Duel Alot Meksiko vs Ekuador Berakhir Dramatis di Estadio Azteca

Estadio Azteca bergemuruh. Skor akhir 2-1 untuk Meksiko atas Ekuador dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026) malam waktu setempat, memastikan El Tri melaju ke fase gugur dengan pen...

Duel Alot Meksiko vs Ekuador Berakhir Dramatis di Estadio Azteca

Estadio Azteca bergemuruh. Skor akhir 2-1 untuk Meksiko atas Ekuador dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026) malam waktu setempat, memastikan El Tri melaju ke fase gugur dengan penuh perjuangan. Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama ini menyuguhkan duel taktik ciamik antara dua kubu yang sama-sama ngotot mengamankan tiket 16 besar.

Meksiko membuka keunggulan cepat melalui skema serangan balik mematikan pada menit ke-14. Santiago Gimenez yang menerima umpan terobosan dari Edson Alvarez berhasil menaklukkan kiper Hernan Galindez dengan penyelesaian klinis ke sudut kiri bawah gawang. Gol tersebut tercipta dari pola transisi cepat yang menjadi ciri khas permainan tim asuhan pelatih Javier Aguirre sepanjang turnamen ini.

Babak Pertama: Dominasi Meksiko dan Gol Cepat

Formasi 4-3-3 yang diterapkan Meksiko terbukti efektif meredam agresivitas Ekuador di lini tengah. Duet Edson Alvarez dan Luis Chavez mengontrol ritme permainan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen sepanjang 45 menit pertama. Statistik mencatat Meksiko melepaskan enam tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran, sementara Ekuador hanya mencatatkan dua shots on target dari total empat percobaan.

Ekuador yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 kesulitan menembus blok pertahanan rendah Meksiko. Moises Caicedo dan Carlos Gruezo sebagai pivot ganda sering terisolasi saat mencoba membangun serangan dari lini kedua. Willian Pacho dan Piero Hincapie di jantung pertahanan La Tri harus bekerja ekstra keras menahan gelombang serangan tuan rumah yang dimotori oleh Hirving Lozano dari sisi kiri penyerangan.

Babak Kedua: Kebangkitan dan Gol Balasan

Memasuki babak kedua, Ekuador meningkatkan intensitas tekanan. Pelatih Felix Sanchez melakukan penyesuaian taktik signifikan dengan menginstruksikan full-back melebar lebih tinggi, mengubah pola serangan menjadi lebih direct. Hasilnya, penguasaan bola Ekuador meningkat drastis menjadi 52 persen di awal paruh kedua.

Menit ke-61 menjadi titik balik ketika Enner Valencia berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan memanfaatkan umpan silang akurat Angelo Preciado. Gol tersebut hasil dari kombinasi apik di sisi kanan penyerangan yang mengeksploitasi celah antara bek kiri Meksiko dan center back. Skor 1-1 membuat tensi pertandingan semakin memanas, terbukti dari dua kartu kuning yang dikeluarkan wasit dalam rentang 10 menit untuk pelanggaran keras di lini tengah.

Puncaknya terjadi pada menit ke-78. Sebuah insiden yang melibatkan Willian Pacho dan pemain muda Meksiko, Gilberto Mora, memicu protes keras dari kedua kubu. Mora yang baru masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-72 beradu lari dengan Pacho dalam perebutan bola di kotak penalti Ekuador. Kontak fisik antara keduanya sempat membuat wasit meninjau VAR, namun keputusan akhir menyatakan tidak ada pelanggaran.

Gol Penentu dan Analisis Taktik

Meksiko akhirnya memastikan kemenangan dramatis pada menit ke-85 melalui aksi individu brilian Hirving Lozano. Memotong dari sisi kiri ke dalam kotak penalti, Lozano melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di pojok kanan atas gawang Galindez. Assist cerdas dari Julian Araujo yang melakukan overlap di sisi kanan menjadi kunci terciptanya gol tersebut.

Statistik akhir pertandingan menunjukkan keseimbangan yang menarik: penguasaan bola Meksiko 51 persen berbanding 49 persen milik Ekuador. Total tembakan 14-11 untuk keunggulan tuan rumah, namun shots on target hampir setara di angka enam untuk Meksiko dan lima untuk Ekuador. Meksiko mencatatkan tiga kartu kuning berbanding dua milik Ekuador, sementara total pelanggaran relatif seimbang dengan 16 berbanding 14.

"Kami bermain dengan karakter luar biasa. Ekuador tim yang sangat tangguh, tapi para pemain menunjukkan mental juara. Kunci kemenangan hari ini adalah kesabaran dan eksekusi di momen-momen krusial," ujar pelatih Javier Aguirre menanggapi performa timnya.

Kemenangan ini memastikan Meksiko akan menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Korea Selatan di babak 16 besar. Sementara itu, Ekuador harus mengakhiri perjalanan Piala Dunia mereka dengan kepala tegak setelah menunjukkan performa kompetitif sepanjang turnamen. Duel di Mexico City ini sekali lagi membuktikan bahwa Piala Dunia 2026 terus menyajikan pertandingan-pertandingan yang tak mudah ditebak.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User