FP1 Moto2 Mandalika: Guevara Tercepat, Mario Aji Terhenti di Posisi 16
Sesi latihan bebas pertama (FP1) kelas Moto2 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika baru saja rampung, dan papan waktu langsung menampilkan kejutan. Izan Guevara menutup sesi dengan catatan wakt...
Sesi latihan bebas pertama (FP1) kelas Moto2 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika baru saja rampung, dan papan waktu langsung menampilkan kejutan. Izan Guevara menutup sesi dengan catatan waktu tercepat, sementara pembalap tuan rumah Mario Aji harus puas menempati urutan ke-16. Sesi yang berlangsung di bawah terik matahari Lombok itu menjadi ajang adaptasi bagi para pembalap terhadap karakter aspal Mandalika yang dikenal licin dan menuntut presisi tinggi.
Sejak menit-menit awal, para pembalap langsung tancap gas untuk mencari ritme. Guevara, yang dikenal agresif di tikungan, langsung menorehkan waktu kompetitif pada putaran ketiga. Ia memanfaatkan momen ketika trek masih relatif bersih untuk membangun kepercayaan pada sisi masuk tikungan, terutama di sektor dua yang memiliki kombinasi tikungan cepat. Catatan waktunya di akhir sesi menjadi bukti bahwa ia sudah menemukan titik keseimbangan antara motor dan ban.
Dominasi Guevara di Sektor Kedua
Analisis split time menunjukkan Guevara unggul signifikan di sektor dua. Pembalap Spanyol itu mampu menjaga kecepatan masuk tikungan yang lebih tinggi dibanding rival-rivalnya, sehingga ia bisa membuka gas lebih awal saat keluar tikungan. Kombinasi ini sangat krusial di Mandalika, di mana traksi keluar tikungan sering menjadi penentu waktu putaran. Ia juga tercatat sebagai salah satu pembalap dengan jumlah putaran terbanyak di sesi ini, menandakan bahwa ia fokus pada konsistensi jarak jauh, bukan sekadar satu putaran cepat.
Di belakangnya, persaingan posisi kedua hingga kelima berlangsung ketat dengan selisih waktu di bawah dua persepuluh detik. Hal ini menunjukkan bahwa level kompetisi di kelas Moto2 musim ini sangat merata. Tim-tim besar tampak masih melakukan eksperimen pada pengaturan suspensi dan pemetaan elektronik, mencoba mencari kompromi terbaik antara cengkeraman depan dan daya tahan ban belakang sepanjang 20 lap balapan nanti.
Mario Aji dan Tantangan Adaptasi
Sorotan publik tuan rumah tertuju pada Mario Aji, satu-satunya pembalap Indonesia di grid Moto2. Ia mengakhiri FP1 di posisi ke-16, terpaut sekitar delapan persepuluh detik dari waktu tercepat Guevara. Meski belum menembus sepuluh besar, catatan waktu tersebut bukan tanpa konteks. Mario terlihat masih mencari feeling pada sisi masuk tikungan pertama, titik di mana banyak pembalap mengalami understeer akibat suhu aspal yang panas.
Pada menit ke-15, Mario sempat masuk ke posisi 12 sebelum akhirnya tergeser seiring pembalap lain memperbaiki catatan waktu di sepuluh menit terakhir. Ia tercatat menyelesaikan 17 putaran, jumlah yang cukup untuk mengumpulkan data penting. Selisih waktu delapan persepuluh detik di sesi latihan bebas memang bisa dikejar, terutama jika tim mampu menemukan pengaturan elektronik yang lebih ramah terhadap gaya berkendara Mario yang cenderung halus saat pengereman.
Yang menarik, performa Mario di sektor tiga cukup kompetitif. Ia beberapa kali mencatat split time yang setara dengan pembalap lima besar. Artinya, masalah utama bukan pada kecepatan murni, melainkan pada konsistensi dan kemampuan menggabungkan tiga sektor dalam satu putaran sempurna. Ini pekerjaan rumah yang bisa diselesaikan di sesi FP2 nanti.
Kondisi Trek dan Catatan Teknis
Suhu aspal Mandalika pada sesi ini tercatat cukup tinggi, berkontribusi pada penurunan grip di beberapa titik. Beberapa pembalap terlihat melebar di tikungan 10 dan 16, dua tikungan yang memang dikenal menyulitkan karena sudut masuknya sempit. Tidak ada insiden besar sepanjang sesi, meski beberapa pembalap sempat melakukan penyelamatan dramatis di tikungan cepat.
Dari sisi ban, mayoritas tim memilih kompon medium depan dan soft belakang untuk mengukur degradasi. Pembalap yang memaksakan ban belakang lunak sejak awal justru mengalami penurunan performa di sepuluh menit terakhir. Ini menjadi sinyal bahwa strategi ban akan menjadi faktor penentu pada balapan nanti, bukan sekadar kecepatan satu putaran.
"Kami masih di tahap pengumpulan data. Waktu di FP1 tidak akan menentukan apa-apa. Yang penting adalah menemukan arah pengaturan yang tepat sebelum kualifikasi," ujar salah seorang engineer tim di paddock setelah sesi berakhir, mengomentari hasil FP1.
Dengan format balapan yang menuntut konsistensi, hasil FP1 ini baru pemanasan. Guevara menunjukkan tajinya, tetapi belum ada yang bisa disimpulkan secara pasti. Bagi Mario Aji, sesi ini menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan diri di hadapan pendukung sendiri. Jika ia mampu memperbaiki sektor satu dan menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin ia melesat ke posisi yang lebih baik di sesi berikutnya.
Sekarang, semua mata akan tertuju pada FP2, di mana para pembalap biasanya mulai membuka kartu dan mencoba simulasi balapan. Mandalika selalu punya cara untuk memberi kejutan, dan sesi kali ini hanyalah pembuka dari drama panjang akhir pekan ini.
Comments (0)