Oct 27, 2026
Olahraga

Final Gulf Cup 2026 Memanas: UEA Dihujani Botol Usai Dikalahkan Arab Saudi

Skor akhir 2-1 untuk Arab Saudi atas Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga final Gulf Cup 2026 di Stadion King Fahd, Riyadh, Rabu (7/10) malam waktu setempat, ternyata bukan satu-satunya catatan penting da...

Final Gulf Cup 2026 Memanas: UEA Dihujani Botol Usai Dikalahkan Arab Saudi

Skor akhir 2-1 untuk Arab Saudi atas Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga final Gulf Cup 2026 di Stadion King Fahd, Riyadh, Rabu (7/10) malam waktu setempat, ternyata bukan satu-satunya catatan penting dari pertandingan tersebut. Insiden pelemparan botol ke arah pemain UEA oleh sebagian suporter tuan rumah mewarnai momen setelah peluit panjang ditiup wasit.

Jalannya Pertandingan: Dua Gol Tuan Rumah di Babak Kedua

Bertanding di hadapan lebih dari 60.000 penonton, Arab Saudi tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan penguasaan bola di lini tengah. Tim asuhan pelatih Hervé Renard itu mencatat penguasaan bola mencapai 58 persen sepanjang laga, dengan 7 shots on target dari total 14 percobaan. Sementara UEA yang menggunakan skema 4-4-2 bertahan rapat, hanya mampu melepaskan 3 shots on target dari 8 tendangan.

Menit ke-23, gelandang Arab Saudi, Salem Al-Dawsari, membuka keunggulan lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti setelah menerima assist terukur dari Firas Al-Buraikan. Bola meluncur deras ke sudut kanan gawang UEA tanpa mampu dijangkau kiper Khalid Eisa. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, UEA mencoba menaikkan garis pertahanan. Menit ke-58, Ali Mabkhout menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri. Namun, keunggulan tuan rumah kembali tercipta pada menit ke-74 melalui sundulan Abdullah Al-Hamdan setelah kemelut di depan gawang. Wasit sempat mengecek VAR untuk potensi offside, namun gol dinyatakan sah.

Insiden Pelemparan Botol dan Reaksi Kedua Kubu

Selepas laga usai, suasana berubah panas. Sejumlah suporter Arab Saudi yang tidak puas dengan provokasi verbal dari pemain UEA disebut melemparkan botol air mineral ke arah pemain tamu yang sedang melakukan pendinginan. Beberapa botol mengenai area bench UEA, memaksa petugas keamanan stadion bergerak cepat membentuk barikade.

Kapten UEA, Walid Abbas, terlihat mengangkat tangan meminta suporter menahan diri. Tidak ada laporan korban luka serius, namun insiden ini mencoreng pesta final turnamen dua tahunan tersebut.

"Kami menang di lapangan, tetapi kami kehilangan rasa hormat di luar lapangan. Sepak bola seharusnya tidak seperti ini," ujar Renard dalam konferensi pers usai laga.

Pelatih UEA, Paulo Bento, menyayangkan kejadian tersebut. "Kekalahan adalah bagian dari sepak bola, tetapi keselamatan pemain adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kami berharap pihak berwenang menindaklanjuti insiden ini," tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, panitia penyelenggara Gulf Cup belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi.

Statistik Kunci dan Catatan Turnamen

Arab Saudi menutup turnamen dengan clean sheet hanya sekali sepanjang fase gugur, namun lini serang mereka menjadi yang paling produktif dengan total 11 gol. Al-Dawsari keluar sebagai top skor dengan 5 gol dan 3 assist. Di sisi lain, UEA harus puas dengan status runner-up meski mencatat kartu kuning terbanyak (14 kartu) sepanjang turnamen.

Kemenangan ini menjadi gelar Gulf Cup keempat bagi Arab Saudi dalam satu dekade terakhir. Namun, insiden pelemparan botol menjadi catatan kelam yang akan diingat publik sepak bola Timur Tengah. Federasi Sepak Bola Asia (AFC) dijadwalkan menggelar rapat darurat untuk membahas laporan wasit dan pengawas pertandingan.

Pertandingan final ini sebenarnya menyuguhkan intensitas tinggi khas derby Teluk. Kedua tim mencatat total 28 pelanggaran dan 6 kartu kuning. Wasit asal Kuwait, Ahmad Al-Ali, sempat dihujani protes dari kedua bench di menit ke-80 usai menganulir gol kedua UEA karena offside.

Dengan hasil ini, Arab Saudi berhak atas hadiah utama 2 juta dolar AS, sedangkan UEA menerima 1 juta dolar AS. Namun, bagi banyak pengamat, pertanyaan terbesar bukan soal hadiah, melainkan bagaimana sepak bola Teluk dapat menjaga sportivitas di tengah rivalitas yang memanas. Insiden botol di Riyadh menjadi alarm bahwa euforia kemenangan tidak boleh mengorbankan rasa hormat kepada lawan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User