Final Piala Presiden: Tavares Puji Kekuatan Persib

Skor akhir 2-1 menjadi bukti betapa sengitnya laga final Piala Presiden 2026 yang mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu malam. Namun, sebel...

Aug 07, 2026 - 02:42
0 0
Final Piala Presiden: Tavares Puji Kekuatan Persib

Skor akhir 2-1 menjadi bukti betapa sengitnya laga final Piala Presiden 2026 yang mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu malam. Namun, sebelum bola pertama ditendang, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sudah melontarkan pujian tulus kepada kekuatan lawannya. Dalam konferensi pers jelang laga, Tavares menegaskan bahwa Persib bukan sekadar tim besar, melainkan mesin sepak bola yang terorganisir dengan sangat rapi.

"Mereka punya starting XI yang luar biasa dalam, dengan rotasi yang tidak menurunkan kualitas. Ini akan menjadi ujian terbesar bagi kami musim ini," ujar Tavares dengan nada serius. Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Data menunjukkan Persib memenangi 80% duel udara sepanjang turnamen, sebuah angka yang membuat lini belakang Persebaya harus bekerja ekstra keras.

Analisis Taktik: Formasi 4-3-3 vs 3-4-3

Dari sisi taktik, Tavares diperkirakan akan mempertahankan formasi 4-3-3 yang menjadi ciri khasnya, dengan fokus pada transisi cepat melalui sayap. Sementara itu, Persib di bawah asuhan pelatih mereka diprediksi tampil dengan 3-4-3 yang lebih agresif, memanfaatkan wing-back untuk menekan pertahanan lawan. Statistik penguasaan bola dalam lima pertandingan terakhir menunjukkan Persib unggul tipis dengan rata-rata 58%, sedangkan Persebaya hanya 47%. Namun, Tavares tidak gentar.

"Penguasaan bola tidak selalu menentukan segalanya. Kami punya rencana untuk memanfaatkan celah di belakang mereka. Kunci utamanya adalah disiplin posisi dan kecepatan serangan balik," tambahnya. Menit ke-12 menjadi momen pertama yang menegangkan ketika striker Persib, David da Silva, melepaskan tendangan voli yang masih bisa ditepis kiper Persebaya. Tiga menit berselang, giliran Persebaya yang mengancam melalui sepakan jarak jauh gelandang mereka, tetapi masih melambung tipis di atas mistar.

Babak Pertama: Pertarungan Fisik dan Kartu Kuning

Babak pertama berjalan dengan tempo tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan, tetapi pertahanan kokoh membuat skor tetap 0-0 hingga menit ke-40. Kartu kuning pertama dikeluarkan wasit pada menit ke-27 setelah pelanggaran keras dilakukan bek Persebaya terhadap pemain sayap Persib. Statistik shots on target di babak pertama menunjukkan Persib unggul 4-2, namun kiper Persebaya tampil gemilang dengan tiga penyelamatan krusial. Menit ke-44, Persib hampir mencetak gol melalui sundulan bek tengah mereka, tetapi VAR memutuskan posisi offside setelah pemeriksaan panjang.

"Kami harus lebih tenang di depan gawang. Peluang itu ada, tapi penyelesaian akhirnya kurang maksimal," komentar asisten pelatih Persib saat jeda. Tavares di sisi lain terlihat sibuk memberi instruksi kepada lini tengahnya untuk lebih menekan area kreatif Persib. Ia menarik satu gelandang bertahan dan memasukkan penyerang kedua, mengubah formasi menjadi 4-2-4 yang lebih ofensif.

Babak Kedua: Drama Gol dan Assist Kunci

Keputusan Tavares langsung membuahkan hasil. Menit ke-58, umpang terobosan dari gelandang serang Persebaya berhasil diterima dengan baik oleh penyerang sayapnya, yang kemudian melepaskan tembakan keras ke sudut kiri gawang. Skor menjadi 1-0 untuk Persebaya. Namun, kegembiraan hanya bertahan tujuh menit. Menit ke-65, Persib menyamakan kedudukan melalui skema sepak pojok. Assist cantik dari eksekutor tendangan pojok disambut dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau kiper. Skor imbang 1-1.

Pertandingan semakin memanas. Menit ke-78, Persib mendapat peluang emas melalui tendangan bebas dari jarak 25 meter, tetapi bola menghantam tiang gawang. Tavares segera melakukan pergantian pemain ketiga dengan memasukkan pemain bertahan tambahan untuk mengamankan lini belakang. Namun, menit ke-85, bencana datang bagi Persebaya. Kesalahan komunikasi antara bek dan kiper membuat striker Persib leluasa mencetak gol kedua. Skor akhir 2-1 untuk Persib, dan mereka berhak mengangkat trofi Piala Presiden 2026.

Pujian Tavares dan Statistik Akhir

Setelah laga, Tavares tetap menunjukkan sportivitasnya. "Saya sudah katakan sebelumnya, Persib adalah tim yang kuat. Mereka pantas menang hari ini. Kami belajar banyak dari pertandingan ini," ucapnya dengan wajah kecewa namun tetap tenang. Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola Persib 55% berbanding 45% untuk Persebaya, dengan total shots 14-9 dan shots on target 6-4. Persib juga mencatatkan 12 pelanggaran, sementara Persebaya 15, dengan total 4 kartu kuning untuk masing-masing tim.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Persebaya, tetapi pujian Tavares kepada Persib bukanlah basa-basi. Ia melihat langsung betapa solidnya pertahanan lawan, yang hanya kebobolan 3 gol sepanjang turnamen. "Clean sheet adalah mimpi, tapi kami harus realistis. Mereka punya kualitas individu yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Kami akan kembali lebih kuat," pungkasnya. Dengan demikian, Persib layak dinobatkan sebagai juara, sementara Persebaya harus puas dengan status runner-up.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User