Ferran Torres Angkat Trofi Piala Dunia 2026 di Cibeles, Madrid Berpesta
Skor akhir 2-1 — Spanyol menaklukkan Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, 19 Juli 2026, dan kurang dari 24 jam berselang Ferran Torres berdiri gagah di Cibeles Squar...
Skor akhir 2-1 — Spanyol menaklukkan Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, 19 Juli 2026, dan kurang dari 24 jam berselang Ferran Torres berdiri gagah di Cibeles Square, Madrid, mengangkat trofi emas itu di hadapan lautan manusia pada 20 Juli 2026. Inilah malam yang dinanti La Roja sejak 2010, dan Torres menjadi wajah dari generasi emas baru sepak bola Spanyol.
Menit ke-34, Torres membuka keunggulan Spanyol di final. Menerima assist terukur dari Lamine Yamal di sisi kanan, penyerang 26 tahun itu melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang bersarang di pojok atas gawang Emiliano Martínez. Gol keempat Torres di turnamen ini disambut gemuruh lebih dari 80 ribu penonton yang memadati stadion.
Babak Pertama: Dominasi Total La Roja
Luis de la Fuente menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3: Unai Simón di bawah mistar; Carvajal, Le Normand, Laporte, dan Cucurella mengawal lini belakang; Rodri menjadi jangkar dikawal Pedri serta Dani Olmo; trisula Yamal, Torres, dan Nico Williams mengisi lini depan. Hasilnya terlihat jelas: penguasaan bola 64 persen di 45 menit pertama dengan 5 shots on target berbanding satu milik Argentina. Menit ke-21, Nico Williams nyaris menggandakan keunggulan, namun golnya dianulir karena offside setelah tinjauan VAR selama dua menit. Argentina semakin tertekan setelah Rodrigo De Paul menerima kartu kuning menit ke-29 akibat tekel keras terhadap Pedri.
Babak Kedua: Drama, VAR, dan Gol Penentu
Argentina bangkit selepas jeda. Menit ke-57, Julián Álvarez menyamakan kedudukan 1-1 lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Enzo Fernández — gol yang sempat diperiksa VAR untuk dugaan pelanggaran sebelum dinyatakan sah. Tekanan Albiceleste berlanjut ketika tembakan Alexis Mac Allister membentur tiang menit ke-66. Namun menit ke-78, skenario indah lahir dari kaki Rodri yang memenangi duel di lini tengah; bola mengalir ke Yamal, dan umpan terobosannya diselesaikan Pedri dengan sepakan mendatar nan dingin. 2-1 untuk Spanyol. Sisa laga diwarnai kartu kuning untuk Cristian Romero serta aksi heroik Unai Simón menepis tendangan bebas Lionel Messi di menit ke-89. Statistik akhir mencatat penguasaan bola 58 persen untuk Spanyol dengan 8 shots on target berbanding 3, plus 14 umpan kunci dari lini tengah La Roja.
Torres dan Pesta Rakyat di Cibeles
Sehari berselang, Madrid berubah menjadi lautan merah-kuning. Rombongan tim tiba dari Amerika Serikat dan langsung menuju Cibeles Square, lokasi tradisional perayaan gelar Spanyol. Torres, yang mengoleksi 4 gol dan 2 assist sepanjang turnamen, menjadi pemain pertama yang mengangkat trofi di hadapan suporter. Meski gagal mencatat hat-trick di final, kontribusinya tetap vital di setiap fase. Sepanjang turnamen, La Roja membukukan 6 kemenangan dan 1 hasil imbang, termasuk clean sheet 2-0 atas Prancis di semifinal. Hebatnya, tidak ada satu pun kartu merah yang diterima Spanyol dalam tujuh laga — bukti nyata disiplin taktik racikan De la Fuente.
Kami berjanji membawa pulang trofi ini, dan malam ini Madrid melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ferran dan seluruh pemain menunjukkan bahwa sepak bola Spanyol adalah tentang keberanian menguasai bola di momen tersulit, ujar Luis de la Fuente dari atas panggung perayaan.
Bagi Torres, malam di Cibeles melengkapi musim yang sempurna. Dari pemain yang sempat diragukan, ia menjelma menjadi penyerang utama La Roja dengan performa konsisten sejak fase grup — dua gol ke gawang Jepang, satu gol krusial di perempat final kontra Jerman, dan gol pembuka di partai puncak. Kini namanya terukir sejajar dengan para legenda yang pernah berdiri di titik yang sama pada 2010, dan pesta di Cibeles menjadi penanda bahwa era baru Spanyol telah resmi dimulai.
Comments (0)