Fajar/Fikri Singkirkan Unggulan China, Tembus Final Denmark Open 2025
Skor akhir: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri 2-1 Liang Wei Keng/Wang Chang (21-16, 18-21, 21-15) pada semifinal Denmark Open 2025 di Jyske Bank Arena, Odense, Sabtu (18/10). Laga berdurasi 62 meni...
Skor akhir: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri 2-1 Liang Wei Keng/Wang Chang (21-16, 18-21, 21-15) pada semifinal Denmark Open 2025 di Jyske Bank Arena, Odense, Sabtu (18/10). Laga berdurasi 62 menit itu mengantar ganda putra Indonesia kembali ke partai puncak turnamen BWF World Tour Super 750 untuk pertama kalinya musim ini. Kemenangan ini sekaligus menjadi penebusan atas dua kekalahan beruntun dari duet China tersebut dalam dua musim terakhir, termasuk saat keduanya bertemu di babak perempat final turnamen level Super 1000 awal tahun ini.
Babak Pertama: Inisiatif Penuh Sejak Poin Awal
Sejak servis pertama, Fajar langsung mengambil alih tempo dengan serangan drive menyilang dan netting cepat yang membuat Wang Chang kerap salah posisi. Pada menit ke-12, Fajar melepaskan smash keras ke sisi forehand Liang yang tidak bisa dijangkau, mengubah kedudukan menjadi 11-6 di interval pertama. Fikri yang bertugas di posisi belakang tampil disiplin dengan defense solid dan clear akurat, memaksa lawan melakukan kesalahan sendiri. Pola serang depan yang agresif membuat Fajar/Fikri menutup gim pertama 21-16 hanya dalam 24 menit. Statistik gim ini mencatat delapan smash on target berbanding lima untuk Indonesia.
Babak Kedua: Perlawanan Khas Ganda China
Memasuki gim kedua, Liang/Wang mengubah wajah permainan. Mereka memperlambat tempo, memaksimalkan penguasaan lapangan lewat clear tinggi ke sudut belakang Fikri, lalu menyerang balik ketika Indonesia mulai lengah. Strategi ini efektif: Fajar/Fikri kehilangan ritme dan hanya mencatat tiga smash on target dari 12 percobaan pada rentang poin 5-11. Interval kedua berakhir 6-11 untuk keunggulan China. Sempat terjadi perlawanan sengit ketika Fajar memenangi rally 28 pukulan untuk memangkas jarak menjadi 18-19, namun dua kesalahan pengembalian di poin krusial memaksa Indonesia menyerah 18-21. Pertandingan pun berlanjut ke gim penentuan.
Babak Ketiga: Mental Juara di Saat Genting
Gim ketiga menjadi panggung pembuktian ketenangan Fajar/Fikri. Keputusan taktis diambil: mempercepat tempo rally sejak poin pertama dan terus menargetkan area tengah Liang Wei Keng yang mulai kelelahan. Pada menit ke-51, Fajar melakukan cross smash ke sudut kiri yang membuat Wang Chang kehilangan keseimbangan, membawa Indonesia unggul 11-6 di interval. Setelah jeda, giliran Fikri menjadi eksekutor: tiga dropshot menyilang berturut-turut menghasilkan angka krusial di kedudukan 16-12. Laga ditutup dengan rally 32 pukulan yang berakhir lewat smash keras Fajar ke sudut lapangan: 21-15. Jyske Bank Arena bergemuruh, dan tiket final resmi menjadi milik Indonesia.
Kunci Kemenangan dan Kutipan Pelatih
Data pertandingan mencatat penguasaan lapangan Indonesia 52 persen berbanding 48 persen, dengan 14 smash on target berbanding 11. Fajar/Fikri juga lebih efisien memanfaatkan momen penting: tujuh dari sembilan peluang interval berhasil dikonversi menjadi angka. Variasi servis pendek dan keberanian bermain di depan net menjadi pembeda utama melawan ganda China yang dikenal memiliki pertahanan rapat. Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, menyoroti kedewasaan bermain anak asuhnya.
"Mereka tidak panik ketika tertinggal di gim kedua. Kunci hari ini adalah keberanian mengambil risiko di momen-momen genting," ujar Herry.
Jalan Mulus Menuju Partai Puncak
Perjalanan Fajar/Fikri di Odense musim ini terbilang gemilang. Sebelum semifinal, mereka melewati tiga laga tanpa kehilangan gim, termasuk kemenangan dua gim langsung atas unggulan Korea Selatan di perempat final. Catatan bersih: empat laga, sembilan gim, hanya satu gim yang hilang. Konsistensi servis dan komunikasi di lapangan menjadi fondasi kebangkitan mereka setelah melewati periode paceklik gelar pada paruh pertama musim. Kini keduanya mengincar gelar Super 750 perdana sekaligus penutup musim yang manis.
Menanti Lawan di Final
Di partai puncak, Fajar/Fikri menunggu pemenang semifinal antara pasangan unggulan asal Jepang dan duet non-unggulan dari Malaysia. Rekor pertemuan Fajar/Fikri dengan kedua calon lawan menunjukkan persaingan ketat dengan selisih kemenangan tipis, dan laga final diprediksi kembali berjalan tiga gim. Yang jelas, kemenangan atas Liang/Wang membuktikan ganda putra Indonesia kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di panggung elite dunia, dan seluruh mata kini tertuju pada partai puncak di Jyske Bank Arena.
Comments (0)