El Clásico: Madrid Bekuk Barcelona 2-1, Bellingham Jadi Pembeda

Skor akhir Real Madrid 2-1 Barcelona di Santiago Bernabeu, Minggu malam waktu setempat, menandai berakhirnya rentetan empat kemenangan beruntun Blaugrana di El Clásico sekaligus mengantar Los Blancos...

Aug 11, 2026 - 23:49
0 0
El Clásico: Madrid Bekuk Barcelona 2-1, Bellingham Jadi Pembeda

Skor akhir Real Madrid 2-1 Barcelona di Santiago Bernabeu, Minggu malam waktu setempat, menandai berakhirnya rentetan empat kemenangan beruntun Blaugrana di El Clásico sekaligus mengantar Los Blancos unggul lima poin di puncak klasemen La Liga. Gol Kylian Mbappé menit ke-22 dan Jude Bellingham menit ke-43 hanya sanggup dibalas sekali oleh Ferran Torres menit ke-38. Momen paling simbolis terjadi sesaat setelah gol kedua: ketika seluruh penggawa Madrid berlarian ke sudut lapangan untuk merayakan, Ferran Torres justru berjalan sendirian menuju gawang untuk memungut bola — gestur yang merangkum frustrasi Barcelona sepanjang malam di hadapan lebih dari 78 ribu penonton.

Babak Pertama: Duel Transisi Berkecepatan Tinggi

Xabi Alonso menurunkan formasi 4-3-3 dengan Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga sebagai double pivot, sementara Bellingham diberi kebebasan bergerak di belakang duet Mbappé dan Vinícius Júnior. Thibaut Courtois kembali dipercaya di bawah mistar. Di kubu tamu, Barcelona yang kehilangan Robert Lewandowski dan Raphinha karena cedera memasang Ferran Torres sebagai penyerang tengah dalam skema 4-2-3-1, ditopang Fermín López, Marcus Rashford, dan Lamine Yamal di lini kedua.

Madrid nyaris membuka skor lebih awal ketika Mbappé menaklukkan Wojciech Szczęsny, namun VAR menganulir gol tersebut karena posisi offside yang tipis. Penantian publik Bernabeu akhirnya berakhir pada menit ke-22: umpan terobosan cerdas Bellingham membelah pertahanan, Mbappé berlari lepas dari jebakan offside dan melepaskan penyelesaian dingin ke sudut bawah gawang. Barcelona merespons lewat pressing tinggi khas Hansi Flick — yang malam ini menjalani skorsing dan digantikan asistennya, Marcus Sorg, di tepi lapangan. Pada menit ke-38, Rashford memenangi duel di area pertahanan Madrid dan menyodorkan bola kepada Ferran Torres, yang dengan tenang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun kegembiraan tamu hanya bertahan lima menit. Menit ke-43, umpan silang Vinícius disundul Éder Militão ke muka gawang dan Bellingham menyambar dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 2-1 tepat sebelum jeda.

Babak Kedua: Szczęsny Gagalkan Penalti Mbappé

Drama berlanjut selepas turun minum. Wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR menyatakan Eric García melakukan handball di kotak terlarang. Mbappé maju sebagai eksekutor pada menit ke-52, tetapi tembakannya berhasil dibaca dan ditepis Szczęsny — penyelamatan krusial yang menjaga asa Barcelona tetap hidup. Secara statistik, Barcelona memang dominan dengan 60 persen penguasaan bola dan unggul sepak pojok 6-4, namun tuan rumah jauh lebih efisien dengan catatan 8 shots on target berbanding 5 milik tamu. Courtois tampil sigap menggagalkan sejumlah percobaan, sementara duet Militão dan Dean Huijsen bermain disiplin menjaga kotak penalti dari gempuran umpan silang. Sorg mencoba menyegarkan lini serang lewat pergantian pemain, tetapi rapatnya blok pertahanan Madrid membuat peluang bersih tak kunjung datang. Petaka Barcelona ditutup pada masa injury time ketika Pedri menerima kartu kuning kedua alias kartu merah setelah pelanggaran keras terhadap Tchouaméni, memaksa Blaugrana mengakhiri laga dengan sepuluh pemain.

Analisis Taktik: Alonso Menangkan Duel Perdana

Ini adalah El Clásico pertama Xabi Alonso sebagai pelatih kepala Real Madrid, dan ia memenangkannya dengan pendekatan pragmatis: membiarkan Barcelona memegang bola, lalu menghukum lewat transisi cepat. Keputusan menempatkan Bellingham sebagai gelandang serang bebas terbukti brilian — satu assist dan satu gol menjadi buktinya. Sebaliknya, Barcelona terlihat kehilangan ketajaman tanpa Lewandowski; Ferran Torres bekerja keras dan mencetak gol, tetapi dukungan dari lini kedua minim karena Yamal berhasil dimatikan Álvaro Carreras hampir sepanjang laga.

'Para pemain menunjukkan kedewasaan dan karakter. Kami tahu kapan harus menekan dan kapan harus bertahan sebagai sebuah tim,' ujar Xabi Alonso seusai laga. Senada, Marcus Sorg mengakui timnya kalah efisiensi: 'Kami punya penguasaan bola, tetapi Madrid lebih klinis di momen-momen kunci.'

Dengan kemenangan ini, Madrid mengoleksi 27 poin dari 10 pertandingan, unggul lima angka atas Barcelona di posisi kedua. Bagi Blaugrana, kekalahan perdana di liga musim ini menjadi alarm keras: tanpa kehadiran bomber murni, lini depan mereka butuh solusi sebelum selisih poin makin melebar. El Clásico edisi berikutnya kini terasa jauh lebih menentukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User