Drama Penalti Bikin Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 bertahan hingga 120 menit, tetapi Bosnia-Herzegovina berhasil memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 lewat kemenangan adu penalti 4-3 atas Italia. Pertandingan playoff zona Eropa yang dig...

Jul 28, 2026 - 00:29
0 0
Drama Penalti Bikin Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 bertahan hingga 120 menit, tetapi Bosnia-Herzegovina berhasil memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 lewat kemenangan adu penalti 4-3 atas Italia. Pertandingan playoff zona Eropa yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB itu menjadi mimpi buruk bagi Azzurri—mereka kembali absen dari putaran final setelah sebelumnya juga gagal ke Rusia 2018.

Jalannya Laga: Pertahanan Kokoh dan Peluang Emas yang Terbuang

Pelatih Italia, Roberto Mancini, memulai dengan formasi 4-3-3, mengandalkan trisula depan Giacomo Raspadori, Federico Chiesa, dan Nicolò Zaniolo. Sementara Bosnia di bawah arahan Faruk Hadžibegić tampil dengan 3-5-2 defensif, menumpuk lini tengah untuk meredam kreativitas gelandang Italia. Statistik penguasaan bola jelas menunjukkan dominasi Italia (62% berbanding 38%), tetapi efisiensi serangan Bosnia justru lebih tajam. Dari 18 tembakan yang dilepaskan anak asuh Mancini, hanya 4 yang mengarah ke gawang—sebuah catatan buruk bagi tim sekaliber juara Eropa 2020 itu. Di sisi lain, Bosnia melepaskan 9 tembakan dengan 3 shots on target, hampir membobol gawang Gianluigi Donnarumma melalui sundulan Edin Džeko pada menit ke-67 yang masih membentur mistar.

Menit ke-34, Italia sebenarnya sempat mencetak gol melalui sepakan jarak jauh Sandro Tonali, namun VAR menganulirnya karena Nicolò Barella dinilai offside pada proses terjadinya gol. Keputusan kontroversial ini menjadi titik balik mental karena setelahnya, intensitas serangan Italia menurun. Kiper Bosnia, Ibrahim Šehić, menjadi pahlawan dengan serangkaian penyelamatan gemilang: ia menggagalkan sundulan Francesco Acerbi pada menit ke-55, menepis tendangan voli Chiesa di menit ke-78, serta meninju bola liar di menit-menit akhir extra time. Tanpa ketangguhannya, Italia bisa saja sudah lolos sebelum adu penalti.

Sengitnya Adu Penalti: Kegagalan Eksekutor Kunci

Setelah 120 menit tanpa gol, pertandingan dilanjutkan ke babak tos-tosan. Bosnia mendapat keuntungan menendang lebih dulu. Edin Džeko sebagai algojo pertama sukses menjebol gawang Donnarumma. Italia membalas melalui Federico Chiesa. Skor 1-1. Miralem Pjanić dengan tenang menempatkan bola ke sudut kiri, sementara Jorginho yang terkenal dengan gaya lompat khasnya justru gagal—tembakannya melambung di atas mistar. Keunggulan Bosnia bertambah saat Ermedin Demirović mengonversi, tapi Nicolò Zaniolo masih menyamakan. Drama pecah ketika Sead Kolašinac sukses, namun Alessandro Bastoni yang biasanya kalem justru tendangannya ditepis kiper Ibrahim Šehić. Skor 4-3 untuk Bosnia. Eksekutor kelima Bosnia, Amar Dedić, tak perlu menendang: pasukannya sudah merayakan kemenangan karena Italia kehabisan penendang.

Statistik Kunci & Analisis Taktik

Starting XI Italia (4-3-3): Donnarumma; Di Lorenzo, Bastoni, Acerbi, Dimarco; Barella, Tonali, Jorginho; Chiesa, Raspadori, Zaniolo. Bosnia (3-5-2): Šehić; Hadžikadunić, Saničanin, Kovačević; Dedić, Pjanić, Cimirot, Gojak, Kolašinac; Džeko, Demirović.

Italia terlalu mengandalkan penguasaan bola tanpa progresi vertikal yang cukup. Hanya 1,2 expected goals (xG) yang dihasilkan meski melepaskan 18 tembakan, sementara Bosnia mencatat 0,9 xG dari 9 peluang. Kartu kuning untuk Jorginho (menit ke-55) dan Barella (menit ke-89) sedikit menghambat agresivitas lini tengah Azzurri, sedangkan Bosnia bermain disiplin tanpa kartu sepanjang 120 menit. Pelanggaran Italia mencapai 17 kali berbanding 8 milik tuan rumah, memicu tekanan balik cepat yang kerap membahayakan. Šehić mencatat 4 saves, Donnarumma hanya 2 saves.

Kutipan Pasca Pertandingan

“Kami tidak bisa menyalahkan siapapun. Ini sepak bola. Adu penalti selalu seperti lotere. Hari ini kami kurang beruntung,” ujar pelatih Italia dalam konferensi pers. Sementara Faruk Hadžibegić mengatakan: “Para pemain saya luar biasa. Mereka melawan juara Eropa dan menunjukkan karakter besar. Ini untuk seluruh Bosnia.”

Dampak dan Sejarah Kelam Italia

Kekalahan ini memperpanjang trauma Italia di playoff Piala Dunia. Setelah absen di Rusia 2018 akibat takluk dari Makedonia Utara di semifinal playoff, kini Bosnia menghentikan langkah mereka. Italia tak akan tampil di Amerika Utara 2026—sebuah pukulan telak bagi negara empat kali juara dunia itu. Sementara Bosnia-Herzegovina mengukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sebagai negara merdeka. Sorak-sorai 15.000 pendukung di Bilino Polje menjadi saksi bagaimana mimpi itu akhirnya terwujud, sementara Azzurri pulang dengan kepala tertunduk untuk kedua kalinya dalam satu dekade.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User