Drama Panas dan Kontroversi Warnai Kemenangan Real Madrid atas Benfica

Skor akhir 3-2 untuk kemenangan dramatis Real Madrid atas Benfica di play-off Liga Champions 2025/2026 benar-benar menyajikan tontonan yang tak terlupakan. Laga di Estadio da Luz pada Kamis dini hari ...

Aug 07, 2026 - 07:21
0 0
Drama Panas dan Kontroversi Warnai Kemenangan Real Madrid atas Benfica

Skor akhir 3-2 untuk kemenangan dramatis Real Madrid atas Benfica di play-off Liga Champions 2025/2026 benar-benar menyajikan tontonan yang tak terlupakan. Laga di Estadio da Luz pada Kamis dini hari WIB itu berjalan dengan intensitas tinggi, dihiasi gol-gol spektakuler, keputusan VAR yang kontroversial, dan insiden panas yang melibatkan bintang sayap Madrid, Vinicius Junior. Namun, yang paling mencuri perhatian bukan hanya hasil akhirnya, melainkan sikap kontroversial pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang memilih netral terkait dugaan rasisme yang dialami Vinicius usai laga.

Babak Pertama: Jual Beli Serangan dan Gol Cepat

Sejak menit awal, kedua tim langsung menunjukkan formasi menyerang. Benfica yang bermain di kandang sendiri tampil berani dengan formasi 4-2-3-1, sementara Real Madrid mengandalkan 4-3-3 dengan trio lini depan mematikan. Menit ke-12, kejutan datang dari tuan rumah. Angel Di Maria melepaskan umpan terobosan presisi kepada Kerem Akturkoglu yang lolos dari jebakan offside, dan pemain sayap asal Turki itu menyelesaikannya dengan tembakan first-time ke pojok gawang Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk Benfica membuat para penggemar tuan rumah bergemuruh.

Real Madrid tidak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-23, Jude Bellingham yang bermain sebagai false nine menarik keluar bek tengah Benfica, menciptakan ruang di sisi kanan. Rodrygo memanfaatkannya dengan sprint cepat dan melepaskan umpan silang datar yang disambar oleh Vinicius Junior di tiang jauh. Gol penyama kedudukan itu tercipta dengan sempurna, dan Vinicius langsung merayakannya dengan gestur menutup telinga ke arah tribun penonton tuan rumah yang terus mencemoohnya sejak awal laga. Selebrasi itulah yang kemudian menjadi cikal bakal ketegangan di lapangan.

Penguasaan bola pada babak pertama tercatat 55% untuk Benfica, namun efektivitas serangan Real Madrid lebih tajam. Shots on target dari kedua tim masing-masing berjumlah 4 dan 5, menunjukkan duel yang sangat terbuka. Menit ke-38, drama terjadi. Bek Benfica, Nicolas Otamendi, melakukan tekel keras kepada Vinicius di tengah lapangan. Wasit asal Jerman, Daniel Siebert, memberikan kartu kuning, namun setelah VAR mereview, kartu kuning tersebut dinaikkan menjadi kartu merah karena Otamendi dianggap melakukan pelanggaran dengan kaki diangkat terlalu tinggi dan membahayakan. Benfica harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-40, sebuah pukulan telak bagi tim asuhan Mourinho.

Babak Kedua: Keunggulan Jumlah Pemain dan Comeback Madrid

Memasuki babak kedua, Real Madrid mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 68%. Formasi Benfica berubah menjadi 4-4-1 dengan fokus bertahan, namun Madrid terus menekan. Menit ke-58, gol kedua Madrid tercipta melalui skema sepak pojok. Luka Modric yang baru masuk sebagai pemain pengganti mengirimkan umpan akurat ke kepala Antonio Rudiger yang melompat tinggi di antara dua bek Benfica. Sundulannya keras dan tak mampu dihalau kiper Anatoliy Trubin. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Real Madrid.

Benfica tidak menyerah. Meski kehilangan satu pemain, mereka masih mampu melancarkan serangan balik cepat. Menit ke-71, Di Maria menunjukkan kelasnya dengan melepaskan tendangan bebas melengkung dari jarak 25 meter yang bersarang di sudut atas gawang Courtois. Gol tersebut merupakan assist ke-3 Di Maria di kompetisi ini musim ini, sebuah statistik yang luar biasa. Skor imbang 2-2 dan tensi pertandingan kembali memanas.

Namun, Real Madrid punya kedalaman skuad yang luar biasa. Menit ke-84, pemain pengganti lain, Arda Guler, mencetak gol kemenangan. Berawal dari pergerakan Vinicius di sisi kiri yang melewati dua pemain, ia melepaskan umpan tarik ke kotak penalti. Bola sempat mengenai bek Benfica, tetapi Guler dengan refleks cepat melepaskan tembakan voli yang mengubah arah dan mengecoh kiper. Skor akhir 3-2 untuk Real Madrid. Shots on target total untuk Madrid mencapai 8, sementara Benfica hanya 5, namun efektivitas tuan rumah patut diacungi jempol.

Kontroversi Selebrasi dan Sikap Netral Mourinho

Pasca pertandingan, sorotan justru tertuju pada insiden di menit ke-23. Selebrasi Vinicius yang dianggap provokatif oleh publik tuan rumah memicu reaksi keras dari bench Benfica. Mourinho, yang dikenal sebagai pelatih emosional, terlihat berdebat dengan wasit keempat dan pemain Madrid. Namun yang mengejutkan, dalam konferensi pers usai laga, Mourinho justru bersikap netral terkait laporan dugaan rasisme yang disebutkan oleh tim Madrid.

“Saya tidak mendengar apa pun di lapangan. Saya hanya fokus pada pertandingan. Selebrasi Vinicius memang memicu suasana, tetapi saya tidak bisa berkomentar lebih jauh tentang hal di luar sepak bola. Saya netral,” ujar Mourinho dengan wajah datar.

Pernyataan itu langsung menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk mantan pemain dan pengamat. Banyak yang menilai sikap Mourinho tidak tepat karena seharusnya ia membela pemain yang menjadi korban. Namun, Mourinho tetap pada pendiriannya, menegaskan bahwa fokusnya adalah hasil pertandingan dan strategi tim. Sementara itu, Vinicius sendiri melalui media sosial hanya menulis singkat, “Kita terus berjuang,” tanpa menyebutkan detail insiden.

Secara keseluruhan, laga ini menyajikan drama lengkap: gol-gol indah, kartu merah, keputusan VAR, dan kontroversi di luar lapangan. Real Madrid berhasil membawa modal berharga ke Santiago Bernabeu untuk leg kedua, sementara Benfica harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan dengan 10 pemain. Satu hal yang pasti, rivalitas antara kedua tim dan sosok Mourinho akan terus menjadi bahan pembicaraan hangat di dunia sepak bola Eropa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User