Erick Thohir Bertemu Gianni Infantino Jelang Olimpiade Paris 2024
Jelang dimulainya Olimpiade Paris 2024, sepak bola Indonesia kembali mencuri panggung. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menggelar pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino — momen yang dibagikan m...
Jelang dimulainya Olimpiade Paris 2024, sepak bola Indonesia kembali mencuri panggung. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menggelar pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino — momen yang dibagikan melalui media sosial pribadinya dan langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
Ini bukan sekadar pertemuan protokoler. Di tengah kalender padat sepak bola dunia, jabat tangan antara orang nomor satu PSSI dan orang nomor satu FIFA menjadi sinyal bahwa komunikasi kedua federasi berjalan pada frekuensi tertinggi — sesuatu yang jarang terjadi dalam sejarah sepak bola nasional.
Diplomasi Sepak Bola di Level Tertinggi
Sejak memimpin PSSI pada Februari 2023, Erick Thohir menjadikan hubungan erat dengan FIFA sebagai fondasi transformasi. Hasilnya terukur: Indonesia sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, FIFA membuka kantor perwakilan di Jakarta, dan program renovasi stadion berstandar internasional digulirkan pasca-Tragedi Kanjuruhan.
Angka tak berbohong. Piala Dunia U-17 2023 yang digelar di empat kota — Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Surakarta — menyedot lebih dari 400 ribu penonton ke stadion. Penyelenggaraan turnamen itu menuai apresiasi langsung dari FIFA dan menjadi bukti bahwa Indonesia layak berada di panggung sepak bola dunia.
Kolaborasi erat itu lahir dari momen kelam. Pasca-Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, FIFA turun langsung mendampingi pemerintah Indonesia menyusun peta jalan transformasi — dari standar keamanan stadion, manajemen pertandingan, hingga edukasi suporter. Pendekatan kolaboratif itulah yang kemudian menjadi template hubungan PSSI-FIFA hingga hari ini.
Padahal, setahun sebelumnya Indonesia sempat kehilangan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Pemulihan kepercayaan itu terjadi berkat kerja diplomatik intensif — dan pertemuan demi pertemuan dengan Infantino menjadi bagian tak terpisahkan dari proses tersebut.
Jejak Garuda Muda Menuju Paris
Konteks Olimpiade 2024 tak lepas dari perjuangan heroik Timnas Indonesia U-23. Skuad asuhan Shin Tae-yong menorehkan sejarah dengan menembus semifinal Piala Asia U-23 2024 di Qatar — turnamen yang sekaligus menjadi jalur kualifikasi menuju Paris.
Perjalanan itu penuh momen dramatis: kemenangan 1-0 atas Australia di fase grup, pesta 4-1 ke gawang Yordania, hingga menyingkirkan Korea Selatan lewat adu penalti 11-10 di perempat final. Sayang, langkah terhenti oleh Uzbekistan di semifinal dan Irak pada perebutan tempat ketiga, sebelum akhirnya takluk 0-1 dari Guinea pada play-off antarbenua di Prancis.
Meski gagal tampil di Olimpiade, fondasi generasi emas itu tetap berharga. Para pemain diaspora seperti Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Justin Hubner kini menjadi tulang punggung Garuda. Di level senior, Timnas Indonesia bahkan menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia — capaian pertama dalam sejarah.
Agenda Strategis di Balik Pertemuan
Pertemuan dengan Infantino jelang Olimpiade membuka ruang diskusi strategis: pengembangan sepak bola usia muda, peningkatan kualitas kompetisi domestik, pembinaan wasit dan pelatih, hingga peluang Indonesia kembali menjadi tuan rumah ajang FIFA di masa depan. Ranking FIFA Indonesia yang kini berada di kisaran 130-an dunia menunjukkan tren menanjak dibanding beberapa tahun silam.
Tiga pilar terus dikawal PSSI: konsistensi program pembinaan, pembenahan infrastruktur, dan komunikasi intens dengan FIFA. Dukungan pendanaan seperti program FIFA Forward juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat modernisasi sepak bola nasional.
Sinyal Positif Menuju Mimpi Piala Dunia
Bagi publik Tanah Air, setiap pertemuan Erick Thohir dengan Gianni Infantino adalah penanda bahwa Indonesia tak lagi berdiri di pinggir lapangan diplomasi sepak bola dunia — melainkan sudah masuk starting XI-nya. Olimpiade Paris 2024 memang berlangsung tanpa wakil Merah Putih di cabang sepak bola, tetapi langkah strategis di luar lapangan tak pernah berhenti.
Di Paris sendiri, cabang sepak bola Olimpiade mempertandingkan tim-tim U-23 terbaik dunia dengan tambahan pemain senior. Menyaksikan turnamen itu dari jauh menjadi motivasi ekstra bagi Indonesia — target berikutnya jelas: tampil di panggung olahraga terbesar itu pada edisi Los Angeles 2028.
Sorotan kini tertuju pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang bergulir September mendatang. Indonesia tergabung satu grup dengan kekuatan besar Asia: Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan China. Dengan komunikasi erat bersama FIFA dan fondasi tim yang makin solid, mimpi besar Garuda menuju Piala Dunia masih sangat hidup.
Comments (0)