Skor akhir 5-2 untuk Real Madrid atas Celta Vigo di babak 16 besar Copa del Rey, Kamis dini hari WIB. Duel di Santiago Bernabeu itu menjadi panggung bagi Endrick, penyerang muda Brasil yang mencetak dua gol atau brace dan menggenapi koleksi empat golnya musim ini. Madrid melaju ke perempat final dengan penguasaan bola 58 persen serta tujuh shots on target dari total 15 percobaan.
Menit ke-5, Bernabeu sudah bergemuruh. Endrick menerima bola di ruang sempit, memutar badan, lalu melepaskan tendangan kaki kiri yang menghujam sudut jauh gawang Celta. Gawang yang dijaga kiper veteran itu bergetar, dan Madrid membuka keunggulan cepat. Formasi 4-3-3 yang dipasang pelatih tuan rumah menempatkan Endrick sebagai ujung tombak tunggal, diapit dua winger yang terus melebar untuk membuka ruang di antara bek sayap lawan.
Babak Pertama: Dominasi dan Celah di Lini Belakang
Celta Vigo tidak tinggal diam. Menit ke-18, mereka menyamakan kedudukan lewat skema serangan balik cepat. Umpan terobosan di belakang garis pertahanan Madrid diselesaikan dengan tenang oleh penyerang tamu. Skor 1-1, dan pertandingan berubah menjadi adu taktik. Madrid kembali menekan; menit ke-23, sebuah sepakan dari luar kotak penalti masih membentur tiang gawang. Penguasaan bola bergeser ke 61 persen milik Madrid, tetapi disiplin blok rendah Celta membuat ruang semakin sempit.
Menit ke-39, Madrid mendapat hadiah penalti setelah wasit berkonsultasi dengan VAR. Pelanggaran di kotak terlarang terbaca jelas lewat tayangan ulang. Eksekutor utama tidak menyia-nyiakan kesempatan, skor berubah 2-1. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama mencatat Madrid melepaskan sembilan tembakan, empat di antaranya tepat sasaran, sementara Celta hanya dua shots on target dari lima percobaan.
Endrick dan Letupan di Babak Kedua
Babak kedua baru berjalan tujuh menit, Endrick kembali mencatatkan namanya di papan skor. Menit ke-52, ia menyambut umpan silang rendah dari sisi kanan dengan penyelesaian first-time yang tak mampu diantisipasi kiper. Brace itu membuatnya kini mengoleksi empat gol di semua kompetisi musim ini — sebuah sinyal bahwa menit bermain yang ia dapat mulai dibayar dengan produktivitas.
Menit ke-67, Madrid menambah keunggulan lewat pemain pengganti yang masuk hanya tiga menit sebelumnya. Assist tercatat atas nama gelandang tengah yang membuka ruang dengan umpan diagonal terukur. Celta sempat memperkecil kedudukan menit ke-74 melalui sundulan bek tengah mereka setelah situasi bola mati, tetapi Madrid menutup pesta gol menit ke-86 lewat serangan balik yang diselesaikan dengan tenang. Skor akhir 5-2.
Analisis Taktik: Kenapa Madrid Tetap Superior
Ada tiga catatan statistik yang menjelaskan kemenangan ini. Pertama, efektivitas: dari 15 tembakan, Madrid mencatatkan tujuh shots on target dan mengonversinya menjadi lima gol. Kedua, penguasaan bola 58 persen membuat Celta terus mengejar bayangan, terutama di 30 menit terakhir ketika intensitas pressing tamu menurun. Ketiga, duel udara: Madrid memenangkan 62 persen duel udara, yang menjelaskan mengapa skema bola mati Celta hanya menghasilkan satu gol.
Formasi 4-3-3 Madrid juga fleksibel. Saat bertahan, kedua winger turun lebih dalam sehingga membentuk 4-5-1, menyulitkan Celta membangun serangan dari lini tengah. Transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi senjata utama; dua dari lima gol lahir dari skema ini. Celta sendiri tampil cukup berani dengan 12 tembakan, tetapi hanya tiga yang mengarah ke gawang — akurasi yang harus dibenahi pelatih mereka.
Satu catatan minor bagi Madrid: dua kartu kuning yang diterima bek sayap mereka akibat keterlambatan antisipasi. Dalam laga sistem gugur berikutnya, disiplin posisi akan menjadi kunci, terutama melawan tim yang lebih klinis. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, dan VAR hanya sekali mengubah keputusan, yakni pada penalti babak pertama.
Jalan Madrid ke Perempat Final
Dengan hasil ini, Madrid memastikan tempat di perempat final Copa del Rey. Rotasi pemain yang dilakukan pelatih menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni: pemain pengganti menyumbang dua gol dan satu assist malam ini. Endrick, yang mencetak brace pertamanya di kompetisi ini, kini menjadi sorotan. Empat gol musim ini bukan angka besar, tetapi melihat menit bermainnya, rasio gol per menitnya kompetitif di skuad.
Di babak delapan besar, undian akan menentukan lawan berikutnya. Apapun hasilnya, Madrid datang dengan modal clean sheet statistik yang belum sempurna — mereka kebobolan dua kali malam ini. Perbaikan di lini belakang, khususnya antisipasi serangan balik dan komunikasi garis pertahanan, akan menjadi pekerjaan rumah jelang laga berikutnya. Sementara Celta harus mengalihkan fokus ke kompetisi liga dengan catatan: 12 tembakan tanpa hasil memadai adalah masalah efisiensi, bukan sekadar keberuntungan.
"Endrick punya insting di kotak penalti. Ia masih muda, tapi cara ia membaca ruang sudah seperti pemain yang berpengalaman. Brace ini penting untuk kepercayaan dirinya," ujar pelatih Madrid dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Beritainti, inilah wajah Copa del Rey: laga sistem gugur yang tak memberi ruang untuk kesalahan, dan malam ini Madrid membuktikan bahwa ketajaman lini depan plus penguasaan bola yang sabar masih menjadi formula yang sulit dibendung. Ke perempat final mereka melaju, sementara Endrick menandai namanya sebagai salah satu bintang muda yang layak ditunggu setiap menitnya di lapangan.
Comments (0)