Final Turnamen Usia Muda Jajalen Jaya: Drama Lima Gol di Tambun

Skor akhir 3-2! SSB Jajalen Jaya U-13 menutup laga final turnamen sepak bola usia muda di Lapangan Desa Jajalen Jaya, Tambun, Bekasi, dengan kemenangan dramatis atas SSB Bina Muda Tambun, Minggu sore....

Aug 11, 2026 - 13:06
0 0
Final Turnamen Usia Muda Jajalen Jaya: Drama Lima Gol di Tambun

Skor akhir 3-2! SSB Jajalen Jaya U-13 menutup laga final turnamen sepak bola usia muda di Lapangan Desa Jajalen Jaya, Tambun, Bekasi, dengan kemenangan dramatis atas SSB Bina Muda Tambun, Minggu sore. Gol penentu kemenangan lahir di menit ke-78 lewat sepakan keras gelandang serang Rizky Ramadhan dari luar kotak penalti — sebuah momen yang langsung disambut gemuruh ratusan penonton yang memadati pinggir lapangan sejak babak pertama.

Laga final kategori usia di bawah 13 tahun ini berjalan terbuka sejak peluit pertama dibunyikan. Jajalen Jaya, yang tampil dengan formasi 4-3-3, langsung menekan lewat kedua sayap. Hasilnya, menit ke-9, winger kiri Fajar Nugraha membuka keunggulan setelah menerima assist matang dari kapten tim, Dimas Prasetyo. Bina Muda yang mengusung formasi 4-2-3-1 tidak tinggal diam dan menyamakan kedudukan pada menit ke-21 melalui sundulan striker Arya Wibowo yang memanfaatkan skema sepak pojok.

Babak Pertama: Jual Beli Serangan Sejak Menit Awal

Data mencatat babak pertama berjalan relatif berimbang. Jajalen Jaya unggul dalam penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen, namun Bina Muda justru lebih efisien di depan gawang dengan 4 shots on target dari 7 percobaan, sementara tuan rumah mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran dari 9 upaya. Wasit juga mengeluarkan kartu kuning pertama pertandingan pada menit ke-27 untuk bek Bina Muda, Ilham Saputra, setelah pelanggaran keras terhadap Fajar di sisi kiri pertahanan.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, meski Jajalen Jaya nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-34 ketika tendangan bebas Dimas membentur mistar gawang. Sorak-sorai penonton yang didominasi orang tua dan warga desa membuat atmosfer laga usia muda ini terasa seperti pertandingan profesional — bukti nyata gairah sepak bola akar rumput di wilayah Tambun.

Babak Kedua: Drama Gol dan Penentuan di Menit Akhir

Interval kedua menjadi panggung sesungguhnya. Bina Muda berbalik unggul 2-1 pada menit ke-55 lewat skema serangan balik cepat yang diselesaikan dengan dingin oleh Arya Wibowo — gol keduanya di laga ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai top skor turnamen dengan 8 gol dari 5 pertandingan. Namun keunggulan itu hanya bertahan sembilan menit. Menit ke-64, Fajar Nugraha mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kesalahan kiper lawan dalam mengantisipasi umpan silang dari sisi kanan.

Puncak drama terjadi di pengujung laga. Menit ke-78, Rizky Ramadhan melepaskan tendangan keras kaki kanan dari jarak sekitar 20 meter yang menghujam sudut kiri atas gawang Bina Muda tanpa mampu dijangkau penjaga gawang. Skor 3-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, meski Bina Muda sempat mengklaim offside dalam satu peluang emas mereka di masa injury time yang dianulir hakim garis.

"Anak-anak bermain dengan hati. Kami memang menekankan transisi cepat sepanjang turnamen, dan hari ini mereka mengeksekusinya dengan sempurna. Ini bukan cuma soal trofi, tapi soal membangun mental bertanding sejak dini," ujar pelatih kepala Jajalen Jaya, Hendra Gunawan, usai laga.

Statistik Akhir dan Panggung Bibit Muda Bekasi

Secara keseluruhan, Jajalen Jaya unggul dalam hampir semua parameter permainan: penguasaan bola 56 persen, 12 tembakan dengan 6 shots on target, serta 7 sepak pojok berbanding 3 milik lawan. Bina Muda sendiri mencatat 9 tembakan dengan 5 tepat sasaran. Wasit mengeluarkan total 3 kartu kuning — dua untuk Bina Muda dan satu untuk tuan rumah — tanpa satu pun kartu merah. Kiper Jajalen Jaya, Raffi Akbar, juga layak mendapat sorotan berkat 4 penyelamatan krusial yang menjaga asa timnya hingga akhir laga, nyaris mengukir clean sheet andai dua gol Bina Muda tidak lahir dari situasi bola mati dan serangan balik.

Turnamen yang digelar di Lapangan Desa Jajalen Jaya ini diikuti 16 tim SSB dari wilayah Tambun dan sekitarnya, berlangsung selama dua pekan dengan sistem gugur. Ketua panitia pelaksana menyebut ajang ini sebagai ikhtiar membuka ruang kompetisi terstruktur bagi pesepak bola usia dini, sekaligus menjadi ajang pemantauan bakat bagi klub-klub pembinaan di Kabupaten Bekasi. Dari sisi individu, Fajar Nugraha keluar sebagai pemain terbaik final berkat dua golnya, sementara Dimas Prasetyo mencatatkan 2 assist yang menegaskan perannya sebagai motor serangan tim.

Dengan antusiasme penonton dan kualitas permainan yang ditunjukkan anak-anak ini, masa depan sepak bola usia muda di Tambun tampak cerah. Nama-nama seperti Fajar Nugraha, Rizky Ramadhan, dan Arya Wibowo pantas dicatat sebagai talenta yang wajib dipantau perkembangannya dalam beberapa tahun ke depan — karena dari lapangan desa seperti inilah bintang masa depan kerap kali lahir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User