Drama Tos-Tosan! Persebaya Angkat Trofi Piala Presiden 2026 Usai Bungkam Persib
Skor akhir: Persebaya Surabaya 2-2 Persib Bandung — adu penalti 6-5! Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam, menjadi saksi salah satu final paling dramatis dalam sejarah...
Skor akhir: Persebaya Surabaya 2-2 Persib Bandung — adu penalti 6-5! Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam, menjadi saksi salah satu final paling dramatis dalam sejarah Piala Presiden. Persebaya Surabaya keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2026 setelah memenangkan lotere tos-tosan atas Persib Bandung dalam pertandingan yang berlangsung 90 menit penuh ketegangan, dilanjutkan drama tendangan dari titik putih yang membuat jantung seluruh penonton berdegup kencang.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan tempo tinggi. Persib yang turun dengan formasi 4-3-3 mencoba mendominasi lewat penguasaan bola, sementara Persebaya menjawab dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan transisi cepat dan pressing agresif di lini tengah. Data statistik mencatat Maung Bandung unggul penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, namun efektivitas serangan justru menjadi milik Bajul Ijo yang tampil lebih klinis di sepertiga akhir lapangan.
Babak Pertama: Bajul Ijo Menggebrak, Maung Bandung Merespons
Menit ke-23, publik Bali meledak! Winger kiri Persebaya melepaskan umpan silang mendatar yang disambut sundulan keras sang striker utama, menaklukkan kiper Persib yang mati langkah. Gol pembuka itu lahir dari skema serangan balik tiga sentuhan — ciri khas permainan cepat Bajul Ijo sepanjang turnamen. Skor 1-0 untuk Persebaya.
Tertinggal satu gol, Persib menaikkan intensitas serangan. Pelatih Igor Tolic terlihat aktif memberikan instruksi dari tepi lapangan, mengubah pendekatan dengan lebih banyak umpan vertikal menusuk jantung pertahanan lawan. Hasilnya terlihat menit ke-41: gelandang serang Maung Bandung melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam sudut kanan atas gawang. Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit jeda. Statistik babak pertama menunjukkan Persib melepaskan 4 shots on target dari 8 percobaan, sementara Persebaya lebih efisien dengan 3 shots on target dari 5 tembakan.
Babak Kedua: Jual-Beli Serangan, VAR Jadi Sorotan
Interval kedua berjalan lebih panas. Menit ke-55, Persib sempat mengklaim penalti setelah bek Persebaya melakukan tekel keras di kotak terlarang. Namun setelah tinjauan VAR selama dua menit, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran — keputusan yang memicu protes keras dari bench Maung Bandung dan berbuah kartu kuning untuk salah satu staf pelatih mereka.
Menit ke-67, Persebaya kembali memimpin! Serangan dari sisi kanan diakhiri cutback sempurna, dan gelandang box-to-box Bajul Ijo menyambar bola dengan first-time shot yang tak terbendung. 2-1 untuk Persebaya. Namun keunggulan itu hanya bertahan 11 menit. Menit ke-78, Persib menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati — tendangan sudut yang disambut tandukan bek tengah mereka. Skor 2-2, dan laga berubah menjadi pertaruhan mental hingga menit akhir. Wasit bahkan sempat menganulir satu gol Persebaya di pengujung laga karena offside tipis yang dikonfirmasi VAR, membuat napas seluruh suporter tertahan.
Drama Tos-Tosan: Delapan Penalti, Satu Pahlawan
Tanpa pemenang dalam 90 menit, final langsung menuju adu penalti. Ketegangan mencapai puncaknya di sini. Tiga algojo pertama dari kedua kubu menunaikan tugas dengan sempurna. Petaka bagi Persib datang pada penendang keempat — eksekusi mereka membentur mistar gawang! Persebaya unggul sementara, namun penendang kelima Bajul Ijo gagal menuntaskan peluang setelah kiper Persib menebak arah bola dengan tepat. Skor tos-tosan kembali seimbang 5-5.
Pada giliran keenam, algojo Persebaya dengan dingin menempatkan bola ke pojok kanan gawang. Tekanan berpindah ke pundak penendang terakhir Persib — dan di sinilah malam itu menjadi milik kiper Persebaya! Ia membaca arah tendangan dengan sempurna, menepis bola, dan memicu kegilaan di tribun. Adu penalti berakhir 6-5. Persebaya juara Piala Presiden 2026!
"Para pemain sudah memberikan segalanya hingga detik terakhir. Kami memaksakan laga sampai adu penalti, dan di titik itu semua tentang keberuntungan dan mental. Saya bangga dengan perjuangan anak-anak asuh saya," ujar pelatih Persib, Igor Tolic, seusai laga dengan nada kecewa namun tetap lapang dada.
Angka di Balik Drama
Secara keseluruhan, statistik mencerminkan betapa ketatnya final ini. Persib mencatatkan 7 shots on target dari 15 tembakan, unggul dari Persebaya yang membukukan 5 shots on target dari 11 percobaan. Wasit mengeluarkan total 5 kartu kuning — tiga untuk Persib, dua untuk Persebaya — tanpa ada kartu merah. Kedua kiper tampil heroik dengan masing-masing mencatatkan 5 penyelamatan sepanjang 90 menit waktu normal.
Bagi Persebaya, trofi ini menjadi bukti kematangan proyek jangka panjang mereka. Dari starting XI hingga pemain pengganti, semua menjalankan peran dengan disiplin taktik luar biasa. Sementara bagi Persib, kekalahan lewat tos-tosan di final tentu menyakitkan, tetapi performa mereka sepanjang turnamen layak mendapat apresiasi tinggi. Satu hal yang pasti: sepak bola Indonesia malam ini menjadi pemenang sesungguhnya, karena final seperti ini akan dikenang bertahun-tahun ke depan.
Comments (0)