Dua Gol Merino Antar Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026
INGLEWOOD, CALIFORNIA — Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Spanyol atas Belgia di perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7) di SoFi Stadium, menegaskan dominasi La Roja. Mikel Merino tampil sebagai...
INGLEWOOD, CALIFORNIA — Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Spanyol atas Belgia di perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7) di SoFi Stadium, menegaskan dominasi La Roja. Mikel Merino tampil sebagai pahlawan dengan dua gol yang memastikan langkah mereka ke babak empat besar.
Babak Pertama Penuh Kontrol Spanyol
Sejak peluit awal, armada Luis de la Fuente langsung menekan dengan formasi 4-3-3 cair yang kerap berubah menjadi 3-2-5 saat membangun serangan. Belgia mencoba merespons lewat transisi cepat Kevin De Bruyne, namun lini tengah yang dikawal Rodri dan Pedri terlalu tangguh untuk ditembus. Menit ke-12, peluang pertama lahir dari aksi individu Lamine Yamal di sayap kanan. Tusukannya mengiris pertahanan Belgia, tetapi tembakan kerasnya masih membentur mistar gawang Thibaut Courtois.
Belgia bukan tanpa ancaman. Menit ke-19, Romelu Lukaku lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan terobosan Leandro Trossard. Sayangnya, penyelesaiannya terlalu lemah dan bisa dimentahkan Unai Simón. Statistik menunjukkan penguasaan bola Spanyol mencapai 62% di 30 menit pertama, dengan total 5 shots on target berbanding 1 milik Belgia. Dominasi itu akhirnya berbuah hasil di menit ke-34. Umpan pendek satu-dua antara Pedri dan Álvaro Morata memecah lini belakang Belgia, hingga Morata sendiri yang menyontek bola ke pojok kiri bawah gawang. Gol keenam Morata di turnamen ini sekaligus menjadi assist ketiga Pedri sepanjang Piala Dunia 2026.
Merino, Pembeda Sejati di Babak Kedua
Masuk jeda dengan keunggulan 1-0, Spanyol tak mengendurkan intensitas. Belgia mencoba keluar menyerang, meninggalkan celah di sektor kiri pertahanan mereka. Celah inilah yang dieksploitasi dengan dingin oleh Mikel Merino. Menit ke-56, Nico Williams menusuk dari sisi kiri dan mengirim umpan silang mendatar yang tak bisa dijangkau Courtois maupun Axel Witsel. Merino yang berlari dari lini kedua, melepaskan tendangan first-time kaki kanan yang menghujam deras ke sisi kiri gawang. Gol pembeda itu langsung memecah kebuntuan psikologis Belgia.
Merino tak berhenti. Menit ke-73, sebuah serangan yang dibangun dari belakang oleh Dani Olmo berakhir dengan umpan tarik ke kotak penalti. Bola sempat membentur kaki Jan Vertonghen, namun langsung disambar Merino dengan sontekan kaki kiri dari jarak dekat. Skor menjadi 2-0 dan SoFi Stadium bergemuruh. Dua gol dalam 17 menit menjadikan Merino pemain dengan rata-rata kontribusi gol tertinggi per menit di fase gugur kali ini. Ia mencatat 3 gol dan 1 assist hanya dari total 213 menit bermain di babak sistem gugur.
Pagar Kokoh Pertahanan Spanyol
Di balik dua gol kemenangan, solidnya pertahanan Spanyol patut diacungi jempol. Empat bek sejajar — Dani Carvajal, Aymeric Laporte, Pau Torres, dan Alejandro Grimaldo — tampil disiplin menutup ruang tembak Belgia. Statistik akhir mencatat shots on target Belgia hanya 2 dari 9 percobaan, dengan total expected goals (xG) sebesar 0,87. Sebaliknya, Spanyol mencatat 7 tembakan tepat sasaran dari 14 percobaan, dengan xG mencapai 2,36. Bahkan, tiga pelanggaran krusial yang berpotensi berbuah kartu kuning berhasil diredam oleh positioning presisi Laporte.
Wasit sempat menggunakan VAR pada menit ke-81 untuk mengecek insiden handball di kotak penalti Spanyol. Tayangan ulang menunjukkan bola mengenai dada Robin Le Normand, sehingga tidak ada penalti. Keputusan ini memadamkan harapan terakhir Belgia. “Kami disiplin dan sabar. Skuad ini menunjukkan mental juara,” ujar pelatih Luis de la Fuente usai laga.
“Saya katakan kepada pemain, semifinal adalah hadiah dari kerja keras, tapi kami belum selesai. Tim ini lapar akan lebih.”
Kemenangan ini sekaligus menegaskan tren positif Spanyol yang selalu mencetak setidaknya dua gol di empat laga fase gugur. Penguasaan bola akhir mereka di angka 58% — bukan yang tertinggi, namun efisien: setiap penguasaan di sepertiga akhir hampir selalu berakhir dengan tembakan. Dengan kunci lini tengah Rodri yang mencatat akurasi operan 94% dan 7 recoveries, Spanyol sepenuhnya mengontrol ritme.
Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi Brasil di semifinal. Sebuah ulangan klasik yang menjanjikan duel sengit antara keanggunan teknis Spanyol melawan kekuatan fisik Seleção. Jika Merino dkk. mampu mempertahankan ketajaman dan soliditas seperti malam ini, bukan tak mungkin trofi Jules Rimet akan kembali ke Madrid.
Baca juga:
Comments (0)