Infantino Pamer Trofi, Piala Dunia 2026 Kuasai Panggung Washington

WASHINGTON DC — Trofi Piala Dunia berdiri tegak di atas meja, memantulkan cahaya lampu ruang konferensi. Di sisinya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengambil posisi sebagai pembicara utama pada pert...

Oct 10, 2026 - 19:44
0 0
Infantino Pamer Trofi, Piala Dunia 2026 Kuasai Panggung Washington

WASHINGTON DC — Trofi Piala Dunia berdiri tegak di atas meja, memantulkan cahaya lampu ruang konferensi. Di sisinya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengambil posisi sebagai pembicara utama pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota Amerika Serikat, Kamis, 29 Januari 2026. Momen itu menjadi semacam kick-off resmi bagi kota-kota tuan rumah yang akan menjadi arena pertandingan akbar edisi 2026.

Bukan sekadar seremoni. Dalam pidatonya, Infantino menjadikan trofi tersebut sebagai simbol konkret dari janji ekonomi yang akan datang menghampiri kota-kota penyelenggara. Ia menyoroti potensi dampak finansial dan sosial bagi komunitas lokal, mulai dari lapangan kerja hingga infrastruktur yang akan tetap terpakai setelah peluit akhir dibunyikan.

Panggung Besar Menuju 48 Tim

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 tim, naik dari 32 peserta pada edisi-edisi sebelumnya. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berbagi peran sebagai tuan rumah bersama — sebuah konstruksi yang belum pernah terjadi dalam skala tiga negara. Jika dihitung dengan cermat, total pertandingan akan menyentuh angka 104 laga, tersebar di belasan kota dari Vancouver hingga Mexico City, dari Toronto hingga Miami.

Artinya, beban penyelenggaraan tidak lagi bertumpu pada dua atau tiga kota utama. Setiap kota tuan rumah akan mendapat jatah pertandingan, lengkap dengan konsekuensi logistik: transportasi massal, kapasitas hotel, hingga pengamanan skala internasional. Infantino dalam pidatonya menekankan bahwa manfaat turnamen tidak boleh hanya mengalir ke kota-kota besar.

"Kota-kota Anda akan menjadi panggung dunia," ujar Infantino di hadapan para walikota, dikutip dari sesi tersebut. "Dan panggung itu harus meninggalkan warisan yang bisa dipakai generasi berikutnya."

Bagi para walikota, narasi warisan itu bukan sekadar retorika. Infrastruktur stadion, jalur transportasi, dan fasilitas pelatihan yang dibangun atau direnovasi untuk turnamen kerap menjadi aset jangka panjang. Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan klasik: siapa yang menanggung biaya operasional pasca-turnamen?

Dampak Ekonomi dan Sorotan Statistik

Secara statistik, skala Piala Dunia 2026 memang berbeda kelas. Dengan 48 tim dan 104 pertandingan, jumlah laga bertambah sekitar 60 persen dibandingkan format 64 laga pada edisi 2022 di Qatar. Total hari penyelenggaraan pun diproyeksikan lebih panjang, yang berarti durasi pengeluaran wisatawan di kota tuan rumah ikut memanjang.

Sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi biasanya menjadi penerima manfaat pertama. Namun, ada pula risiko yang perlu dikelola: lonjakan harga sewa, kemacetan, hingga tekanan pada layanan publik. Dalam konteks ini, kehadiran FBI dan mitra keamanan lintas negara menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan.

Dari sisi teknis, FIFA juga tengah menyiapkan berbagai penyesuaian regulasi, termasuk penggunaan teknologi garis gawang, VAR, dan sistem semi-otomatis untuk offside yang telah diuji pada edisi sebelumnya. Pembaruan ini diharapkan menjaga integritas pertandingan di tengah bertambahnya jumlah laga dan intensitas kompetisi.

Infantino tidak menyebut angka pasti proyeksi pendapatan dalam pidatonya. Namun, ia menegaskan bahwa FIFA berkomitmen menjadikan turnamen ini sebagai yang paling inklusif dan paling terhubung dengan penggemar di seluruh dunia.

Warisan yang Diuji di Lapangan

Trofi yang berdiri di samping Infantino malam itu adalah simbol yang kuat. Ia bukan sekadar benda berbahan emas seberat 6,1 kilogram. Ia mewakili janji bahwa sepak bola bisa menjadi katalis perubahan di tingkat lokal — atau sebaliknya, menjadi proyek mahal yang menyisakan utang.

Bagi kota-kota tuan rumah, pertarungan sesungguhnya bukan di atas rumput. Melainkan di ruang rapat anggaran, jadwal konstruksi, dan kesiapan sumber daya manusia. Kick-off sudah dekat. Dan seperti pertandingan sesungguhnya, hasil akhirnya hanya bisa dinilai setelah wasit meniup peluit panjang.

Skor sementara di papan persiapan: FIFA 1, ekspektasi kota tuan rumah 0 — laga masih panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User