Indonesia Bungkam Vietnam di SEA V Cup Women's 2026, Mental Baja Jadi Kunci
Skor akhir 3-1 (25-22, 23-25, 25-19, 25-21) menjadi bukti nyata bahwa Timnas Voli Putri Indonesia datang ke SEA V Cup Women's 2026 leg 2 dengan misi besar. Di laga perdana yang berlangsung di GOR Tert...
Skor akhir 3-1 (25-22, 23-25, 25-19, 25-21) menjadi bukti nyata bahwa Timnas Voli Putri Indonesia datang ke SEA V Cup Women's 2026 leg 2 dengan misi besar. Di laga perdana yang berlangsung di GOR Tertutup Palembang, Selasa (14/7/2026) malam WIB, pasukan pelatih asal Brasil, Marco Queiroz, sukses menaklukkan Vietnam, salah satu kekuatan utama voli putri Asia Tenggara. Pertandingan berjalan sengit selama 1 jam 58 menit, dengan penguasaan bola tipis 52% untuk Indonesia berbanding 48% untuk Vietnam. Namun, yang menjadi pembeda utama bukan hanya soal statistik, melainkan mentalitas luar biasa yang ditunjukkan para penggawa Merah Putih di momen-momen krusial.
Babak Pertama: Adu Ketat dan Comeback Indonesia
Vietnam datang dengan formasi 4-2 yang agresif, mengandalkan smes keras dari kapten mereka, Tran Thi Thanh Thuy. Pada set pertama, Vietnam sempat unggul 18-15 setelah serangkaian blok ganda yang sukses membendung serangan Indonesia. Namun, pelatih Marco Queiroz segera melakukan rotasi dengan memasukkan opposite hitter Megawati Hangestri Pertiwi yang belum masuk starting XI. Keputusan itu terbukti jitu. Megawati langsung memberikan dampak instan dengan tiga kill berturut-turut pada menit ke-23 permainan, membawa Indonesia menyamakan skor 20-20. Set pertama ditutup dengan skor 25-22 setelah server Indonesia, Ratri Wulandari, berhasil melakukan ace pada momen krusial. Statistik mencatat Indonesia melakukan 14 kill berbanding 12 milik Vietnam pada set ini, dengan blok efektif 3-1.
Babak Kedua: Vietnam Balas dan Kesalahan Sendiri Indonesia
Memasuki set kedua, Vietnam merespons dengan mengubah formasi menjadi 5-1 dan mempercepat tempo permainan. Mereka memanfaatkan kelemahan pertahanan Indonesia di area tengah lapangan. Libero Indonesia, Yolla Yuliana, tampil luar biasa dengan 7 dig sukses, namun serangan bertubi-tubi dari Nguyen Thi Bich Tuyen akhirnya menembus pertahanan. Indonesia sempat unggul 21-19, tetapi tiga kesalahan servis beruntun dari pemain pengganti, Amalia Fajrin, menjadi titik balik. Vietnam memanfaatkan peluang emas itu dan menutup set kedua dengan skor 25-23 setelah serangan cepat dari middle blocker Pham Thi Hien. Skor akhir sementara 1-1. Data menunjukkan Indonesia unggul dalam hal spike success rate (45% vs 42%), namun blok Vietnam lebih efektif dengan 4 blok berbanding 2 milik Indonesia.
Babak Ketiga: Dominasi Blok dan Servis Indonesia
Set ketiga menjadi titik balik psikologis. Indonesia kembali ke starting XI awal dengan formasi 4-2 dan tampil lebih tenang. Pelatih Marco Queiroz memberikan instruksi tegas untuk memperkuat pertahanan di posisi 1 dan 5, yang menjadi sasaran empuk Vietnam. Hasilnya, Indonesia mencetak 6 blok pada set ini, dengan kontribusi terbesar dari middle blocker Wilda Nurfadhilah yang mencatatkan 4 blok sendirian. Pada menit ke-15 set ketiga, terjadi momen kontroversial ketika wasit menganulir poin Vietnam karena offside yang dinilai tidak tepat oleh kubu Vietnam. Namun, VAR voli yang digunakan pada turnamen ini mengonfirmasi keputusan wasit. Indonesia terus menekan dan menutup set ketiga dengan telak 25-19. Shots on target atau kill block Indonesia mencapai 15, sementara Vietnam hanya 9. Penguasaan bola pada set ini didominasi Indonesia 58% berbanding 42%.
Babak Keempat: Mental Baja dan Kemenangan Bersejarah
Set keempat menjadi ujian terbesar bagi mentalitas Indonesia. Vietnam yang tidak mau kalah mulai bermain kasar, terbukti dengan dua kartu kuning yang diterima pemain mereka pada menit ke-8 dan ke-17 karena protes berlebihan. Namun, Indonesia tidak terpancing. Mereka tetap disiplin dengan pola serangan cepat dari umpan-umpan akurat setter Tisya Amalia Putri, yang mencatatkan total 38 assist sepanjang pertandingan. Skor sempat imbang 20-20, tetapi kemudian Megawati kembali menjadi pahlawan dengan tiga kill berturut-turut dari posisi 2, membawa Indonesia unggul 23-20. Vietnam sempat memperkecil jarak menjadi 23-21, namun kesalahan servis dari Nguyen Thi Bich Tuyen pada momen krusial memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 25-21. Skor akhir 3-1 untuk Indonesia, sebuah hasil yang membuat seluruh suporter di GOR Tertutup Palembang bergemuruh.
"Saya sangat bangga dengan mentalitas tim. Kami tahu Vietnam adalah lawan berat, tetapi anak-anak tidak pernah menyerah. Mereka bermain dengan hati dan mengikuti game plan dengan sempurna. Ini kemenangan yang layak," ujar Marco Queiroz dalam konferensi pers usai pertandingan.
Statistik akhir pertandingan menunjukkan Indonesia unggul dalam hampir semua aspek. Indonesia mencatatkan 58 kill, 12 blok, dan 8 ace, sementara Vietnam hanya mampu membukukan 51 kill, 9 blok, dan 4 ace. Penguasaan bola akhir menjadi 52% untuk Indonesia dan 48% untuk Vietnam. Shots on target atau serangan efektif Indonesia mencapai 68, jauh lebih baik dibandingkan Vietnam yang hanya 55. Kesalahan sendiri juga menjadi faktor penting; Indonesia hanya melakukan 19 error, sementara Vietnam melakukan 27 error, termasuk 8 kesalahan servis. Dengan kemenangan ini, Indonesia untuk sementara memimpin klasemen Grup A dengan 3 poin. Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Thailand pada laga kedua yang akan berlangsung Kamis (16/7/2026). Kemenangan ini menjadi modal berharga, tetapi pelatih Marco Queiroz menegaskan bahwa timnya tidak akan terlena. "Ini baru awal. Kami harus fokus ke pertandingan berikutnya. Thailand adalah tim yang lebih konsisten, jadi kami harus bekerja lebih keras lagi," tutupnya.
Comments (0)