Inggris Lumat Kongo 4-0 di 32 Besar Piala Dunia 2026
Skor akhir 4-0 untuk Inggris atas Kongo di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (2/7/2026) malam waktu setempat, menjadi penegas dominasi The Three Lions di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Empat gol...
Skor akhir 4-0 untuk Inggris atas Kongo di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (2/7/2026) malam waktu setempat, menjadi penegas dominasi The Three Lions di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Empat gol tanpa balas mengantarkan pasukan Gareth Southgate melaju mulus ke babak 16 besar, memperlihatkan performa klinis yang sudah dinanti para pendukung sejak fase grup.
Dominasi Sejak Peluit Awal
Inggris mengambil inisiatif sejak menit pertama. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Southgate dengan Jude Bellingham sebagai playmaker sentral terbukti terlalu tangguh bagi lini tengah Kongo. Penguasaan bola mencapai 68% untuk Inggris, sementara Kongo hanya mampu mencatatkan 32% — angka yang merefleksikan jurang kelas di antara kedua tim.
Menit ke-12, peluang emas pertama hadir lewat skema sepak pojok. Declan Rice melepaskan sundulan keras yang membentur mistar gawang Kongo. Bola muntah disambar Phil Foden, namun kiper Kongo, Amour Nzobenza, melakukan penyelamatan gemilang dengan refleks kaki kanannya. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-28. Harry Kane, kapten tim, menjebol gawang Kongo melalui eksekusi penalti setelah Raheem Sterling dilanggar bek kiri Kongo di kotak terlarang. Kane menunaikan tugasnya dengan tenang, mengirim bola ke sudut kiri bawah. Skor 1-0.
Kongo berusaha merespons melalui serangan balik cepat yang dikomandoi gelandang serang mereka, Patient Kouyaté. Menit ke-35, Kouyaté melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan pertama dalam laga ini. Namun, secara keseluruhan, Kongo kesulitan menembus pertahanan disiplin Inggris yang dikawal John Stones dan Marc Guéhi. Hingga turun minum, shots on target Inggris tercatat 6 berbanding 1 milik Kongo.
Babak Kedua: Pesta Gol Inggris
Memasuki babak kedua, Southgate menarik keluar Sterling yang sedikit mengalami ketidaknyamanan pada hamstring, memasukkan Marcus Rashford. Perubahan ini langsung berdampak. Menit ke-53, Rashford menusuk dari sisi kiri, melewati dua bek Kongo, dan melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di tiang jauh. Gol brilian ini menggandakan keunggulan Inggris menjadi 2-0, sekaligus menjadi goal of the match versi pemirsa Beritainti.
Bellingham yang tampil impresif sepanjang laga mencatatkan assist keduanya pada menit ke-67. Umpan terobosan presisinya berhasil dimanfaatkan Bukayo Saka yang lolos dari perangkap offside. Saka dengan dingin menaklukkan Nzobenza dalam situasi satu lawan satu. Skor 3-0. VAR sempat memeriksa potensi offside selama 90 detik, namun konfirmasi akhir memvalidasi gol tersebut.
Kongo mulai kehilangan disiplin. Menit ke-74, bek tengah mereka, Djo Issama, menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras terhadap Bellingham, sehingga Kongo harus bermain dengan 10 orang. Keunggulan jumlah pemain dimaksimalkan Inggris. Pada menit ke-82, Rice mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan hasil assist sepak pojok Foden. Skor akhir 4-0 untuk Inggris.
"Para pemain menunjukkan profesionalisme tinggi malam ini. Kami tetap sabar, terus menekan, dan gol-gol datang secara natural. Rotasi di babak kedua juga berjalan sesuai rencana," ujar Southgate dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Analisis Pemain dan Statistik Kunci
Harry Kane kembali membuktikan statusnya sebagai mesin gol utama dengan kontribusi satu gol dan tingkat akurasi operan mencapai 89%. Jude Bellingham menjadi kreator utama di lini tengah dengan dua assist, tiga key passes, dan jarak tempuh 11,2 kilometer — tertinggi di antara semua pemain. Di lini pertahanan, Guéhi dan Stones mencatatkan clean sheet dengan total lima intersep dan delapan sapuan. Kongo hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.
Dari kubu Kongo, Kouyaté layak mendapat apresiasi atas determinasinya meski timnya kalah kelas. Ia menjadi satu-satunya pemain Kongo yang mampu menciptakan peluang, meski minim dukungan dari lini depan. Kiper Nzobenza sejatinya tampil cukup baik dengan lima penyelamatan, namun bombardir 10 tembakan tepat sasaran dari Inggris terlalu berat untuk dibendung seorang diri.
Dengan kemenangan ini, Inggris memastikan tempat di babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga antara Jepang dan Kroasia. Dominasi penguasaan bola, efektivitas penyelesaian akhir, dan solidnya pertahanan menjadi fondasi kuat bagi The Three Lions untuk melangkah lebih jauh. Sementara itu, Kongo harus pulang dengan kepala tegak setelah menjalani debut Piala Dunia yang bersejarah bagi negara mereka, meskipun terhenti di fase gugur pertama.
Baca juga:
Comments (0)