Sabah FC Tundukkan Inkracht Sakti 3-1 di Laga Persahabatan
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan meyakinkan tim tamu Sabah FC atas tuan rumah Inkracht Sakti FC dalam laga uji coba internasional di PTIK Sport Stadium, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026). Sempat terta...
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan meyakinkan tim tamu Sabah FC atas tuan rumah Inkracht Sakti FC dalam laga uji coba internasional di PTIK Sport Stadium, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026). Sempat tertahan imbang 1-1 di babak pertama, armada asal Kota Kinabalu itu melepas dua gol pada babak kedua melalui permainan kolektif dan transisi cepat yang sulit diantisipasi lini belakang lawan. Gol-gol Sabah dicetak oleh Muhammad Faisal menit ke-12, Diego Oliveira menit ke-58, dan Mohd Ramli menit ke-79, sementara Inkracht Sakti sempat menyamakan kedudukan lewat penalti Andika Pradipta menit ke-34. Kemenangan ini menjadi modal positif bagi Sabah FC menjelang bergulirnya Liga Super Malaysia 2026.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama Ketat, Babak Kedua Sabah Menggila
Sejak peluit awal dibunyikan, Sabah FC langsung mengambil inisiatif menyerang. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih asal Kroasia, Igor Kralj, terbukti efektif membongkar formasi 5-4-1 bertahan milik Inkracht Sakti. Hanya butuh waktu 12 menit bagi tim tamu untuk membuka keunggulan. Berawal dari umpan terobosan gelandang serang Khairul Anuar, winger lincah Faisal menusuk dari sisi kiri, melakukan cut-in, dan melepaskan tendangan melengkung ke tiang jauh. Bola tak mampu dihentikan kiper Inkracht, Rendy Herdiansyah. Skor menjadi 0-1 dan para pendukung tuan rumah sempat terdiam.
Namun Inkracht Sakti perlahan bangkit. Memanfaatkan dukungan sekitar 2.500 penonton yang memadati tribun PTIK, tim polesan Ricky Nelson itu mulai berani keluar menekan. Menit ke-25, gelandang bertahan Sabah, Shahrul Nizam, melakukan pelanggaran di kotak terlarang setelah terlambat mengantisipasi pergerakan striker Dede Kusnandar. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Andika Pradipta yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tembakan keras ke pojok kiri bawah, menaklukkan kiper Sabah, Damien Lim. Skor imbang 1-1 dan tensi pertandingan meningkat. Hingga turun minum, Sabah mencatatkan penguasaan bola 57% berbanding 43%, serta shots on target 4 berbanding 2, namun skor tetap sama.
Analisis Taktik: Substitusi dan Transisi Cepat Jadi Kunci
Memasuki babak kedua, Sabah FC melakukan dua pergantian pemain sekaligus yang mengubah ritme. Masuknya Diego Oliveira menggantikan penyerang Azrul Haziq dan Syahmi Safari mengisi pos bek sayap kiri. Gelombang serangan Sabah makin sulit dibendung. Menit ke-58, lewat skema serangan balik cepat yang hanya melibatkan tiga sentuhan – sapuan bek tengah, umpan satu-dua antara Anuar dan Oliveira – striker asal Brasil itu melepaskan tembakan first-time dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut atas gawang Inkracht. Skor berubah 1-2, sekaligus mencatatkan statistik penting: Sabah melepaskan 5 dari total 7 tembakan tepat sasaran mereka di babak kedua.
Gol pamungkas lahir di menit ke-79. Sepak pojok Anuar disambut tandukan Ramli yang tak terkawal di tiang dekat. Inkracht yang mulai kelelahan mencoba merespons lewat skema bola panjang, namun sepanjang babak hanya menciptakan satu shots on target. Kartu kuning diberikan kepada dua pemain Inkracht, Bayu Aji menit ke-66 dan Rizky Fauzi menit ke-83, yang melakukan pelanggaran keras untuk memutus ritme Sabah. Tim tamu sendiri hanya mendapat satu kartu kuning untuk Nizam di babak pertama. Hingga peluit panjang, Sabah FC kokoh menjaga keunggulan dengan total penguasaan bola akhir 58% dan total shots on target 8-3.
Sorotan Pemain dan Statistik Kunci
Gelandang serang Khairul Anuar dinobatkan sebagai Man of the Match. Ia mencatatkan dua assist dan menciptakan tiga peluang emas sepanjang laga. Pergerakan tanpa bola dan visi umpannya menjadi pembeda di lini tengah. Sementara itu, Diego Oliveira menunjukkan naluri predator dengan mencetak gol dari peluang pertamanya di lapangan. Di kubu Inkracht, Andika Pradipta menjadi pemain paling menonjol dengan satu gol dan satu dribel sukses, sementara kiper Rendy Herdiansyah melakukan lima penyelamatan krusial yang mencegah skor lebih besar.
Poin menarik dari pertandingan ini adalah efektivitas Sabah FC memanfaatkan lebar lapangan. 42% serangan tim tamu berasal dari sektor sayap kiri, area yang dihuni oleh Faisal dan kemudian Safari. Sementara itu, Inkracht Sakti terlalu bergantung pada bola-bola panjang langsung ke striker, dengan hanya 67% akurasi umpan di sepertiga akhir lapangan. Laga ini juga menandai clean sheet paruh waktu kedua bagi Damien Lim, yang jarang mencatatkannya di pentas domestik Malaysia musim lalu.
Setelah pertandingan, pelatih Igor Kralj mengungkapkan apresiasinya. “Ini uji coba yang produktif. Kami mencoba banyak pemain dan sistem, dan respons mereka sangat baik. Babak pertama kami sedikit lambat dalam transisi bertahan, tapi babak kedua jauh lebih baik. Saya suka mentalitas tim ketika skor imbang,” ujarnya dalam konferensi pers. Sementara itu, pelatih Inkracht Ricky Nelson mengakui ketangguhan lawan. “Sabah FC tim yang solid, sangat terorganisir. Kami kebobolan dua gol dari kesalahan posisi yang seharusnya bisa dihindari. Tapi ini pengalaman berharga bagi pemain kami, terutama menghadapi tim dengan level lebih tinggi,” katanya.
Baca juga:
Comments (0)