Forum Masyarakat Jember Maju Bakal Gelar Aksi 'Jaga Jakarta, Jaga Indonesia'
Forum Masyarakat Jember Maju dukung keutuhan NKRI melalui aksi 'Jaga Jakarta, Jaga Indonesia'. Rombongan akan berangkat ke Jakarta pada 27 Agustus 2026.]]>
Forum Masyarakat Jember Maju Bakal Gelar Aksi 'Jaga Jakarta, Jaga Indonesia'
FORUM MASYARAKAT Jember Maju (FMJM) mengumumkan akan menggelar aksi massa bertajuk "Jaga Jakarta, Jaga Indonesia" pada 18 Juli 2023 mendatang. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi politik dan keamanan di ibu kota yang dianggap semakin memanas menjelang Pilpres 2024.
Ketua Umum FMJM, Budi Santoso, mengatakan bahwa aksi ini merupakan inisiatif masyarakat Jember untuk menunjukkan dukungan terhadap stabilitas nasional. Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota negara menjadi pusat keputusan yang penting bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Kami dari Jember merasa perlu turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi kami. Kita ingin Jakarta tetap aman dan damai, karena kestabilan ibu kota berpengaruh langsung pada kondisi di seluruh Indonesia," ujar Budi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor FMJM, Jember, Rabu (12/7/2023).
Latar Belakang dan Tujuan Aksi
Aksi "Jaga Jakarta, Jaga Indonesia" digelar sebagai respons terhadap berbagai isu politik yang kian memanas menjelang pemilihan umum dan pilpres tahun depan. Menurut FMJM, ada potensi konflik dan polarisasi politik yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
"Kami melihat ada dinamika politik yang tidak sehat. Ada upaya-upaya yang berpotensi memecah belah persatuan. Kita sebagai masyarakat peduli tidak bisa diam," jelas Budi.
Tujuan utama aksi ini menurut Budi adalah menyerukan agar seluruh pihak, terutama para calon presiden dan calon wakil presiden, serta seluruh elemen masyarakat, menjaga ketenangan dan stabilitas Jakarta.
"Kami ingin menegaskan bahwa Jakarta milik kita semua. Tidak ada satupun kelompok yang memiliki hak untuk menguasai atau merusak keamanan dan ketertiban di ibu kota ini," tambahnya.
Rencana Pelaksanaan dan Peserta
Menurut rencana, aksi akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada pukul 09.00 WIB. Rombongan akan berjalan menuju Istana Negara dan Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan orasi dan petisi.
"Kami mengharapkan minimal 5.000 peserta dari berbagai kalangan masyarakat Jember dan sekitarnya yang akan ikut serta dalam aksi ini. Peserta berasal dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, tokoh agama, dan masyarakat umum," ujar Budi.
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban, FMJM telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Mereka juga akan membawa bendera merah putih dan spanduk bertuliskan "Jaga Jakarta, Jaga Indonesia" sebagai simbol solidaritas nasional.
"Kami akan melaksanakan aksi ini secara damai dan tertib. Tidak ada aksi anarkisme atau tindakan yang melanggar hukum. Tujuan kami hanya menyampaikan aspirasi," jelas Budi.
Reaksi dari Pihak Terkait
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Ahmad Rifai, mengatakan pihaknya akan menyiapkan personel untuk mengamankan aksi tersebut. "Kami akan laksanakan pengamanan maksimal agar aksi berjalan aman dan tertib sesuai dengan perizinan yang telah diberikan," ujar Rifai.
Sementara itu, anggota DPRD Jember dari Fraksi PKS, Ahmad Fauzi, mendukung digelarnya aksi ini. Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi menjelang Pilpres.
"Ini bentuk demokrasi yang sehat. Masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap keamanan nasional. Namun, kami mengingatkan agar seluruh peserta menjalankan aksi dengan cara yang damai dan tertib," kata Fauzi.
Aspirasi yang Akan Disampaikan
Beberapa poin utama yang akan menjadi inti aspirasi dalam aksi ini antara lain menyerankan agar seluruh calon pemimpin negara mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi atau golongan.
"Kami juga menyerukan agar media massa berperan lebih objektif dalam menyajikan informasi politik, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu yang memecah belah," jelas Budi.
Selain itu, FMJM juga akan menyerukan agar KPU dan Bawaslu menjalankan tugasnya secara netral dan adil dalam menyelenggarakan Pemilu 2024.
"Kami percaya jika Jakarta aman, maka Indonesia aman. Mari kita jaga ibu kota kita bersama-sama," tutup Budi Santoso.
Comments (0)