakai skema 4-3-3: Emiliano Martínez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolás Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Giuliano Simeone.

Babak Pertama: Saka Buka Skor, Álvarez Menjawab

Menit ke-15, Kane sebenarnya sudah merobek jala Argentina, tetapi hakim garis mengangkat bendera — offside. Gol dianulir, namun itu peringatan nyata. Menit ke-23, Inggris benar-benar membuka skor! Bellingham membelah pertahanan Albiceleste dengan umpan terobosan brilian, Saka melepaskan diri dari kawalan Tagliafico dan melepaskan tendangan mendatar ke sudut jauh yang tak mampu dijangkau Emiliano Martínez. 1-0 untuk Inggris, assist dicatatkan Bellingham.

Argentina merespons lewat penguasaan bola. Messi mulai turun ke tengah mengatur tempo, dan tekanan berkelanjutan membuahkan hasil menit ke-41. Umpan silang melengkung Messi dari sisi kanan disambut sundulan keras Julián Álvarez yang menaklukkan Pickford. Skor 1-1 bertahan hingga jeda, dengan Argentina mencatatkan penguasaan bola 61 persen di 45 menit pertama.

Duel Spence Vs Simeone: Pertarungan Sengit di Koridor Kiri

Inilah pertarungan yang paling menyita perhatian. Spence, dipercaya Tuchel mengisi pos bek kiri, menghadapi Simeone yang tak henti melakukan pergerakan eksplosif. Menit ke-34, sang penyerang nyaris lepas setelah memenangi duel fisik, tetapi Spence mengejar dan melakukan tekel bersih tepat di garis kotak penalti. Wasit sempat meninjau insiden itu lewat VAR atas protes bench Argentina — keputusan akhir: bukan pelanggaran.

Data memperlihatkan betapa dominannya Spence dalam duel ini: 7 tekel sukses, 5 kemenangan duel darat, dan 3 intersep sepanjang laga. Simeone hanya mampu melepaskan satu shots on target dan akhirnya ditarik keluar menit ke-72, digantikan Alejandro Garnacho. Frustrasi sang penyerang muda terlihat jelas ketika ia menerima kartu kuning menit ke-55 setelah melanggar Spence dari belakang.

Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Penentu Kane

Menit ke-63, drama! Álvarez jatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Stones. Wasit menunjuk titik putih, tetapi setelah tinjauan VAR selama dua menit, keputusan dianulir — Stones menyentuh bola lebih dulu. Seisi stadion bergemuruh; Scaloni tak bisa menyembunyikan kekecewaannya di tepi lapangan.

Dan kemudian momen itu tiba. Menit ke-78, Spence — sosok yang sepanjang laga sibuk bertahan — melakukan overlap di sisi kiri, menerima umpan dari Foden, lalu mengirim crossing akurat ke tiang jauh. Kane menanduk bola melewati jangkauan Emiliano Martínez. 2-1! Gol ketiga Kane di turnamen ini, assist untuk Spence — penutup sempurna performa istimewa sang bek.

Argentina menggempur habis di sisa waktu. Menit ke-88, tendangan voli Garnacho masih mampu ditepis Pickford dengan penyelamatan kelas dunia. Hingga peluit panjang, statistik mencatat penguasaan bola 58-42 persen untuk Argentina, tetapi Inggris unggul shots on target 6 berbanding 4. Efisiensi, bukan dominasi, yang mengantar The Three Lions ke final.

"Djed luar biasa malam ini. Ia tidak hanya mematikan salah satu penyerang paling berbahaya di turnamen ini, tetapi juga menciptakan assist untuk gol penentu. Inilah sepak bola tim — semua orang bertahan, semua orang menyerang," ujar Tuchel seusai laga.
"Kami menguasai bola, kami menciptakan peluang, tetapi sepak bola kadang kejam. Kepala saya tetap tegak untuk para pemain," kata Scaloni.

Inggris kini menanti pemenang semifinal lainnya untuk partai puncak. Dengan pertahanan solid, Pickford yang tampil heroik, dan Kane yang terus mencetak gol, mimpi membawa pulang trofi untuk pertama kalinya sejak 1966 semakin nyata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User