Oct 11, 2026
Olahraga

FP2 Moto3 Mandalika: Veda Ega ke-11, Hakim Danish Terpuruk

Sesi latihan bebas kedua (FP2) kelas Moto3 di Sirkuit Mandalika akhirnya tuntas dengan catatan waktu yang tidak banyak berubah di papan atas. Pembalap tuan rumah, Veda Ega Pratama, harus puas menutup ...

FP2 Moto3 Mandalika: Veda Ega ke-11, Hakim Danish Terpuruk

Sesi latihan bebas kedua (FP2) kelas Moto3 di Sirkuit Mandalika akhirnya tuntas dengan catatan waktu yang tidak banyak berubah di papan atas. Pembalap tuan rumah, Veda Ega Pratama, harus puas menutup sesi di urutan ke-11, sementara rekan senegaranya, Hakim Danish, mengalami nasib jauh lebih pahit setelah terlempar dari posisi kompetitif dan tertahan di peringkat belakang.

FP2 Moto3 Mandalika yang digelar pada sore hari ini menjadi penentu siapa saja yang berhak melaju langsung ke Q2 tanpa harus melewati Q1. Veda Ega Pratama tampil cukup agresif sejak menit-menit awal. Menit ke-4, ia langsung melesat ke trek dan mencatatkan lap time kompetitif. Namun, konsistensi kecepatan di sektor ketiga dan keempat tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah bagi pembalap muda Indonesia tersebut.

Dari data pengaturan waktu, Veda Ega tercatat menyelesaikan sesi dengan selisih sekitar 0,6 detik dari pembalap tercepat. Ia sempat beberapa kali masuk ke dalam sepuluh besar, tetapi gagal mempertahankan posisinya saat para pembalap front-runner mulai melakukan time attack di sepuluh menit terakhir. Posisi ke-11 memang belum mengamankan tiket Q2 otomatis, tetapi masih memberi peluang besar jika ia mampu memperbaiki performa di sesi kualifikasi nanti.

Hakim Danish Tersandung Masalah Teknis

Kisah berbeda dialami Hakim Danish. Pembalap Malaysia yang juga memiliki darah Indonesia ini benar-benar kesulitan menemukan ritme. Sejak awal sesi, ia sudah tertinggal jauh dari pembalap lain. Menit ke-12, Hakim Danish terlihat keluar dari pit lane dengan ban baru, namun ia justru kembali masuk ke garasi lebih cepat dari yang seharusnya.

Indikasi masalah teknis pada motor menjadi penyebab utama. Beberapa kali mekanik terlihat sibuk mengutak-atik bagian depan motor, kemungkinan berkaitan dengan pengaturan suspensi atau masalah pada sistem pengereman. Akibatnya, Hakim Danish hanya mampu mencatatkan waktu yang membuatnya terpuruk di posisi 24 dari total 28 pembalap yang mengikuti sesi ini. Selisih waktunya mencapai lebih dari 1,5 detik dari pemuncak klasemen sementara FP2.

Kondisi ini tentu menjadi pukulan telak bagi timnya. Dengan waktu yang tersisa sebelum sesi kualifikasi, mereka harus bekerja ekstra keras untuk membenahi motor agar Hakim Danish bisa setidaknya lolos dari Q1. Kegagalan di FP2 membuatnya harus memulai perjuangan dari bawah, dan itu bukan tugas yang mudah di sirkuit sepanjang 4,3 kilometer ini.

Analisis Penguasaan Waktu dan Konsistensi Lap

Jika melihat data, Veda Ega Pratama sebenarnya memiliki keunggulan di sektor kedua. Ia beberapa kali mencatatkan sektor time terbaik di antara pembalap papan tengah. Sayangnya, ia kehilangan banyak waktu di tikungan terakhir yang panjang menuju garis finis. Kecepatan keluar tikungan (exit speed) masih menjadi kelemahan yang harus diperbaiki sebelum kualifikasi.

Sementara itu, pembalap-pembalap teratas seperti Jose Antonio Rueda dan Angel Piqueras terus menunjukkan dominasi. Mereka mampu menjaga konsistensi lap time di kisaran 1 menit 38 detik. Veda Ega sendiri masih tertahan di kisaran 1 menit 39 detik. Jarak satu detik di kelas Moto3 sangatlah signifikan dan bisa berarti perbedaan sepuluh posisi di grid start.

Menariknya, penguasaan bola tidak berlaku di dunia balap, tetapi penguasaan trek jelas menjadi kunci. Pembalap yang mampu memanfaatkan slipstream dan masuk ke dalam kelompok besar (towing) biasanya bisa mencatatkan waktu lebih baik. Veda Ega terlihat beberapa kali mencoba menempel pada pembalap depan, namun tidak selalu berhasil mendapatkan momentum yang tepat.

"Kami tahu potensi Veda di sirkuit ini. Posisi 11 di FP2 bukan hasil akhir. Besok di kualifikasi, kami akan coba strategi yang lebih agresif untuk mendapatkan posisi start yang lebih baik," ujar seorang sumber di dalam tim Veda Ega Pratama.

Persaingan Menuju Q2 dan Peluang Tuan Rumah

Dengan format kualifikasi Moto3 yang memisahkan Q1 dan Q2, posisi Veda Ega di urutan 11 membuatnya harus berjuang di Q1. Hanya pembalap di posisi 1 hingga 14 yang otomatis lolos ke Q2, dan Veda masih berada di batas aman jika melihat klasemen sementara. Namun, FP3 besok pagi akan menjadi penentu segalanya. Jika ia gagal memperbaiki waktu, bukan tidak mungkin ia tergeser keluar dari empat belas besar.

Sementara Hakim Danish berada di ujung tanduk. Dengan posisi ke-24, ia harus benar-benar memaksimalkan sesi FP3 untuk setidaknya masuk ke sepuluh besar agar bisa langsung ke Q2. Jika tidak, ia harus melewati Q1 yang keras dan penuh risiko. Kartu kuning dan insiden kecil sering terjadi di sesi kualifikasi Moto3, sehingga pembalap yang tidak waspada bisa kehilangan peluang emas.

Sirkuit Mandalika sendiri dikenal dengan karakter treknya yang menuntut pembalap untuk pintar mengatur ban. Suhu aspal yang panas pada sesi FP2 siang hari membuat ban belakang cepat aus. Pembalap yang mampu menjaga ban tetap prima hingga akhir sesi biasanya akan tampil lebih cepat. Veda Ega tampaknya sudah mulai memahami hal ini, terbukti dari kemampuannya mencatatkan waktu terbaik di akhir sesi, meskipun belum cukup untuk menembus sepuluh besar.

Menatap sisa akhir pekan, fokus utama tim tuan rumah adalah memastikan Veda Ega Pratama bisa tampil di Q2 dan memperbaiki posisi start. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ia bisa bersaing di posisi poin, mengingat ia memiliki kecepatan yang kompetitif di sektor-sektor tertentu. Sementara bagi Hakim Danish, ini adalah ujian mental dan teknis yang sesungguhnya. Perjalanan masih panjang, dan FP2 hanyalah satu babak dari drama panjang Moto3 di Mandalika.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User