Fajar/Fikri Singkirkan Liang/Wang, Melaju ke Final Denmark Open 2025
Gelar juara turnamen bulu tangkis level Super 750 kembali dalam jangkauan Indonesia. Ganda putra Merah Putih, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, sukses merebut tiket ke partai puncak Denmark Op...
Gelar juara turnamen bulu tangkis level Super 750 kembali dalam jangkauan Indonesia. Ganda putra Merah Putih, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, sukses merebut tiket ke partai puncak Denmark Open 2025 setelah meredam perlawanan sengit pasangan andalan China, Liang Wei Keng dan Wang Chang. Dalam duel semifinal yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, Sabtu (18/10) waktu setempat, duet anyar ini meraih kemenangan straight game dengan skor meyakinkan 21-18, 21-15 dalam tempo 42 menit. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan satu tempat di final, tetapi juga menegaskan bahwa pasangan yang baru dipasangkan pertengahan tahun ini telah menjelma menjadi ancaman serius di papan atas ganda putra dunia.
Hasil ini menjadi penegas dominasi Fajar/Fikri atas Liang/Wang, setelah sebelumnya juga berhasil menaklukkan mereka di babak perempat final Hong Kong Open bulan lalu. Kini, keduanya hanya tinggal selangkah lagi untuk mengawinkan trofi Denmark Open yang terakhir kali dimenangkan Indonesia oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada tahun 2018 silam. Rintangan terakhir akan datang dari pemenang laga antara unggulan pertama asal tuan rumah, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, atau pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Jalannya Pertandingan: Serangan Cepat dan Pertahanan Rapat
Sejak rally pembuka, Fajar/Fikri langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi agresif yang diterapkan pelatih Herry Iman Pierngadi tampak berjalan mulus. Fajar yang bermain di depan dengan kecepatan tangan dan permainan netnya yang mematikan, berhasil menciptakan banyak peluang bagi Fikri untuk melepaskan smash keras dari baseline. Pola ini efektif membuat Liang/Wang kesulitan mengembangkan permainan drive defense andalan mereka.
Set pertama berlangsung ketat hingga interval. Kedudukan sempat imbang 11-11 sebelum Fajar/Fikri mencuri momentum lewat tiga poin beruntun berkat kesalahan berturut-turut lawan. Smash silang Fikri dari sisi kanan lapangan pada kedudukan 17-15 menjadi titik balik psikologis. Bola yang melesat 373 km/jam itu gagal dikembalikan Wang Chang, memperlebar celah menjadi 18-15. Liang Wei Keng sempat memberikan perlawanan dengan beberapa net kill tajam, namun pasangan Indonesia tetap tenang. Game point pertama diraih lewat servis pendek yang direspons Fajar dengan flick cepat. Set pertama ditutup 21-18 dalam waktu 19 menit.
Memasuki set kedua, pola permainan tak banyak berubah. Pasangan China mencoba memperbaiki penerimaan servis mereka dengan berdiri lebih maju, namun justru membuat Fajar/Fikri lebih sering melancarkan drive panjang ke baseline. Skor sempat ketat 6-6, sebelum Fajar/Fikri menaikkan level permainan. Rotasi posisi yang cepat antara Fajar dan Fikri membuat pertahanan mereka nyaris tanpa celah. Dari catatan di lapangan, pada set ini mereka hanya melakukan 3 kali kesalahan sendiri (unforced error) dibandingkan 11 kali yang dibuat lawan. Momentum semakin berpihak ke kubu Indonesia setelah insiden challenge yang dimenangkan pada kedudukan 13-10. Bola pengembalian Wang Chang yang semula dinilai masuk oleh hakim garis, ternyata keluar beberapa milimeter setelah ditinjau melalui VAR (Hawkeye).
