Ferran Torres Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026 di New Jersey
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu malam waktu setempat, akan dikenang sebagai salah satu final Piala Dunia paling dramatis ...
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu malam waktu setempat, akan dikenang sebagai salah satu final Piala Dunia paling dramatis sepanjang sejarah. Ferran Torres mencetak dua gol di babak kedua, membalikkan defisit sekaligus mengamankan trofi pertama La Roja sejak 2010. Pertandingan yang berlangsung hingga dini hari WIB ini menyajikan tempo tinggi, lima gol, dan duel taktik kelas dunia antara Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni.
Babak Pertama: Argentina Mengejutkan, Spanyol Merespons
Menit ke-18, Julián Álvarez membuka skor untuk Argentina. Berawal dari skema serangan balik cepat, Lionel Messi menusuk dari kanan dan mengirim umpan terukur ke kotak penalti. Álvarez, yang memulai laga sebagai ujung tombak dalam formasi 4-3-3 Argentina, melepaskan penyelesaian klinis ke sudut kiri gawang Unai Simón. Skor 1-0. Penguasaan bola saat itu menunjukkan Argentina hanya memegang 38 persen, namun efektivitas serangan mereka luar biasa.
Spanyol tidak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-34, Pedri menyamakan kedudukan lewat kerja sama apik dengan Ferran Torres. Menerima umpan tarik dari sisi kiri, Pedri yang berdiri bebas di tepi kotak penalti melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau Emiliano Martínez. Skor 1-1. Statistik shots on target hingga menit ke-40: Spanyol 3, Argentina 2.
Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time babak pertama. Menit ke-45+2, wasit menunjuk titik putih setelah Rodri dinyatakan melakukan handball di kotak terlarang. Sempat dilakukan pengecekan VAR selama hampir dua menit, namun keputusan tetap diambil. Messi maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan dingin — mengirim bola ke kanan, sementara Simón bergerak ke kiri. Skor 2-1 untuk Argentina di penghujung babak pertama.
Babak Kedua: Kebangkitan Ferran Torres
Memasuki babak kedua, Luis de la Fuente menginstruksikan Nico Williams dan Lamine Yamal untuk lebih agresif melebar. Perubahan ini mulai membuahkan hasil. Menit ke-67, Ferran Torres mencetak gol penyama kedudukan. Berawal dari umpan terobosan Gavi yang merobek lini tengah Argentina, Torres melakukan tusukan diagonal dari sisi kanan, melewati Nicolás Otamendi, dan melepaskan tendangan keras ke tiang dekat. Martínez tak berkutik. Skor berubah 2-2.
Spanyol terus menggempur. Penguasaan bola naik menjadi 57 persen, dengan total shots on target mencapai angka 8 berbanding 5 milik Argentina hingga menit ke-80. Intensitas serangan La Roja tak memberi ruang bagi Argentina untuk bernapas. Nico Williams, yang tampil energik di sisi kiri, menjadi kreator utama peluang-peluang berbahaya.
Menit ke-83, gol penentu datang. Williams menusuk dari kiri dan mengirim umpan silang melengkung ke kotak penalti. Ferran Torres, yang menusuk dari lini kedua, menyambut bola dengan volley kaki kanan yang sempurna. Bola meluncur deras ke sudut kanan atas gawang. 3-2. Torres berlari ke pojok lapangan, merayakan gol keduanya malam itu dengan gemuruh puluhan ribu pendukung Spanyol yang memadati MetLife Stadium.
Argentina mencoba merespons. Scaloni memasukkan Ángel Di María dan Lautaro Martínez untuk menambah daya gedor. Namun, lini belakang Spanyol yang dikomandoi Aymeric Laporte tampil disiplin. Sebuah peluang emas Di María di menit ke-89 berhasil dimentahkan Unai Simón dengan refleks brilian. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-2 tetap bertahan.
Ferran Torres: Dua Gol, Satu Trofi, Sejarah Abadi
Sepanjang 90 menit, Ferran Torres mencatatkan dua gol dari tiga shots on target, ditambah satu assist untuk gol Pedri di babak pertama. Kontribusinya mencakup tiga dari total gol Spanyol malam itu. Statistik individu Torres menunjukkan tingkat konversi tembakan ke gol sebesar 66,7 persen — efisiensi yang luar biasa dalam laga sebesar final Piala Dunia.
Formasi 4-3-3 Spanyol yang diterapkan De la Fuente terbukti fleksibel. Saat bertahan, Gavi turun membantu Rodri di lini tengah, membentuk blok 4-4-2. Saat menyerang, Nico Williams dan Lamine Yamal melebar maksimal, membuka ruang bagi Ferran Torres untuk menusuk sebagai inverted winger. Pola inilah yang menghasilkan gol kedua dan ketiga.
Kami tahu Argentina akan memberikan segalanya. Tapi kami percaya pada identitas kami — menguasai bola, bersabar, dan menyerang di momen yang tepat,
Demikian ucapan Luis de la Fuente usai pertandingan, menggambarkan keyakinan yang membawa La Roja ke puncak dunia. Kemenangan ini bukan hanya soal taktik, melainkan juga mental baja yang diperlihatkan setelah tertinggal dua kali.
Spanyol menutup turnamen dengan catatan impresif: enam kemenangan dan satu hasil imbang sepanjang Piala Dunia 2026. Total gol: 15. Kebobolan: 5. Clean sheet: 3. Argentina, sang juara bertahan dari 2022, harus mengakui keunggulan generasi muda Spanyol yang haus trofi. Bagi Ferran Torres, malam di New Jersey adalah puncak karier: dua gol, satu assist, dan trofi Piala Dunia yang ia angkat tinggi di hadapan dunia.
Comments (0)