Oct 14, 2026
Olahraga

Haye dan Klok Kritik Fasilitas Pemulihan Persib Usai Imbang

Skor akhir 1-1 mewarnai laga Persib Bandung kontra Dewa United dalam lanjutan kompetisi Liga 1. Namun, sorotan utama justru datang setelah peluit panjang dibunyikan. Gelandang Thom Haye dan Marc Klok ...

Haye dan Klok Kritik Fasilitas Pemulihan Persib Usai Imbang

Skor akhir 1-1 mewarnai laga Persib Bandung kontra Dewa United dalam lanjutan kompetisi Liga 1. Namun, sorotan utama justru datang setelah peluit panjang dibunyikan. Gelandang Thom Haye dan Marc Klok menyuarakan kegelisahan soal minimnya fasilitas pemulihan di tubuh Maung Bandung, menyusul jadwal padat yang menanti.

Dalam pertandingan yang berlangsung intens, Persib tampil dengan formasi 4-2-3-1. Penguasaan bola tercatat 54 persen untuk tuan rumah, dengan shots on target sebanyak 5 dari total 12 percobaan. Dewa United membalas lewat serangan balik cepat, menciptakan 4 shots on target dari 9 upaya. Gol pembuka tercipta pada menit ke-23 melalui sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Dewa United menyamakan kedudukan di menit ke-67 lewat sundulan setelah skema sepak pojok.

Hasil imbang ini memperpanjang catatan tanpa clean sheet bagi Persib dalam tiga laga terakhir. Barisan pertahanan yang dikomandoi kapten tim tampak kesulitan mengantisipasi umpan-umpan silang. Kartu kuning dikeluarkan wasit sebanyak tiga kali, dua untuk pemain Persib. Tidak ada intervensi VAR yang mengubah keputusan signifikan sepanjang 90 menit plus injury time lima menit.

Keluhan soal Pemulihan dan Jadwal Padat

Thom Haye mengangkat isu krusial di zona campuran seusai laga. Ia menyebut fasilitas pemulihan yang tersedia belum ideal untuk mengimbangi intensitas kompetisi. "Kami butuh dukungan lebih, karena bermain setiap tiga atau empat hari itu tidak mudah. Pemulihan di rumah rasanya lebih baik dibanding apa yang kami dapat di sini," ujarnya dengan nada tegas.

Pernyataan senada datang dari Marc Klok. Gelandang berusia 32 tahun itu menekankan pentingnya sport science dalam menjaga kebugaran skuad. Menurutnya, jadwal padat menuntut recovery yang serius, bukan sekadar latihan ringan. "Kalau kami ingin bersaing sampai akhir musim, fasilitas pemulihan harus dibenahi. Ini soal detail yang menentukan poin," kata Klok.

Kritik ini muncul bukan tanpa alasan. Dalam sebulan terakhir, Persib melakoni enam pertandingan dengan rata-rata jarak antar laga hanya empat hari. Data menunjukkan intensitas sprint pemain menurun drastis di 20 menit terakhir setiap pertandingan. Pada laga melawan Dewa United, jarak tempuh total tim tercatat 108 kilometer, turun dari rata-rata musim ini yang menyentuh 112 kilometer.

Analisis Taktik dan Dampak ke Performa

Dari kacamata taktik, penurunan fisik berdampak langsung pada transisi bertahan. Dua gelandang bertahan seringkali terlambat turun membantu pertahanan saat lawan melakukan serangan balik. Hal ini terlihat jelas pada gol penyama kedudukan, di mana lini tengah Persib kehilangan momentum menutup ruang di sisi kanan pertahanan.

Pelatih kepala Persib dalam konferensi pers menyatakan akan mengevaluasi kondisi tim. "Kami sadar jadwal sangat padat. Rotasi pemain menjadi keharusan, tetapi kualitas pemulihan juga harus sejalan. Saya akan bicara dengan staf medis dan manajemen," ujarnya singkat.

Statistik individu juga menyoroti kelelahan. Klok mencatatkan 78 persen akurasi umpan, sedikit di bawah rata-rata pribadinya musim ini yang mencapai 84 persen. Haye melepaskan tiga umpan kunci, namun kehilangan bola 11 kali. Sementara itu, penyerang utama Persib hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari lima percobaan.

Tekanan Menuju Laga Berikutnya

Dengan hasil imbang ini, Persib tertahan di posisi papan tengah klasemen sementara. Jarak dengan pemuncak klasemen melebar menjadi tujuh poin. Laga berikutnya akan digelar di kandang lawan, menambah beban perjalanan yang menguras energi.

Jika fasilitas pemulihan tidak segera diperbaiki, kekhawatiran Haye dan Klok bisa menjadi bumerang. Performa di paruh kedua musim kerap ditentukan oleh kesiapan fisik, bukan hanya kualitas taktik. Manajemen Persib kini berada di bawah sorotan: akankah mereka merespons kritik ini dengan investasi nyata pada sport science, atau membiarkan jadwal padat menggerus peluang juara?

Yang jelas, pesan dari dua gelandang senior itu menggema jauh melampaui hasil imbang 1-1. Di balik perjuangan di atas lapangan, ada perang tersembunyi melawan kelelahan yang menuntut solusi konkret. Persib punya talenta, tapi tanpa pemulihan yang memadai, setiap poin akan semakin mahal harganya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User