Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas VfB Stuttgart pada matchday pertama Liga Champions 2024/2025 di Santiago Bernabeu, Rabu (18/9/2024) WIB. Kemenangan itu lahir dari malam debut yang nyaris tanpa cela bagi Endrick, penyerang muda Brasil yang masuk dari bangku cadangan dan langsung menorehkan rekor sebagai pemain termuda Real Madrid yang mencetak gol pada debutnya di kompetisi elite Eropa.
Menit ke-46, pelatih Carlo Ancelotti menarik Vinicius Junior dan memasukkan Endrick. Formasi 4-3-3 Madrid berubah menjadi 4-4-2 dengan Endrick mendampingi Kylian Mbappe di lini depan. Perubahan itu langsung mengubah tempo. Tekanan tinggi Stuttgart yang sempat menyulitkan tuan rumah di babak pertama mulai terurai.
Menit ke-23, Stuttgart sebenarnya lebih dulu mengancam lewat Deniz Undav. Sepakan kaki kanannya dari tepi kotak penalti masih membentur mistar gawang Thibaut Courtois. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola Stuttgart 54 persen berbanding 46 persen milik Madrid, dengan shots on target 2-2. Stuttgart tampil berani, bukan sekadar bertahan.
Gol Pembuka dan Momentum yang Berbalik
Menit ke-46, tepat setelah jeda, Madrid memecah kebuntuan. Umpan lambung Rodrygo dari sisi kanan disambar sundulan Kylian Mbappe. Skor 1-0. Itu gol kelima Mbappe dalam lima penampilan terakhirnya di semua kompetisi, menegaskan bahwa mesin gol anyar Los Blancos sudah mulai panas.
Namun Stuttgart tidak tinggal diam. Menit ke-68, bek tengah mereka, Dan-Axel Zagadou, memanfaatkan kemelut dari sepak pojok dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. VAR sempat memeriksa potensi offside, tetapi wasit memutuskan gol sah. Penguasaan bola Stuttgart pada 15 menit setelah gol itu bahkan menyentuh 58 persen.
Menit ke-83, Ancelotti merespons dengan trio perubahan: Luka Modric, Endrick, dan Lucas Vazquez masuk. Formasi kembali ke 4-3-3. Dua menit berselang, Antonio Rudiger mencetak gol sundulan dari sepak pojok Luka Modric. Skor 2-1. Menit ke-90+5, Endrick menutup pesta. Menerima bola di tepi kotak penalti, ia melepaskan tendangan kaki kiri yang bersarang di sudut kanan bawah gawang Stuttgart. Skor akhir 3-1.
Statistik Laga: Madrid Efisien, Stuttgart Dominan Tanpa Poin
Data pertandingan menunjukkan kontras menarik. Penguasaan bola akhir: Stuttgart 52 persen, Madrid 48 persen. Total shots: Stuttgart 17, Madrid 12. Shots on target: Stuttgart 5, Madrid 6. Namun Madrid unggul jauh dalam expected goals, 2,4 berbanding 1,1. Efisiensi penyelesaian akhir menjadi pembeda.
Endrick hanya bermain 44 menit, tetapi mencatatkan 2 shots on target, 1 gol, dan 1 dribel sukses. Ia juga memenangi 3 dari 4 duel darat. Catatan itu membuatnya menjadi pemain born-2006 pertama yang mencetak gol di Liga Champions untuk Real Madrid. Rekor ini melengkapi deretan debut gemilang pemain muda Madrid musim ini.
Di kubu Stuttgart, Undav menjadi ancaman utama dengan 4 shots, 2 di antaranya on target. Kiper Alexander Nubel melakukan 3 penyelamatan penting, termasuk menepis sepakan Mbappe di menit ke-38. Kartu kuning tercatat untuk Zagadou (menit ke-72) dan Atakan Karazor (menit ke-81). Madrid bersih dari kartu kuning, menandakan disiplin taktik yang rapi.
"Endrick punya insting gol yang tidak bisa diajarkan. Dia masuk di momen yang tepat, dan dia menyelesaikannya seperti penyerang senior. Saya senang dengan cara kami mengelola pertandingan setelah gol penyama kedudukan," ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.
Starting XI dan Taktik: Rotasi yang Berbuah Tiga Poin
Ancelotti menurunkan starting XI: Courtois; Carvajal, Militao, Rudiger, Mendy; Valverde, Tchouameni, Bellingham; Rodrygo, Mbappe, Vinicius Junior. Stuttgart memakai formasi 4-2-3-1 dengan Undav sebagai ujung tombak dan Chris Fuhrich sebagai kreator.
Di babak pertama, Stuttgart menekan tinggi dan memaksa Madrid memainkan bola panjang. Metrik menunjukkan Madrid hanya mencatat 38 persen penguasaan bola di 15 menit pertama. Namun setelah jeda, penyesuaian posisi Valverde ke sisi kanan membuka ruang bagi Carvajal untuk naik. Serangan Madrid pun lebih variatif.
Kemenangan ini menempatkan Real Madrid di puncak klasemen sementara Grup C dengan 3 poin dan selisih gol +2. Stuttgart terpuruk di dasar tanpa poin. Bagi Endrick, malam itu bukan sekadar debut, melainkan pernyataan bahwa ia siap menjadi bagian dari rotasi lini depan Madrid yang padat jadwal.
Laga berikutnya, Madrid akan bertandang ke markas Lille, sementara Stuttgart menjamu Sparta Praha. Jika Endrick terus menunjukkan ketajaman seperti ini, bukan tidak mungkin Ancelotti mempertimbangkan peran starting XI untuknya, bukan sekadar supersub. Debut sempurna telah terukir, dan tekanannya kini berpindah ke bahu para pemain muda lain yang mengantre di Santiago Bernabeu.
Comments (0)