Dari titik itu, kepercayaan diri Fajar/Fikri melonjak. Mereka memenangkan enam poin beruntun yang ditutup dengan smash keras Fikri yang menghujam di depan muka Wang Chang. Kedudukan 19-10 membuat Liang/Wang semakin tertekan. Meski sempat memperkecil ketinggalan menjadi 14-20 berkat tiga poin cerdik dari sentuhan Liang di depan net, akhirnya rally panjang 47 pukulan diakhiri oleh blok mematikan Fajar di depan net. Skor akhir 21-15 untuk kemenangan straight game yang memastikan satu kaki di partai puncak.
Kunci Sukses: Dominasi Depan dan Minim Kesalahan
Secara statistik, Fajar/Fikri unggul dalam hampir semua aspek. Mereka mencatatkan penguasaan bola (possession) sebesar 54%, lebih efisien dalam memanfaatkan momentum serangan. Total shots on target mereka mencapai 38 kali, berbanding 24 milik lawan. Jumlah smash winner pun sangat kontras: 12 smash mematikan sukses dihasilkan, mayoritas dari raket Fikri yang bermain di posisi belakang. Sementara itu, pasangan China hanya mampu membukukan 5 smash winner. Keunggulan signifikan juga terlihat di area depan: Fajar melakukan 8 net kill, sementara Liang/Wang hanya 3.
Namun, yang paling membedakan adalah tingkat kesalahan. Dengan formasi yang tidak biasa — menempatkan Fajar yang biasanya spesialis depan untuk kadang ikut membantu di tengah — mereka berhasil meminimalkan unforced error. Total kesalahan tak dipaksa hanya berjumlah 9 kali sepanjang pertandingan, angka yang sangat rendah untuk standar ganda putra modern yang penuh tempo tinggi. Sebaliknya, pasangan China melakukan 19 unforced error, banyak di antaranya terjadi akibat tekanan dari drive cepat Fajar yang sulit diantisipasi.
Pelatih Herry Iman Pierngadi dalam wawancara singkat di sela latihan mengungkapkan kuncinya.
"Kami sudah mempelajari rekaman pertandingan Hong Kong Open. Di sana kami melihat Liang/Wang kesulitan jika permainan dibuat cepat dan bola-bola depan diambil lebih awal. Alhamdulillah, di laga ini Fajar dan Fikri menjalankan instruksi dengan disiplin. Rotasi mereka hampir sempurna, tidak ada celah yang bisa dieksploitasi lawan,"ujarnya.
Jalan Terjal Menuju Final yang Bersejarah
Perjalanan Fajar/Fikri menuju final Denmark Open 2025 diwarnai sejumlah ujian berat. Sejak babak pertama, mereka harus berhadapan dengan unggulan kedelapan asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Dalam duel rubber set yang melelahkan, Fajar/Fikri menang 21-19, 18-21, 21-16. Babak kedua kembali menjadi tantangan saat mereka menaklukkan pasangan tuan rumah, Rasmus Kjær/Frederik Søgaard, lewat dua game ketat 22-20, 21-18 di hadapan publik Jyske Bank Arena yang bersorak untuk lawan. Perempat final, mereka sukses menghentikan laju unggulan keempat asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 21-17, 15-21, 21-14.
Kini, satu rintangan tersisa. Lawan yang akan dihadapi di final adalah pasangan tuan rumah yang juga unggulan pertama, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, yang di laga semifinal lain mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan rubber set dramatis. Dukungan penonton tuan rumah dipastikan akan menjadi tekanan tambahan bagi Fajar/Fikri. Namun, melihat rekor pertemuan, keduanya cukup optimistis. Dari dua pertemuan terakhir, Fajar/Fikri unggul 2-0 atas Astrup/Rasmussen, terakhir menang di babak semifinal Japan Open bulan lalu.
Jika berhasil merebut gelar, ini akan menjadi gelar Super 750 pertama bagi Fajar Alfian sejak berpisah dengan partner lamanya, Muhammad Rian Ardianto. Sementara bagi Fikri, ini akan menjadi trofi prestisius pertama bersama partner barunya setelah sebelumnya sukses bersinar bersama Bagas Maulana. Final dijadwalkan berlangsung Minggu (19/10) mulai pukul 12.00 waktu setempat, disiarkan langsung dari Jyske Bank Arena.
Comments (0)