Skor akhir 9-2 terpampang di papan skor Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Timnas Indonesia mengamuk di laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, membantai Bangladesh dengan sembilan gol tanpa ampun. Sebuah pesta gol yang memperlihatkan ketajaman lini depan skuad asuhan John Herdman.
Sejak menit pertama, Indonesia mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Herdman membuat tekanan terus mengalir ke pertahanan Bangladesh. Penguasaan bola Indonesia mencapai 68 persen sepanjang pertandingan, dengan 14 shots on target dari total 21 percobaan. Bangladesh hanya mampu membalas dengan 4 shots on target dari 6 tendangan.
Babak Pertama: Badai Gol Dimulai
Menit ke-7, stadion bergemuruh. Baker melepaskan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti setelah menerima assist terukur dari sayap kanan. Bola menghujam pojok kiri gawang Bangladesh. 1-0 untuk Indonesia.
Menit ke-14, Bangladesh sempat mengejutkan tuan rumah. Sebuah serangan balik cepat berbuah gol setelah bek Indonesia gagal mengantisipasi umpan silang. Skor menjadi 1-1. Namun respons Indonesia luar biasa.
Menit ke-23, Baker kembali mencetak gol. Kali ini lewat sundulan setelah menerima umpan silang dari sisi kiri. 2-1. Menit ke-31, gelandang Indonesia melepaskan tendangan jarak jauh yang tidak mampu dijangkau kiper Bangladesh. 3-1.
Menit ke-38, Baker menyelesaikan hat-trick-nya. Tendangan first-time di depan gawang membawa Indonesia unggul 4-1. Babak pertama ditutup dengan skor tersebut. Bangladesh tampak kewalahan menghadapi pressing ketat Indonesia.
Babak Kedua: Baker Tidak Berhenti
Memasuki babak kedua, Herdman melakukan rotasi. Dua pemain muda masuk untuk menambah intensitas. Menit ke-52, Bangladesh memperkecil kedudukan menjadi 4-2 lewat tendangan penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang. Wasit sempat mengecek VAR sebelum menunjuk titik putih.
Namun gol itu hanya memicu amukan Indonesia. Menit ke-58, Baker mencetak gol keempatnya malam itu. Sepakan keras dari sudut sempit menembus celah antara kiper dan tiang dekat. 5-2.
Menit ke-64, pemain pengganti Indonesia mencatatkan namanya di papan skor. Umpan terobosan Baker diselesaikan dengan tenang. 6-2. Menit ke-71, tendangan bebas langsung dari luar kotak penalti membuat kiper Bangladesh tidak berkutik. 7-2.
Menit ke-79, Baker mencetak gol kelimanya. Sebuah counter-attack cepat yang ia tuntaskan dengan dingin. 8-2. Ini menjadi penampilan individual terbaik dalam sejarah ASEAN Cup. Menit ke-86, gol kesembilan Indonesia lahir dari sepakan voli di dalam kotak penalti. 9-2. Skor akhir tidak berubah hingga peluit panjang.
Analisis Statistik dan Taktik
Kemenangan ini mencatatkan beberapa rekor. Baker menjadi pemain pertama yang mencetak lima gol dalam satu laga ASEAN Cup. Akurasi passing Indonesia mencapai 87 persen, jauh di atas Bangladesh yang hanya 71 persen. Indonesia juga mencatatkan 12 corner kick berbanding 2 milik Bangladesh.
Formasi 4-3-3 Herdman berfungsi sempurna. Tiga gelandang mampu mengontrol lini tengah, sementara dua winger terus membuka ruang untuk Baker di lini depan. Pressing tinggi yang diterapkan sejak menit awal membuat Bangladesh kesulitan membangun serangan. Clean sheet tidak tercapai, tetapi dominasi permainan tidak terbantahkan.
Kartu kuning dikeluarkan wasit sebanyak tiga kali, dua untuk Bangladesh dan satu untuk Indonesia. Tidak ada kartu merah dalam laga ini. Wasit juga menganulir satu gol Indonesia karena offside pada menit ke-45+2.
Jadwal Selanjutnya
Indonesia akan menghadapi lawan berikutnya di Grup A pada Minggu (4/10/2026). Dengan tambahan tiga poin, Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup A. Selisih gol +7 menjadi modal berharga menuju babak berikutnya.
"Kami bermain dengan intensitas tinggi selama 90 menit. Baker luar biasa, tetapi ini kemenangan tim. Kami harus tetap fokus karena turnamen masih panjang," ujar John Herdman dalam konferensi pers usai pertandingan.
Bangladesh harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang lolos dari fase grup. Kekalahan 9-2 menjadi pukulan berat bagi mental bertanding mereka. Sementara Indonesia, dengan performa seperti ini, menjelma menjadi kandidat kuat juara ASEAN Cup 2026.
Comments (0)