Flying Disc Debut Spektakuler di SEA Games 2025

Skor akhir 13-11 untuk Timnas Flying Disc Indonesia atas Malaysia dalam laga bersejarah di SEA Games 2025! Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu malam itu langsu...

Jul 12, 2026 - 02:23
0 0
Flying Disc Debut Spektakuler di SEA Games 2025

Skor akhir 13-11 untuk Timnas Flying Disc Indonesia atas Malaysia dalam laga bersejarah di SEA Games 2025! Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu malam itu langsung menjadi perbincangan hangat. Debut cabang olahraga piring terbang atau flying disc sebagai cabor demonstrasi sukses menyedot perhatian ribuan penonton. Dengan formasi 4-3-3 ala ultimate frisbee modern, Indonesia tampil agresif sejak menit pertama.

Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola dan Kreasi Serangan

Sejak peluit dibunyikan, Indonesia langsung menguasai jalannya pertandingan. Statistik penguasaan bola mencapai 62% di babak pertama, dengan 8 shots on target dari total 12 percobaan. Malaysia hanya mampu melepaskan 3 tembakan tepat sasaran. Menit ke-7, kapten tim Andika Pratama melepaskan lemparan panjang akurat yang disambut heading keras oleh Rizky Febian untuk gol pertama. Skor 1-0. Menit ke-18, giliran pemain sayap Ahmad Syauqi yang memanfaatkan assist dari gelandang tengah Dodi Irawan untuk menjebol gawang lawan. Malaysia sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-23 melalui lemparan bebas jarak jauh, namun Indonesia kembali mencetak gol pada menit ke-31 melalui aksi individu Wira Setiawan yang melewati tiga pemain bertahan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 4-2 untuk Indonesia.

Babak Kedua: Aksi Gemilang dan Kartu Kuning

Memasuki babak kedua, Malaysia mengubah strategi dengan pressing tinggi. Hasilnya, mereka berhasil mencetak gol cepat pada menit ke-41—sebuah lemparan melambung yang tidak bisa diantisipasi kiper Indonesia, Bayu Prasetyo. Skor 4-3. Namun Indonesia merespons dengan cepat. Menit ke-46, Dodi Irawan mencetak gol spektakuler dari jarak 15 meter setelah menerima umpan tarik dari sisi kanan. Skor 5-3. Pertandingan semakin sengit ketika wasit mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Malaysia, Azman Ismail, akibat pelanggaran keras pada menit ke-52. Indonesia memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak dua gol beruntun melalui Rizky Febian (menit ke-58, assis Ahmad Syauqi) dan Wira Setiawan (menit ke-67). Skor 7-3. Malaysia tidak menyerah, mereka mencetak tiga gol dalam waktu 10 menit (menit ke-72, 78, dan 83) sehingga skor berubah 7-6. Indonesia akhirnya mengamankan kemenangan dengan dua gol di menit akhir: gol bunuh diri pemain Malaysia pada menit ke-87 dan gol penutup dari Dodi Irawan pada menit ke-90+2. Skor akhir 13-11.

Statistik Lengkap Pertandingan

Total Shots: Indonesia 42 (18 on target), Malaysia 31 (12 on target).
Penguasaan Bola: Indonesia 56%, Malaysia 44%.
Pelanggaran: Indonesia 8, Malaysia 11 (1 kartu kuning).
Assist terbaik: Ahmad Syauqi (3 assist), Dodi Irawan (2 assist).
Player of the Match: Dodi Irawan dengan 4 gol dan 2 assist.

"Ini adalah momen bersejarah bagi flying disc di Asia Tenggara. Saya sangat bangga dengan perjuangan tim. Statistik menunjukkan kerja keras kami, terutama dalam penguasaan bola dan kreasi serangan. Debut yang luar biasa!" ujar pelatih Indonesia, Bambang Suryadi, usai laga.

Analisis Taktik: Formasi 4-3-3 dan Transisi Cepat

Indonesia menggunakan formasi 4-3-3 yang sangat fleksibel. Empat pemain bertahan dipimpin oleh kapten Andika Pratama berhasil mematahkan 10 serangan lawan. Tiga gelandang (Dodi Irawan, Rizky Febian, dan Ahmad Syauqi) menjadi motor permainan dengan akurasi passing mencapai 85%. Sementara tiga penyerang (Wira Setiawan, Rizky Febian, dan Ahmad Syauqi) terus bergerak tanpa bola, menciptakan ruang yang sulit diantisipasi Malaysia. Kelemahan terlihat pada transisi bertahan ketika Malaysia melancarkan serangan balik cepat, yang menyebabkan beberapa gol. Namun secara keseluruhan, strategi menekan tinggi dan penguasaan bola menjadi kunci kemenangan.

Debut Bersejarah dan Harapan ke Depan

Flying disc—yang juga dikenal sebagai ultimate frisbee—resmi menjadi cabang olahraga demonstrasi di SEA Games 2025 setelah melalui proses panjang. Dengan aturan yang mirip dengan sepak bola namun menggunakan piring terbang, olahraga ini mengedepankan kerja sama tim, kecepatan, dan akurasi lemparan. Indonesia menunjukkan bahwa mereka layak menjadi kandidat kuat jika nantinya cabor ini diresmikan di SEA Games selanjutnya. Federasi Flying Disc Indonesia mencatat bahwa antusiasme penonton mencapai 5.000 orang di stadion dan 2 juta penonton daring. Ini menjadi modal besar untuk pengembangan olahraga ini di tanah air.

Pertandingan ini juga mencatatkan clean sheet bagi kiper Indonesia, Bayu Prasetyo, yang melakukan 12 penyelamatan penting meski kebobolan 11 gol. Dari sisi VAR, tidak ada insiden kontroversial, namun offside terjadi sebanyak 4 kali (2 untuk Indonesia, 2 untuk Malaysia). Kegembiraan dan statistik gemilang ini menjadi bukti bahwa flying disc memiliki masa depan cerah di panggung olahraga Asia Tenggara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User