Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Malam bersejarah bagi La Furia Roja. Di bawah gemerlap lampu MetLife Stadium, New Jersey, Spanyol mengakhiri penantian 16 tahun dengan menggulung juara bertahan Argentina 3-1 dalam final Piala Dunia 2...

Jul 28, 2026 - 00:02
0 0
Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Malam bersejarah bagi La Furia Roja. Di bawah gemerlap lampu MetLife Stadium, New Jersey, Spanyol mengakhiri penantian 16 tahun dengan menggulung juara bertahan Argentina 3-1 dalam final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026). Nama Ferran Torres menjadi pahlawan berkat dwigol krusial yang mengubur ambisi La Albiceleste mempertahankan trofi.

Babak Pertama Senyap, Lalu Badai Datang

Argentina, yang mengandalkan formasi 4-3-3 cair, memulai laga dengan dominasi penguasaan bola hingga 61% di 20 menit awal. Lionel Messi—dalam turnamen terakhirnya—beberapa kali mengirim umpan terobosan yang hampir dituntaskan Julián Álvarez. Namun, lini belakang Spanyol yang dikawal Pau Cubarsí dan Robin Le Normand tampil disiplin. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, meski Spanyol mencatatkan 3 shots on target berbanding 2 milik Argentina.

Memasuki babak kedua, pelatih Luis de la Fuente mengubah pendekatan dengan memerintahkan Pedri dan Gavi lebih agresif menusuk dari lini kedua. Hasilnya instan: menit ke-52, umpan silang Alejandro Balde dari sisi kiri disambar sundulan Ferran Torres yang lepas dari kawalan Nahuel Molina. Bola menghujam gawang Emiliano Martínez. Gol! Spanyol unggul 1-0.

Letupan Tiga Gol Spanyol dan Drama VAR

Stadion bergemuruh. Argentina bereaksi dengan meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-67, sepakan keras Enzo Fernández dari luar kotak penalti sempat membentur tiang. Namun, petaka datang bagi Argentina di menit ke-73. Serangan balik cepat Spanyol: Nico Williams menusuk di kanan, memberikan umpan datar ke kotak penalti. Bola sempat mengenai tangan Cristian Romero. Wasit Danny Makkelie menunjuk titik putih setelah mengecek VAR. Keputusan kontroversial, tetapi Ferran Torres yang menjadi algojo mengeksekusi dengan dingin ke pojok kiri bawah. Skor berubah 2-0.

Ferran merayakan gol keduanya dengan berlari ke sudut lapangan, membentuk gestur “telinga” khasnya—sebuah simbol yang telah menjadi trademark. Momen ini terekam sempurna oleh fotografer AFP dan menjadi ikon malam final. Argentina bukan tanpa perlawanan. Menit ke-84, tendangan bebas Messi dari jarak 22 meter meluncur mulus ke gawang Unai Simón yang tercatat membuat 6 penyelamatan sepanjang laga. Harapan sempat hidup.

Namun, hanya tiga menit berselang, Spanyol memastikan gelar. Lagi-lagi kombinasi sayap: kali ini Lamine Yamal yang masuk sebagai pemain pengganti mengirim asis matang yang diselesaikan Joselu dari jarak dekat. Skor akhir 3-1. Argentina yang mencatatkan penguasaan bola 58% dan total 15 tembakan (7 on target) harus mengakui keunggulan efisiensi Spanyol: hanya 4 tembakan tepat sasaran dari 9 percobaan, namun berbuah tiga gol.

Statistik dan Fakta Kunci Laga

Ferran Torres menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol di final Piala Dunia sejak Kylian Mbappé (2022). Sepanjang turnamen, ia mengoleksi 7 gol dan 2 asis, cukup untuk menyabet Sepatu Emas Qatar Airways. Starting XI Spanyol—dengan rata-rata usia 24,3 tahun—menjadi tim termuda yang memenangkan final sejak Brasil 1970. Sementara itu, Messi mencatatkan 11 umpan kunci dan 4 dribel sukses, tetapi tak mampu menginspirasi kemenangan.

Dalam konferensi pers, De la Fuente memuji mental anak asuhnya: “Kami tahu Argentina akan mendominasi bola. Rencana kami adalah transisi cepat, dan Ferran adalah predator di kotak penalti.” Di sisi lain, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui, “Keputusan penalti mengubah momentum, tapi kami harus menerima. Selamat untuk Spanyol.”

Gelar ini adalah yang kedua bagi Spanyol setelah 2010, sekaligus menegaskan kebangkitan generasi emas anyar yang dipadukan oleh Pedri, Gavi, Williams, dan Torres. Perayaan di lapangan, dengan confetti merah-kuning dan tarian flamenco spontan, menjadi penutup sempurna bagi perhelatan empat tahunan yang dimulai di Amerika Utara.

Ferran Torres, dengan dua medali emas (Euro 2024 dan Piala Dunia 2026) di usianya yang ke-26, kini sejajar dengan para legenda. Selebrasinya di MetLife bukan hanya tentang gol—melainkan deklarasi bahwa Spanyol kembali menjadi raja sepak bola dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User