Oct 09, 2026
Olahraga

Infantino dan Agenda Besar Sepak Bola Dunia

JAKARTA — Nama Gianni Infantino kembali menjadi sorotan utama di panggung sepak bola internasional. Sebagai orang nomor satu di FIFA, pria asal Swiss tersebut kini memegang kendali penuh atas arah k...

Infantino dan Agenda Besar Sepak Bola Dunia

JAKARTA — Nama Gianni Infantino kembali menjadi sorotan utama di panggung sepak bola internasional. Sebagai orang nomor satu di FIFA, pria asal Swiss tersebut kini memegang kendali penuh atas arah kebijakan organisasi tertinggi sepak bola dunia itu. Sejak pertama kali terpilih menggantikan Sepp Blatter pada 2016, Infantino telah mengubah lanskap kompetisi global dengan berbagai terobosan yang menuai pujian sekaligus kritik tajam.

Transformasi Kompetisi di Era Infantino

Di bawah kepemimpinannya, FIFA melahirkan sejumlah turnamen baru yang mengubah peta persaingan antarklub dan antarnegara. Piala Dunia Antarklub diperluas menjadi 32 tim, sementara Piala Dunia putra direncanakan membengkak menjadi 48 peserta mulai edisi 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Format baru ini otomatis menambah jumlah pertandingan dari 64 laga menjadi 104 pertandingan, sebuah lonjakan signifikan yang berdampak langsung pada jadwal pemain di level klub.

Menit ke-90 memang belum berbunyi bagi era kepemimpinannya, tetapi jejak kebijakan Infantino sudah terasa di hampir setiap sudut sepak bola modern. Ia juga mendorong penerapan teknologi garis gawang dan VAR secara global, dua inovasi yang mengubah cara wasit mengambil keputusan krusial di lapangan.

Pendapatan Melonjak, Kritik Ikut Meningkat

Dari sisi bisnis, FIFA mencatatkan pemasukan yang fantastis selama periode kepemimpinan Infantino. Siklus komersial 2023-2026 diproyeksikan menghasilkan pendapatan melampaui USD 11 miliar, angka yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah federasi. Dana segar tersebut diklaim dialirkan kembali ke 211 asosiasi anggota melalui program pembangunan sepak bola akar rumput.

Namun, tidak semua pihak menyambut positif. Kritik datang dari sejumlah federasi Eropa yang menilai kalender pertandingan semakin padat tanpa memperhitungkan beban fisik pemain. Beban kompetisi yang menumpuk memicu kekhawatiran soal tingginya risiko cedera, terutama bagi pemain yang membela klub dan tim nasional secara bersamaan.

"Sepak bola harus tumbuh, tetapi pertumbuhan itu tidak boleh mengorbankan kesehatan para pemain," ujar sejumlah pengamat kebijakan olahraga internasional.

Tantangan Diplomasi dan Legasi

Selain urusan komersial, Infantino juga aktif menjalankan peran diplomatik. Ia gencar mendorong sepak bola sebagai alat pemersatu di kawasan konflik dan memperluas basis penggemar di Asia, Afrika, serta Amerika Latin. Pendekatan ini membuatnya mendapat dukungan kuat dari banyak asosiasi kecil yang selama ini merasa tersisih dari peta kekuasaan sepak bola Eropa.

Di sisi lain, bayang-bayang kontroversi tak pernah jauh dari kursi kepemimpinannya. Sejumlah penyelidikan terkait transparansi tata kelola dan hubungan dengan negara-negara pemilik dana besar terus menghantui. Meski demikian, posisi Infantino di kursi presiden FIFA masih kokoh hingga periode berikutnya.

Dengan skor politik yang terus berjalan, publik sepak bola dunia menanti langkah berikutnya. Apakah reformasi kompetisi akan berjalan mulus, atau justru memicu perlawanan dari kekuatan lama sepak bola Eropa? Satu hal yang pasti, setiap keputusan yang keluar dari markas FIFA di Zurich akan mengubah cara pertandingan bergulir di seluruh dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User