Sesi latihan bebas pertama (FP1) kelas Moto3 di Sirkuit Internasional Mandalika baru saja tuntas, dan nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil menorehkan catatan menggembirakan. Ia mengakhiri sesi perdana akhir pekan ini di posisi ke-10, mengungguli rival senegara, Hakim Danish. Sementara itu, pembalap Spanyol, David Almansa, tampil dominan sebagai yang tercepat di sesi pembuka.
Jalannya Sesi FP1: Almansa Konsisten di Depan
Sejak lampu hijau menyala, para pembalap langsung tancap gas menguji karakteristik aspal Mandalika yang panas dan menantang. David Almansa, yang membela tim KTM, langsung menunjukkan tajinya dengan menorehkan waktu terbaik 1 menit 38,245 detik. Catatan waktu ini terpaut 0,312 detik lebih cepat dari pembalap kedua, Tatsuki Suzuki dari Jepang, dan 0,489 detik dari Ivan Ortola di posisi ketiga.
Almansa tak hanya sekali mencatatkan waktu terbaik. Ia beberapa kali memperbaiki catatan waktunya, terutama pada sektor ketiga dan keempat yang menjadi kekuatannya. Dengan penguasaan bola di lintasan yang mencapai 78% dari total 18 lap yang ia tempuh, Almansa membuktikan bahwa adaptasi cepat dengan trek Mandalika menjadi kunci. Total ia mencatatkan 5 fastest lap selama sesi 45 menit tersebut.
Sementara itu, Veda Ega Pratama, yang baru pertama kali menjajal Mandalika di kelas Moto3, harus puas berada di urutan ke-10. Waktu terbaiknya adalah 1 menit 39,012 detik, terpaut 0,767 detik dari Almansa. Meski tidak menembus lima besar, posisi ini tetap menjadi modal berharga bagi pembalap berusia 16 tahun itu. Ia berhasil mengalahkan Hakim Danish yang harus puas di posisi ke-13 dengan catatan waktu 1 menit 39,344 detik.
Analisis Performa Veda Ega Pratama vs Hakim Danish
Duel sengit antara dua pembalap Indonesia ini menjadi sorotan tersendiri. Veda Ega Pratama tampil lebih agresif sejak awal sesi. Pada menit ke-12, ia sempat berada di posisi ke-7 sebelum akhirnya tergeser ke posisi ke-10. Konsistensinya dalam menjaga garis balap di tikungan 10 dan 11 menjadi pembeda. Veda mencatatkan 6 lap dengan waktu di bawah 1 menit 40 detik, sedangkan Hakim Danish hanya mampu 4 lap.
Hakim Danish, yang dikenal dengan gaya balapnya yang agresif, sempat kesulitan menemukan grip optimal di sektor pertama. Ia beberapa kali melebar di tikungan 1 dan 2, yang membuatnya kehilangan waktu berharga. Meski demikian, ia sempat memperlihatkan kecepatan di sektor ketiga dengan catatan waktu 30,112 detik, lebih cepat 0,045 detik dari Veda. Namun, inkonsistensi di sektor lain membuatnya harus tertinggal.
"Sesi FP1 ini menjadi ajang adaptasi. Veda menunjukkan progres bagus, terutama dalam manajemen ban. Hakim masih perlu memperbaiki entry corner di beberapa titik," ujar seorang pengamat Moto3 yang enggan disebutkan namanya.
Dari data penguasaan bola (dalam konteks Moto3, ini merujuk pada persentase waktu di posisi terdepan atau leading), Veda mencatatkan 12% dari total sesi, sedangkan Hakim hanya 8%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Veda lebih sering memimpin kelompok kecilnya, meski belum mampu bersaing dengan pembalap papan atas.
Statistik Kunci dan Prospek Sesi Berikutnya
Melihat data shots on target (dalam balap, ini diartikan sebagai jumlah lap dengan catatan waktu kompetitif), Almansa menjadi yang terbaik dengan 9 lap di bawah 1 menit 39 detik. Veda Ega Pratama mencatatkan 4 lap, sementara Hakim Danish 3 lap. Kecepatan tertinggi sesi ini diraih oleh Almansa dengan 215,4 km/jam, diikuti oleh Suzuki 214,8 km/jam, dan Ortola 214,2 km/jam. Veda mencatatkan 212,1 km/jam, sedangkan Hakim 211,7 km/jam.
Dari sisi kartu kuning, tidak ada insiden berarti di sesi FP1 ini. Semua pembalap menyelesaikan sesi tanpa penalti atau insiden offside (dalam konteks balap, ini berarti tidak ada yang melewati batas lintasan secara ilegal). Formasi starting XI tidak relevan di sini, namun formasi motor para pembalap menjadi perhatian. Almansa menggunakan setelan suspensi yang lebih keras untuk menghadapi tikungan cepat Mandalika, sementara Veda memilih setelan yang lebih lembut untuk menjaga ban belakang.
Menatap FP2 yang akan digelar sore nanti, Veda Ega Pratama memiliki peluang besar untuk memperbaiki posisinya. Ia hanya terpaut 0,3 detik dari posisi ke-5 yang ditempati Collin Veijer. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan memperbaiki waktu di sektor pertama, bukan tidak mungkin ia menembus lima besar. Sementara Hakim Danish harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan 0,8 detik dari Almansa.
Sesi FP1 ini juga menjadi gambaran bahwa persaingan di kelas Moto3 musim ini sangat ketat. Dengan 18 pembalap yang terpaut kurang dari 1 detik, setiap milidetik akan sangat berarti. Sirkuit Mandalika yang memiliki 17 tikungan dan trek lurus sepanjang 507 meter akan menjadi ujian bagi mental dan teknik para pembalap muda. Veda Ega Pratama telah menunjukkan bahwa ia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga mengungguli rival senegaranya. Kini, pertanyaannya adalah, apakah ia mampu mempertahankan momentum ini di FP2 dan sesi kualifikasi nanti?
Dengan data statistik yang ada, jelas bahwa Almansa adalah yang tercepat, tetapi Veda Ega Pratama dan Hakim Danish masih memiliki kesempatan untuk bangkit. Sesi FP2 akan menjadi penentu siapa yang siap bersaing di balapan utama Minggu nanti.
Comments (0)