Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Leandro Paredes di Pusat Masalah

Gelaran final Piala Dunia 2026 yang seharusnya ditutup dengan pesta dan selebrasi justru berakhir dengan noda. Kericuhan massal pecah hanya hitungan detik setelah wasit meniup peluit panjang, dan satu...

Aug 07, 2026 - 19:29
0 0
Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Leandro Paredes di Pusat Masalah

Gelaran final Piala Dunia 2026 yang seharusnya ditutup dengan pesta dan selebrasi justru berakhir dengan noda. Kericuhan massal pecah hanya hitungan detik setelah wasit meniup peluit panjang, dan satu nama langsung menjadi pusat perhatian dunia: gelandang Argentina, Leandro Paredes. Pemain berusia 32 tahun itu terekam kamera memicu konfrontasi yang akhirnya menyeret puluhan pemain, ofisial, dan staf pelatih dari kedua kubu ke tengah lapangan.

Insiden bermula saat para pemain saling bersalaman usai laga yang berjalan ketat sejak menit pertama. Paredes terlihat menghampiri seorang pemain lawan, melontarkan kata-kata, lalu terjadi aksi saling dorong. Dalam sekejap, bangku cadangan kedua tim kosong melompong — seluruh pemain pengganti dan anggota tim kepelatihan berhamburan masuk ke lapangan untuk membela rekan masing-masing.

Kronologi Kericuhan Usai Peluit Panjang

Berdasarkan tayangan ulang, Paredes tampak tidak puas dengan sesuatu yang terjadi di pengujung pertandingan. Ia berjalan menghampiri kerumunan pemain lawan yang tengah berkumpul, lalu terlibat adu mulut sebelum kontak fisik pertama terjadi. Situasi langsung tak terkendali ketika lebih dari 20 orang terlibat dalam satu titik kerumunan di lingkar tengah lapangan.

Petugas keamanan stadion dan ofisial pertandingan butuh waktu beberapa menit untuk memisahkan kedua kubu. Beberapa pemain senior dari masing-masing tim terlihat berusaha menenangkan rekan setimnya, sementara Paredes sendiri harus ditarik menjauh oleh rekan-rekannya di Albiceleste. Tim ofisial pertandingan dilaporkan mencatat sejumlah nama untuk dimasukkan dalam laporan resmi kepada FIFA, dengan Paredes disebut-sebut berada di urutan teratas daftar tersebut.

Ironisnya, kericuhan ini terjadi di depan puluhan ribu penonton yang masih memadati tribun dan jutaan pasang mata yang menyaksikan lewat layar kaca. Momen yang seharusnya menjadi panggung penghormatan bagi sang juara dunia baru justru tercoreng oleh adegan yang tidak pantas ditonton anak-anak di seluruh dunia.

Rekam Jejak Paredes: Bukan Pertama Kali

Bagi penggemar sepak bola yang mengikuti perjalanan Paredes, insiden semacam ini bukanlah hal baru. Nama gelandang bertahan itu sudah lama identik dengan gaya bermain agresif dan provokatif. Contoh paling nyata terjadi di Piala Dunia 2022 di Qatar, tepatnya pada perempat final melawan Belanda. Kala itu, Paredes dengan sengaja menendang bola keras-keras ke arah bangku cadangan lawan, memicu keributan besar yang melibatkan hampir seluruh pemain kedua tim. Ia hanya diganjar kartu kuning atas aksi tersebut — keputusan yang sampai sekarang masih diperdebatkan.

Di level klub, catatan disiplinnya juga jauh dari bersih. Sepanjang kariernya bersama klub-klub besar Eropa seperti Paris Saint-Germain, Juventus, dan AS Roma, Paredes kerap menjadi pemain dengan jumlah pelanggaran tertinggi di timnya. Perannya sebagai gelandang jangkar memang menuntut ketegasan, tetapi tak jarang ia melewati batas dan justru merugikan timnya sendiri lewat kartu-kartu yang sebenarnya bisa dihindari.

Yang membuat situasi kali ini lebih disayangkan adalah momen dan panggungnya. Ini bukan laga fase grup atau pertandingan liga domestik biasa — ini adalah final Piala Dunia, pertandingan paling banyak disaksikan di planet ini, di mana setiap tindakan pemain menjadi cerminan bagi jutaan penggemar muda.

Ancaman Sanksi FIFA Menanti

Kini, Paredes dan sejumlah pemain lain yang terlibat harus menanti keputusan Komite Disiplin FIFA. Berdasarkan regulasi, pemain yang terbukti memicu atau terlibat dalam kericuhan pasca-pertandingan dapat dijatuhi hukuman berupa larangan bertanding, denda, atau bahkan sanksi tambahan bagi federasi yang menaunginya. Rekaman video dari berbagai sudut kamera dipastikan menjadi barang bukti utama dalam sidang disiplin nanti.

Sejumlah pihak menilai hukuman berat pantas dijatuhkan, mengingat insiden ini terjadi di pertandingan dengan sorotan terbesar. Ada pula yang meminta FIFA menindak tegas semua pemain yang meninggalkan bangku cadangan, sesuai aturan yang sebenarnya sudah jelas tertulis, namun kerap diabaikan dalam praktiknya di lapangan.

Terlepas dari hasil akhir pertandingan dan siapa yang akhirnya mengangkat trofi, satu hal yang pasti: final Piala Dunia 2026 akan selalu diingat bukan hanya karena sepak bolanya, tetapi juga karena kericuhan memalukan di pengujung laga. Dan nama Leandro Paredes, sekali lagi, tercatat sebagai aktor utamanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User