Ferran Torres Angkat Trofi Piala Dunia 2026, Spanyol Juara Dunia

Skor akhir 2-1 atas Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026 mengubah segalanya. Kurang dari 24 jam berselang, Ferran Torres berdiri di atas panggung Cibeles Square, Madrid, mengang...

Aug 07, 2026 - 19:52
0 0
Ferran Torres Angkat Trofi Piala Dunia 2026, Spanyol Juara Dunia

Skor akhir 2-1 atas Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026 mengubah segalanya. Kurang dari 24 jam berselang, Ferran Torres berdiri di atas panggung Cibeles Square, Madrid, mengangkat trofi Piala Dunia 2026 ke langit ibu kota pada 20 Juli 2026, disambut ratusan ribu suporter yang memadati jantung kota. Penyerang Barcelona itu menjadi aktor utama kemenangan La Roja lewat gol pembuka pada menit ke-34, sebelum Nico Williams menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Argentina hanya mampu membalas sekali melalui Julián Álvarez pada menit ke-81.

Angka-angka pertandingan final berbicara jelas. Spanyol mencatatkan penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen, melepaskan 7 shots on target dari 15 percobaan, sementara Argentina hanya mampu membukukan 3 tembakan tepat sasaran dari 9 usaha. La Roja juga unggul telak dalam jumlah tendangan sudut, 8 berbanding 4, bukti dominasi wilayah serangan sepanjang 90 menit.

Babak Pertama: Kontrol Total La Roja

Luis de la Fuente menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3: Unai Simón di bawah mistar; Dani Carvajal, Robin Le Normand, Pau Cubarsí, dan Marc Cucurella di lini belakang; Rodri, Pedri, dan Dani Olmo mengendalikan lini tengah; sementara trisula depan diisi Lamine Yamal, Ferran Torres, dan Nico Williams. Sejak peluit dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif. Rodri menjadi metronom dengan 94 persen akurasi umpan di babak pertama, memutus setiap aliran serangan lawan sebelum berkembang.

Menit ke-34, momen yang dinanti tiba. Lamine Yamal menerima bola di sisi kanan, mengecoh satu bek, lalu melepaskan umpan silang mendatar yang disambut Ferran Torres dengan penyelesaian kaki kiri ke sudut jauh gawang. 1-0 untuk Spanyol. Itu adalah gol keempat Torres di turnamen ini, sekaligus assist ketiga Yamal sepanjang Piala Dunia 2026. Argentina mencoba merespons lewat skema serangan balik, tetapi barisan pertahanan Spanyol tampil disiplin hingga turun minum.

Drama Babak Kedua di MetLife Stadium

Interval tidak mengubah peta permainan. Menit ke-67, Pedri mengirim umpan terobosan membelah dua bek tengah Argentina, dan Nico Williams melesat sebelum menaklukkan kiper lewat tembakan mendatar. 2-0, dan tribun berwarna merah kuning meledak. Argentina memperkecil kedudukan pada menit ke-81 melalui sundulan Julián Álvarez memanfaatkan situasi sepak pojok, membuat sembilan menit akhir berjalan menegangkan.

Wasit sempat meninjau VAR pada menit ke-88 setelah klaim penalti dari kubu Argentina atas duel di kotak terlarang, tetapi keputusan akhir menyatakan tidak ada pelanggaran. Unai Simón kemudian melakukan penyelamatan krusial di masa injury time, mementahkan tendangan keras dari luar kotak penalti. Peluit panjang berbunyi, Spanyol resmi menyandang status juara dunia.

Ferran Torres, dari Peran Rotasi ke Pahlawan

Perjalanan Torres di turnamen ini layak dicatat tebal. Sempat memulai fase grup sebagai opsi rotasi, ia menjawab kepercayaan pelatih dengan 4 gol dan 2 assist dalam 6 penampilan. Golnya di partai final melengkapi kontribusi konsisten sejak babak 16 besar, termasuk satu gol penentu di semifinal. Efisiensinya luar biasa: 4 gol dari 9 shots on target, rasio konversi yang membuatnya menjadi salah satu penyerang paling klinis di Piala Dunia 2026.

"Ferran adalah contoh pemain yang tidak pernah berhenti percaya. Dia bekerja dalam diam, dan malam ini dia mendapatkan momennya. Trofi ini milik seluruh skuad, milik Spanyol," ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga.

Pesta Rakyat di Cibeles Square

Keesokan harinya, 20 Juli 2026, Madrid berubah menjadi lautan merah dan emas. Ratusan ribu suporter memadati Cibeles Square sejak pagi untuk menyambut kepulangan para pahlawan. Torres, bersama kapten tim, mengangkat trofi tepat di depan air mancur ikonik itu, diapit Lamine Yamal dan Rodri yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen. Konfeti berhamburan ketika skuad mempersembahkan trofi kepada publik Madrid.

Gelar ini menjadi Piala Dunia kedua dalam sejarah Spanyol setelah kejayaan 2010, sekaligus menegaskan era baru La Roja yang dibangun di atas fondasi possession football, pressing intensif, dan generasi emas yang baru saja memasuki usia matang. Dengan rata-rata usia starting XI final hanya 25,4 tahun, dominasi Spanyol di pentas dunia tampaknya baru saja dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User