Fajar/Fikri Antar Indonesia ke Perempatfinal Piala Thomas Lewat Kemenangan Dramatis
Forum Horsens, Denmark, menjadi saksi perjuangan gigih ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri yang akhirnya memastikan satu tiket perempatfinal Piala Thomas 2026. Lewat pertaru...
Forum Horsens, Denmark, menjadi saksi perjuangan gigih ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri yang akhirnya memastikan satu tiket perempatfinal Piala Thomas 2026. Lewat pertarungan tiga gim yang mendebarkan, mereka berhasil menundukkan pasangan Prancis Christo Popov/Toma Junior Popov dengan skor 21-18, 19-21, 21-11 pada partai kelima Grup D, Rabu (29/4) dini hari WIB. Laga ini menjadi penentu setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di empat partai sebelumnya.
Perjalanan Laga Penuh Ketegangan
Set pertama dibuka dengan agresivitas tinggi dari Fajar/Fikri. Hanya dalam tempo tiga menit, mereka sudah memimpin 3-0 berkat servis pendek menyilang Fajar yang sulit diantisipasi Christo Popov. Strategi menyerang sejak reli pertama terbukti efektif; mereka konsisten memaksa duo Popov bermain lift yang langsung disambut smash keras Fikri. Interval set pertama ditutup dengan keunggulan 11-9 untuk Indonesia. Namun, memasuki paruh kedua, kakak-beradik Popov perlahan bangkit, memanfaatkan celah di sisi kanan Fajar yang beberapa kali terlambat kembali ke posisi. Skor sempat imbang 14-14 dan 17-17 melalui reli-reli panjang yang memakan stamina. Pada menit ke-21, Fikri melepaskan smash datar 373 km/jam yang gagal dikembalikan, membuka jalan menuju game point. Set pertama pun menjadi milik Indonesia 21-18 dalam durasi 23 menit.
Set kedua menyajikan plot twist. Pelatih ganda Prancis menginstruksikan perubahan formasi: Christo lebih banyak turun ke depan untuk mengganggu jaring, sementara Toma Junior melakukan tembakan setengah smash dari posisi tengah. Taktik ini membalikkan keadaan. Pasangan Prancis memimpin 11-8 pada interval. Fajar/Fikri sempat menyamakan skor 15-15 setelah challenge VAR mematahkan dugaan out smash Fikri. Laga berlangsung makin panas, kedua kubu saling jual beli serangan. Di menit ke-47, pada posisi 19-19, Toma Junior melakukan dropshot menipu yang mengenai net tipis dan tak terjangkau. Poin krusial itu membuat Popov bersaudara merebut set kedua 21-19 dan memaksa rubber game.
Analisis Taktik: Pemulihan Dominasi di Set Penentu
Kunci hancurnya perlawanan Prancis di set ketiga terletak pada penyesuaian yang dilakukan Fajar/Fikri saat jeda antar set. Pelatih Aryono Miranat menekankan pentingnya mengembalikan kontrol jaring dan mengurangi bola-bola tanggung yang menjadi santapan serangan lawan.
"Kami ubah pola servis dan mempercepat tempo. Fajar saya minta lebih galak di net, dan Fikri harus percaya diri melakukan smash tanpa ragu," ungkap Miranat pasca pertandingan.
Hasilnya luar biasa. Set ketiga dimulai dengan rentetan lima poin beruntun. Fajar, yang dijuluki 'Raja Net', menusuk setiap pengembalian pendek Popov, memaksa mereka terus terangkat. Ini menjadi lahan empuk bagi Fikri yang melepaskan smash-smash dahsyat. Hanya dalam delapan menit, Indonesia sudah memimpin 11-2 pada interval. Popov bersaudara tampak kehilangan koordinasi, sering bertabrakan saat mencoba menutup lapangan. Statistik mencatat, dari total 21 poin yang diraih Fajar/Fikri di set ketiga, 12 di antaranya berasal dari smash winner, dengan persentase serangan efektif mencapai 71%.
Kutipan Pelatih: Fajar/Fikri Punya Mental Juara
"Pertandingan seperti ini sangat menguras emosi. Tapi saya bangga melihat respons mereka di set ketiga. Itulah mental juara yang kami butuhkan untuk melangkah jauh," ujar pelatih kepala ganda putra Indonesia, Aryono Miranat, di sesi wawancara pasca pertandingan. "Kami tahu Popov bersaudara akan fight habis-habisan karena ini partai penentu. Instruksi saya sederhana: jangan biarkan mereka mengontrol jaring. Fajar dan Fikri melakukannya dengan sempurna."
Data Penting dan Momen Penentu di Lapangan
Sepanjang pertandingan yang berdurasi total 68 menit ini, Fajar/Fikri mencatatkan 42 pukulan kemenangan berbanding 29 milik Popov bersaudara. Jumlah unforced error Indonesia hanya 15, sementara lawan membuat 27 kesalahan sendiri – penyumbang utama kekalahan mereka. Dominasi net Fajar juga tercermin dari 24 poin yang dihasilkan dari pengembalian jaring.
Momen paling krusial terjadi pada kedudukan 2-2 di awal set ketiga. Sebuah drive menyilang Fikri dinyatakan out oleh hakim garis. Tanpa ragu, Fajar meminta tantangan VAR. Rekaman menunjukkan shuttlecock tepat menyentuh garis belakang dengan selisih 1,5 milimeter. Keputusan itu membalikkan skor menjadi 3-2 dan menjadi lecutan semangat yang tak terbendung. Setelah itu, Fajar/Fikri tak pernah kehilangan momentum hingga menutup laga dengan 21-11.
Jalan Menuju Puncak
Kemenangan ini menegaskan status Indonesia sebagai juara Grup D dengan tiga kemenangan sempurna. Di perempatfinal, calon lawan yang menanti adalah runner-up Grup C yang akan ditentukan hari ini. "Pertandingan ini menguji mental kami. Kehilangan set kedua bukan akhir, justru menjadi pelajaran. Kami akan lebih siap untuk babak knock-out," tegas Fikri yang terlihat emosional usai laga.
Dukungan sekitar 3.500 penonton yang memadati Forum Horsens malam itu pun tak lepas dari catatan. Mayoritas fans Denmark yang netral memberikan apresiasi dengan standing ovation saat Fajar/Fikri meninggalkan lapangan. Piala Thomas 2026 semakin membara, dan Indonesia masih kokoh dalam misi mengembalikan trofi ke Tanah Air.
Comments (0)