Fajar/Fikri Tembus Final Denmark Open 2025 Usai Taklukkan Ganda China

Odense bergemuruh! Skor akhir 21-17, 21-19 menjadi milik Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang memastikan satu tempat di final Denmark Open 2025 setelah menyingkirkan ganda putra elite China, Lia...

Aug 10, 2026 - 13:47
0 0
Fajar/Fikri Tembus Final Denmark Open 2025 Usai Taklukkan Ganda China

Odense bergemuruh! Skor akhir 21-17, 21-19 menjadi milik Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang memastikan satu tempat di final Denmark Open 2025 setelah menyingkirkan ganda putra elite China, Liang Wei Keng/Wang Chang, pada semifinal yang digelar di Jyske Bank Arena, Sabtu (18/10) malam WIB. Duel berdurasi 42 menit itu menjadi panggung sempurna bagi pasangan Indonesia untuk menunjukkan kelas mereka di turnamen level Super 750.

Sejak servis pembuka, Fajar/Fikri langsung mengambil inisiatif serangan. Pola permainan cepat khas Indonesia — drive datar, pressing di sektor depan, dan transisi menyerang yang rapi — membuat Liang/Wang kesulitan mengembangkan permainan power mereka. Keunggulan interval 11-7 di gim pertama menjadi bukti dominasi yang dibangun sejak poin-poin awal.

Gim Pertama: Dominasi Sektor Depan

Muhammad Shohibul Fikri tampil luar biasa di area net. Pemain yang akrab disapa Fikri itu mencatatkan sembilan poin dari sektor depan sepanjang gim pertama, beberapa di antaranya lewat netting silang yang mematikan. Sementara Fajar Alfian menjadi motor serangan dari belakang dengan tujuh smash winner yang tak mampu dikembalikan lawan.

Liang Wei Keng/Wang Chang sempat memangkas jarak menjadi 15-16 lewat rangkaian tiga poin beruntun, memanfaatkan servis rendah yang agresif. Namun Fajar/Fikri merespons dengan tenang. Rally 38 pukulan pada kedudukan 18-17 menjadi momen penentu — diakhiri smash menyilang Fajar yang mendarat tipis di garis samping. Gim pertama ditutup 21-17 setelah Fikri memaksa Wang Chang melakukan kesalahan pengembalian servis.

Gim Kedua: Drama Kejar-kejaran Angka

Gim kedua berjalan jauh lebih ketat. Liang/Wang mengubah strategi dengan mempercepat tempo servis dan lebih berani menusuk ke area tengah. Hasilnya, mereka unggul 11-9 pada interval dan sempat memimpin 15-13. Tekanan nyata kini berada di pundak wakil Indonesia.

Namun di sinilah mental juara Fajar/Fikri teruji. Empat poin beruntun mereka cetak untuk membalikkan keadaan menjadi 17-15, dibangun lewat pertahanan solid dan counter-attack yang presisi. Rally terpanjang laga — 54 pukulan — terjadi pada kedudukan 18-17, berakhir dengan drive silang Fikri yang gagal diantisipasi Liang Wei Keng.

Kedudukan sempat imbang 19-19 setelah dua kesalahan komunikasi di kubu Indonesia. Titik kritis tiba: Fajar melepaskan servis flick yang mengecoh Wang Chang untuk merebut match point 20-19, sebelum serangan bertubi-tubi di poin pamungkas ditutup smash tajam Fajar ke sudut lapangan. 21-19. Match point dikonversi. Final diamankan.

Statistik: Efisiensi Serangan Jadi Pembeda

Angka-angka pertandingan menunjukkan mengapa Fajar/Fikri layak melangkah ke final. Mereka membukukan 24 smash winner berbanding 17 milik lawan, dengan tingkat konversi serangan mencapai 58 persen. Di sisi lain, unforced error pasangan Indonesia hanya 11 kali, lebih sedikit dari 16 kesalahan Liang/Wang.

Sektor servis juga menjadi senjata. Fajar/Fikri memenangkan 62 persen poin servis pertama dan hanya kehilangan empat poin dari situasi servis kedua. Penguasaan rally pendek — di bawah lima pukulan — berpihak kepada mereka dengan rasio 55:45, menegaskan efektivitas strategi menekan sejak pukulan pertama.

Kemenangan ini sekaligus memperbaiki rekor pertemuan Fajar/Fikri atas Liang/Wang. Pasangan China tersebut dikenal sebagai salah satu ganda putra paling konsisten musim ini, sehingga keberhasilan menang dua gim langsung menjadi sinyal kuat kesiapan Fajar/Fikri menghadapi partai puncak.

Menatap Partai Puncak

Dengan hasil ini, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tinggal selangkah lagi mengangkat trofi Denmark Open 2025. Final yang akan digelar Minggu (19/10) menjadi kesempatan emas menambah koleksi gelar Super 750 sekaligus mengakhiri paceklik gelar ganda putra Indonesia di Odense.

Konsistensi menjadi kata kunci. Jika performa seperti semifinal ini kembali ditampilkan — pertahanan rapat, serangan efisien, dan ketenangan di poin-poin kritis — peluang Indonesia merayakan gelar di Jyske Bank Arena terbuka lebar. Semua mata pecinta bulu tangkis Tanah Air kini tertuju pada laga final esok hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User