Drama San Siro: Inter Singkirkan Barcelona, Mimpi Final Flick Kandas

Skor akhir 4-3 untuk Inter Milan setelah 120 menit pertarungan sengit di Giuseppe Meazza, Rabu dini hari WIB, resmi mengubur mimpi Barcelona melaju ke final Liga Champions dengan agregat 6-7. Sepanjan...

Aug 12, 2026 - 00:11
0 0
Drama San Siro: Inter Singkirkan Barcelona, Mimpi Final Flick Kandas

Skor akhir 4-3 untuk Inter Milan setelah 120 menit pertarungan sengit di Giuseppe Meazza, Rabu dini hari WIB, resmi mengubur mimpi Barcelona melaju ke final Liga Champions dengan agregat 6-7. Sepanjang laga, pelatih Hans-Dieter Flick tampak tak pernah duduk tenang — ia berdiri di tepi lapangan, meneriakkan instruksi kepada starting XI-nya yang sempat tertinggal dua gol, bangkit memimpin, lalu runtuh di menit-menit krusial.

Statistik memperlihatkan betapa dominannya Blaugrana: penguasaan bola mencapai 71 persen berbanding 29 persen milik tuan rumah. Namun sepak bola tidak dimenangi lewat penguasaan semata. Inter melepaskan 7 shots on target dari 13 percobaan, sementara Barcelona mencatatkan sekitar 10 tembakan tepat sasaran dari 22 usaha — angka yang seharusnya cukup untuk menang, andai Yann Sommer tidak tampil bak tembok raksasa di bawah mistar Nerazzurri.

Babak Pertama: Skenario Buruk bagi Flick

Menit ke-21, San Siro meledak. Umpan silang Denzel Dumfries dari sisi kanan disambut Lautaro Martínez dengan penyelesaian dingin untuk membuka skor 1-0. Gol itu lahir dari transisi cepat yang membelah garis pertahanan tinggi khas Flick — sebuah risiko taktik yang sudah diprediksi banyak analis sebelum laga.

Petaka berikutnya datang jelang jeda. Pau Cubarsí menjatuhkan Lautaro di kotak terlarang, dan setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih. Hakan Çalhanoğlu mengeksekusi penalti dengan sempurna di menit ke-45, menipu Wojciech Szczęsny dan membawa Inter unggul 2-0. Agregat 5-3 bagi tuan rumah membuat Barcelona menghadapi misi nyaris mustahil saat turun minum.

Kebangkitan Blaugrana dan Drama Menit Akhir

Apa pun yang disampaikan Flick di ruang ganti, efeknya langsung terlihat. Menit ke-54, bek sayap Gerard Martín melepaskan umpan silang akurat yang dituntaskan Eric García untuk memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Hanya enam menit berselang, kombinasi serupa kembali membuahkan hasil — assist kedua Martín kali ini dikonversi Dani Olmo. Skor 2-2, momentum sepenuhnya berpindah ke kubu tamu.

Formasi 4-3-3 Flick semakin agresif. Lamine Yamal mengobrak-abrik sisi kanan pertahanan Inter, sementara Raphinha menjadi momok di sektor kiri. Menit ke-87, kerja keras itu terbayar: Raphinha mencetak gol yang membawa Barcelona unggul 3-2 — kedudukan yang berarti tiket ke final tinggal sejengkal dari genggaman.

Namun sepak bola selalu menulis naskahnya sendiri. Menit ke-90+3, saat Barcelona tinggal menghitung detik, Francesco Acerbi — bek tengah yang naik membantu serangan — menyambar umpan Dumfries untuk menyamakan kedudukan 3-3. San Siro bergemuruh. Perpanjangan waktu tak terhindarkan.

Perpanjangan Waktu: Frattesi Mengakhiri Segalanya

Menit ke-99, Davide Frattesi menuntaskan umpan Mehdi Taremi dengan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau Szczęsny. Skor 4-3, agregat 7-6. Barcelona mencoba merespons lewat gelombang serangan berikutnya, tetapi Sommer menggagalkan peluang emas Yamal dengan penyelamatan spektakuler yang akan diingat bertahun-tahun.

Kekalahan ini menyorot satu kelemahan struktural dalam proyek Flick: garis pertahanan tinggi tanpa kompensasi kecepatan memadai di lini belakang. Tiga dari empat gol Inter lahir dari situasi di mana jebakan offside gagal total. Sejumlah kartu kuning yang diterima pemain Barca di fase akhir laga juga mencerminkan frustrasi yang memuncak.

Meski demikian, perjalanan Barcelona musim ini tetap layak diapresiasi. Dari tim yang diragukan di awal musim, Flick membawa mereka ke semifinal Liga Champions sekaligus tetap kompetitif di jalur domestik. Semifinal yang menghasilkan 13 gol dalam dua leg ini akan tercatat sebagai salah satu duel terbaik era modern — dan Flick, dengan segala instruksi tanpa henti dari pinggir lapangan San Siro malam itu, adalah bagian tak terpisahkan dari drama tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User