Fajar/Fikri Kampiun China Open 2026: Kemenangan Dramatis Tiga Gim
Nanjing, Jiangsu—Arena Olimpiade bergema oleh teriakan kemenangan saat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menutup laga pamungkas China Open 2026 dengan skor 21–18, 18–21, 22–20, Minggu (26/7...
Nanjing, Jiangsu—Arena Olimpiade bergema oleh teriakan kemenangan saat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menutup laga pamungkas China Open 2026 dengan skor 21–18, 18–21, 22–20, Minggu (26/7). Pertarungan selama 72 menit melawan pasangan Korea Selatan, Lee Dong–keun/Shin Tae–yang, menjadi pembuktian bahwa duet anyar Indonesia ini sedang dalam performa puncak, menyusul gelar Japan Open sepekan sebelumnya.
Dengan kemenangan ini, Fajar/Fikri mengukir catatan back–to–back juara di dua turnamen Super 1000 Benua Asia, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 10 laga. Publik bulu tangkis Tanah Air pun bersorak menyaksikan mereka naik podium tertinggi untuk kali kelima sepanjang 2026.
Dominasi di Gim Pertama: Agresivitas Tanpa Kompromi
Begitu shuttlecock dilepaskan, Fajar/Fikri langsung tancap gas. Formasi front–back yang diusung membuat Lee/Shin kesulitan mengembangkan permainan. Menit ke–7, Fikri yang berdiri di depan net mencegat drive menyilang lawan dengan net kill tajam yang mengubah kedudukan menjadi 7–3. Keunggulan itu terus dipelihara lewat kombinasi smash keras Fajar dari garis belakang dan intersepsi kilat Fikri. Statistik gim pertama menunjukkan dominasi total: 11 smash winner berbanding 4 milik lawan, serta penguasaan rally 62% dengan rata–rata panjang rally 8 pukulan. Gim ditutup 21–18 setelah sebuah drive flat Fajar gagal dikembalikan.
Gim Kedua: Bangkitnya Lee/Shin dan Perubahan Taktik
Di gim kedua, pelatih Korea Selatan melakukan penyesuaian. Lee/Shin lebih sering memainkan pola drop–net untuk memaksa Fajar/Fikri mengangkat bola, lalu melancarkan counter–attack dari posisi sejajar. Strategi itu mulai membuahkan hasil pada menit ke–31 saat skor berimbang 11–11. Sebuah rally panjang 44 pukulan menjadi titik balik psikologis; Shin menutupnya dengan cross–court drop yang mengecoh Fajar. Momentum berubah. Pasangan Negeri Ginseng merebut enam angka beruntun dan akhirnya mengamankan gim 21–18. Statistik gim kedua mencatat unforced errors Fajar/Fikri melonjak menjadi 9, sementara Lee/Shin hanya 2. Tensi mulai meninggi, namun tidak ada kartu yang dikeluarkan wasit karena semua berlangsung dalam koridor sportivitas.
GIm Penentuan: Adu Mental dan Smash Penentu
Gim ketiga berjalan dalam tempo sangat tinggi dan ketat. Skor terus sama kuat hingga 17–17. Di menit ke–59, Fajar/Fikri beralih ke formasi side–by–side untuk memperkuat pertahanan, memaksa lawan bermain lebih ofensif. Keputusan itu terbukti jitu. Pada kedudukan 19–19, sebuah servis pendek Fikri berhasil mengecoh Shin sehingga pengembaliannya setinggi kepala, langsung dihukum smash lurus Fajar yang menghujam lantai. Match point pertama diselamatkan Lee lewat drive menyilang, tetapi di poin berikutnya, kesabaran Fajar/Fikri dalam rally 37 pukulan menghasilkan blok net Fikri yang mematikan. Skor 22–20 mengunci gelar juara.
Total sepanjang laga, Fajar/Fikri membukukan 27 smash winner, 18 kali paksaan mengangkat, dan hanya 11 unforced errors. Sebaliknya, Lee/Shin mencatat 22 winner dan 13 error sendiri.
“Kuncinya adalah ketenangan di poin–poin kritis. Di gim ketiga, mereka tidak terburu–buru dan justru memperlambat tempo saat lawan mulai gugup. Saya sangat bangga dengan kedewasaan mereka,” ujar pelatih ganda putra Indonesia, Hendra Saputra, yang terus memberikan instruksi dari tepi lapangan.
Kemenangan di Jiangsu ini menjadi penegasan bahwa perombakan pasangan yang dilakukan awal tahun lalu sudah mencapai titik kematangan. Dengan gelar back–to–back Japan–China Open, Fajar/Fikri kini melesat ke peringkat dua dunia dalam rilis BWF pekan depan, sekaligus mengukuhkan diri sebagai unggulan utama menuju Kejuaraan Dunia 2026 di Kopenhagen.
Comments (0)