Emas Token Lolos Uji Stres DeFi, tapi Adopsi Jaminan Masih di Bawah 2%

Di tengah gejolak harga emas dunia yang sempat mengalami penjualan besar-besaran dalam beberapa waktu terakhir, aset emas token atau tokenized gold berhasil membuktikan ketahanannya di ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Namun demikian, sebu

Jul 31, 2026 - 00:01
0 0
Emas Token Lolos Uji Stres DeFi, tapi Adopsi Jaminan Masih di Bawah 2%

Di tengah gejolak harga emas dunia yang sempat mengalami penjualan besar-besaran dalam beberapa waktu terakhir, aset emas token atau tokenized gold berhasil membuktikan ketahanannya di ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Namun demikian, sebuah laporan terbaru dari penyedia oracle kripto RedStone mengungkapkan fakta yang kontras: kurang dari 2 persen dari total pasokan emas digital yang beredar saat ini dimanfaatkan sebagai jaminan dalam protokol pinjaman kripto. Temuan ini menandakan bahwa meskipun pasar emas token tumbuh pesat dari sisi volume dan kapitalisasi, adopsi sebenarnya di sektor finansial terbuka masih sangat terbatas.

Sumber: CoinTelegraph

Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.

Bukti Stabilitas saat Pasar Fisik Bergejolak

Menurut laporan RedStone, aset emas token tetap stabil dan berhasil melewati uji tekan saat harga logam mulia dunia mengalami koreksi t { "title":"Emas Token Lolos Uji Stres DeFi, tapi Adopsi Jaminan Masih di Bawah 2%

Perkembangan di dunia kripto terus bergerak dinamis. Informasi ini menjadi penting bagi para investor, trader, dan pengamat pasar aset digital mengingat volatilitas yang masih menjadi karakteristik utama industri ini. Para analis menyarankan agar para pelaku pasar terus memantau perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, aset kripto semakin dilirik sebagai alternatif investasi. Regulasi yang terus berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia, juga turut memengaruhi sentimen pasar. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus memantau perkembangan ini untuk melindungi investor lokal.

Komunitas kripto global terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dengan semakin banyaknya adopsi blockchain dan Web3 di berbagai sektor, industri ini diprediksi akan terus berkembang dalam jangka panjang. Namun, investor tetap diimbau untuk berhati-hati dan tidak terbawa FOMO (Fear of Missing Out).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User