Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Herdman Enggan Salahkan Wasit
Skor akhir 1-1 kontra Singapura menjadi penutup pahit perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Hasil imbang pada laga pamungkas fase grup di Jakarta memastikan Garuda tersingkir lebih awal, seme...
Skor akhir 1-1 kontra Singapura menjadi penutup pahit perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Hasil imbang pada laga pamungkas fase grup di Jakarta memastikan Garuda tersingkir lebih awal, sementara sang lawan melenggang ke semifinal. Pelatih John Herdman menolak menjadikan kepemimpinan wasit sebagai kambing hitam kegagalan timnya dan justru melontarkan pujian tinggi kepada tim lawan.
Di atas kertas, Indonesia sebenarnya tampil jauh lebih dominan sepanjang 90 menit. Skuad Garuda mencatatkan penguasaan bola 61 persen, melepaskan 15 tembakan dengan tujuh shots on target, berbanding hanya tiga milik Singapura. Namun dominasi statistik itu tidak berbanding lurus dengan skor di papan skor, dan Herdman menegaskan timnya wajib berkaca daripada mencari alasan di luar lapangan.
Babak Pertama: Dominasi Garuda Dibalas Serangan Balik
Turun dengan formasi 4-3-3, starting XI Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit kick-off. Menit ke-9, winger kanan melepaskan umpan silang yang disambut sundulan striker, namun bola masih menyamping tipis dari gawang. Singapura yang bertahan dengan blok rendah 5-4-1 justru membuka skor lebih dulu. Menit ke-34, serangan balik kilat tim tamu diakhiri umpan terobosan yang diselesaikan dengan tendangan mendatar ke sudut jauh gawang. Skor 1-0 untuk Singapura.
Tertinggal satu gol, Garuda meningkatkan intensitas tekanan. Menit ke-41, tendangan bebas dari jarak 25 meter membentur pagar betis, dan bola muntah gagal dimaksimalkan menjadi peluang emas. Hingga turun minum, Indonesia menguasai hampir dua pertiga ball possession tetapi tanpa satu pun gol balasan.
Babak Kedua: Gol Penyeimbang dan Drama VAR
Herdman merespons ketertinggalan dengan dua pergantian pemain di awal babak kedua, mengubah pola permainan menjadi lebih agresif dan direct. Tekanan bergelombang Garuda akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72. Berawal dari umpan pendek di sisi kiri, gelandang serang melepaskan assist matang yang diselesaikan dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Skor kembali imbang 1-1 dan stadion bergemuruh.
Indonesia nyaris berbalik unggul pada menit ke-85 ketika sundulan penyerang menyambut sepak pojok bersarang di gawang lawan. Namun setelah peninjauan VAR yang berlangsung hampir tiga menit, wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside yang sangat tipis. Keputusan itu memicu protes keras dari bench Indonesia, tetapi skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang.
Herdman: Percuma Membahas Wasit
Ditanya soal gol yang dianulir dalam konferensi pers pascalaga, Herdman memilih nada yang mengejutkan banyak pihak. "Percuma kita menghabiskan energi membahas wasit. Keputusan sudah dibuat, dan itu tidak akan mengubah skor akhir," ujarnya tegas. "Yang bisa saya kendalikan adalah tim saya sendiri, dan kami seharusnya menyelesaikan peluang lebih dini. Saya angkat topi untuk Singapura. Mereka disiplin, terorganisir, dan mengeksekusi rencana permainan dengan nyaris sempurna."
Pelatih berpengalaman itu juga tidak menyembunyikan kekecewaannya atas eliminasi dini ini. "Kami datang ke turnamen ini dengan target tinggi, jadi hasil ini menyakitkan. Tapi sepak bola tidak pernah berbohong — tim yang lebih efisien yang lolos, bukan tim yang paling lama memegang bola," lanjutnya.
Statistik Akhir dan Evaluasi ke Depan
Catatan akhir pertandingan menunjukkan Indonesia unggul sepak pojok 8-2 dan total operan hampir dua kali lipat lawan. Namun Singapura tampil lebih efektif dengan tiga shots on target dari delapan percobaan. Wasit mengeluarkan empat kartu kuning untuk tim tamu akibat pelanggaran taktis, dan dua kartu untuk tuan rumah.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Garuda yang sempat difavoritkan melaju jauh di turnamen. Herdman memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap komposisi skuad dan skema permainan, dengan fokus langsung beralih ke agenda kualifikasi berikutnya. "Kami akan membedah semuanya, dari transisi bertahan sampai penyelesaian akhir. Tim ini punya fondasi bagus, dan tugas kami adalah memastikan kekecewaan hari ini tidak terulang," tutup sang pelatih.
Comments (0)