De Zerbi Frustrasi, Tottenham Takluk 2-1 di Markas Chelsea

Stamford Bridge menjadi panggung frustrasi bagi Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia itu menyaksikan Tottenham Hotspur menyerah 2-1 dari Chelsea dalam laga pekan ke-37 Liga Inggris, Senin (19/5/2026)...

De Zerbi Frustrasi, Tottenham Takluk 2-1 di Markas Chelsea

Stamford Bridge menjadi panggung frustrasi bagi Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia itu menyaksikan Tottenham Hotspur menyerah 2-1 dari Chelsea dalam laga pekan ke-37 Liga Inggris, Senin (19/5/2026) malam WIB. Dua gol tuan rumah yang tercipta di babak pertama dan pertengahan babak kedua memupuskan harapan Spurs mencuri poin dari markas rival sekota mereka. De Zerbi, yang sepanjang 90 menit berdiri di tepi lapangan dengan gestur penuh intensitas, harus mengakui keunggulan taktikal The Blues dalam duel London Utara versus London Barat ini.

Skor akhir 2-1 untuk Chelsea ditentukan oleh gol Cole Palmer pada menit ke-34 serta lesakan Christopher Nkunku di menit ke-67. Tottenham sempat memperkecil kedudukan lewat Son Heung-min pada menit ke-52. Namun, dominasi penguasaan bola yang mencapai 57 persen milik Spurs tak cukup untuk membongkar disiplin pertahanan Chelsea yang dikawal Levi Colwill dan Benoit Badiashile.

Babak Pertama: Palmer Kembali Jadi Mimpi Buruk Spurs

Chelsea membuka laga dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan kecepatan sayap Mykhailo Mudryk dan kreativitas Cole Palmer di belakang striker tunggal Nicolas Jackson. Sementara Tottenham setia pada skema 4-3-3 khas De Zerbi yang menekankan build-up pendek dari lini belakang. Menit ke-12, Spurs nyaris unggul lebih dulu ketika umpan terobosan James Maddison disambut Son Heung-min, tetapi sepakan mendatarnya membentur tiang gawang Robert Sanchez.

Keunggulan justru datang untuk tuan rumah pada menit ke-34. Diawali serangan balik cepat dari sektor kanan, Reece James mengirimkan umpan silang mendatar yang berhasil disundul oleh Cole Palmer di tiang dekat. Bola melesat masuk ke sudut bawah gawang Vicario tanpa bisa diantisipasi. Palmer kembali membuktikan dirinya sebagai ancaman konsisten bagi Spurs, setelah musim lalu juga mencetak gol di pertemuan yang sama. Statistik babak pertama mencatat Chelsea melepaskan enam tembakan dengan tiga mengarah ke gawang, sementara Tottenham mencatat empat tembakan dan hanya dua yang tepat sasaran.

Babak Kedua: Gol Cepat Spurs dan Respons Dingin Chelsea

De Zerbi tampak menginstruksikan perubahan intensitas di ruang ganti. Hasilnya, menit ke-52, Tottenham berhasil menyamakan kedudukan. Sebuah kombinasi apik antara Destiny Udogie dan Son Heung-min di sisi kiri menghasilkan ruang tembak bagi kapten asal Korea Selatan itu. Son melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kanan atas gawang Chelsea. Gol ke-18 Son di liga musim ini sempat membungkam Stamford Bridge.

Namun, euforia Tottenham hanya bertahan 15 menit. Menit ke-67, Christopher Nkunku memulihkan keunggulan Chelsea melalui skema corner kick. Bola hasil sepak pojok Palmer disambut tandukan Badiashile yang membentur mistar, dan Nkunku dengan sigap menyambar bola muntah dari jarak dua meter. VAR sempat memeriksa potensi offside, tetapi gol dinyatakan sah setelah tinjauan singkat. Penguasaan bola Tottenham yang menyentuh 57 persen sepanjang laga menjadi tidak berarti karena minimnya shots on target tambahan — hanya dua tembakan tepat sasaran setelah gol Son hingga peluit akhir.

Analisis Taktik: De Zerbi Kehilangan Solusi di Sepertiga Akhir

Masalah klasik Tottenham di bawah De Zerbi kembali terlihat: dominasi penguasaan yang steril. Spurs mencatat 483 operan sukses berbanding 365 milik Chelsea, tetapi sebagian besar terjadi di sepertiga tengah. Masuknya Richarlison pada menit ke-70 menggantikan Brennan Johnson tidak banyak mengubah dinamika. Chelsea disiplin menjaga kotak penalti dengan blok rendah yang memaksa Spurs melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak. Dari 11 total tembakan Tottenham, hanya empat yang mengarah ke gawang, sebuah rasio yang menunjukkan ketidakmampuan menembus pertahanan rapat The Blues.

Di sisi lain, Chelsea tampil efisien dengan strategi transisi cepat Enzo Maresca. Dari 12 tembakan Chelsea, enam tepat sasaran, dengan xG (expected goals) mencapai 1,8 berbanding 0,9 milik Tottenham. Kartu kuning untuk Yves Bissouma pada menit ke-55 akibat pelanggaran terhadap Moises Caicedo juga membatasi agresivitas lini tengah Spurs di sisa pertandingan. Clean sheet memang tak diraih Chelsea, tetapi kemenangan ini menegaskan keunggulan mereka atas Tottenham untuk ketiga kalinya secara beruntun di Stamford Bridge.

"Kami menguasai bola lebih banyak, tetapi itu tidak cukup. Chelsea bertahan sangat dalam dan kami tidak cukup tajam menemukan celah. Kekalahan ini mengecewakan karena kami datang dengan rencana yang jelas, tetapi kehilangan fokus di dua momen kunci menghukum kami," ujar De Zerbi dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kekalahan ini membuat Tottenham tertahan di peringkat kelima dengan 62 poin, terancam gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Chelsea naik ke posisi keempat dengan 65 poin, menjaga asa finis di zona empat besar. Dengan satu laga tersisa, De Zerbi wajib meraih kemenangan dan berharap rival di atasnya terpeleset — tekanan yang semakin memperberat langkah Spurs di penghujung musim yang penuh gejolak ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User