Drama Messi: Argentina Tundukkan Swiss 3-2 di Perempat Final Piala Dunia
MetLife Stadium bergemuruh. Argentina memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan perlawanan gigih Swiss dengan skor 3-2 dalam laga perempat final yang baru usai lewat drama e...
MetLife Stadium bergemuruh. Argentina memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan perlawanan gigih Swiss dengan skor 3-2 dalam laga perempat final yang baru usai lewat drama extra time, Sabtu (5/7/2026). Lionel Messi menjadi arsitek sekaligus algojo kemenangan dengan dua assist dan gol penalti penentu di menit ke-119 yang memastikan La Albiceleste lolos di antara empat besar.
Babak Pertama: Dominasi Posesi Tanpa Efek Kejut
Argentina membuka laga dengan formasi 4-3-3 menyerang. Sejak peluit awal, pasukan Lionel Scaloni langsung menekan lini belakang Swiss. Penguasaan bola mencapai 63% di 20 menit pertama, namun solidnya organisasi pertahanan asuhan Murat Yakin meredam setiap upaya penetrasi. Duet Manuel Akanji dan Nico Elvedi tampil disiplin menutup ruang gerak Julian Alvarez.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-23. Sebuah skema one-two antara Messi dan Alexis Mac Allister membuka celah di sisi kanan pertahanan Swiss. Messi, dengan visi khasnya, mengirim umpan tarik mendatar ke kotak penalti. Julian Alvarez yang lepas dari kawalan Elvedi menceploskan bola dengan sontekan kaki kiri tanpa bisa dijangkau Yann Sommer. Skor 1-0. Assist keenam Messi di turnamen ini—terbanyak di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Argentina hampir menggandakan keunggulan di menit ke-35 ketika tendangan Giovani Lo Celso dari luar kotak penalti membentur mistar gawang. Statistik shots on target babak pertama: Argentina 4, Swiss 0.
Swiss bukan tanpa ancaman. Di menit ke-41, Noah Okafor melepas sprint memanfaatkan kelengahan Nahuel Molina, namun umpan silangnya gagal dijangkau Breel Embolo yang sudah berdiri di tiang jauh. Babak pertama berakhir 1-0, namun jelas bahwa Swiss masih menyimpan potensi bahaya.
Swiss Pantang Menyerah, Panggung VAR dan Gol Menit Akhir
Memasuki babak kedua, Swiss melakukan perubahan. Masuknya Ruben Vargas menggantikan Okafor menambah agresivitas di sisi kiri. Hasilnya instan: menit ke-56, Granit Xhaka melepaskan umpan lambung terukur yang disambut sundulan Breel Embolo. Bola sempat membentur tiang sebelum melewati garis gawang. VAR sempat memeriksa kemungkinan offside, namun akhirnya gol disahkan. Skor imbang 1-1. Tendangan sudut Swiss di babak kedua mencapai 5 kali, dari total 7 sepanjang laga.
Argentina merespons dengan meningkatkan intensitas. Di menit ke-72, sebuah tendangan bebas di luar kotak penalti menjadi momentum. Messi yang menjadi eksekutor melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Sommer. 2-1 dan stadion kembali berpihak pada tim Tango. Namun Swiss menunjukkan mental baja. Menit ke-88, sepak pojok Xhaka disundul Akanji yang berdiri bebas di tiang dekat. Emiliano Martinez tak kuasa menahan bola. Skor 2-2. Pertandingan wajib dilanjutkan ke extra time setelah waktu normal berakhir dengan statistik penguasaan bola Argentina 58% berbanding 42% Swiss, shots on target 8 untuk Argentina dan 5 untuk Swiss.
Kaki Dingin Messi di Extra Time, Pengorbanan Sommer Berujung Petaka
Extra time berjalan ketat. Kedua tim bermain dengan kelelahan. Swiss nyaris membalikkan keadaan di menit ke-105 saat tendangan jarak jauh Xhaka menerpa mistar gawang. Namun momen krusial hadir di menit ke-117. Sebuah penetrasi Lo Celso berujung handball yang dilakukan Elvedi di dalam kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Kartu kuning pun diberikan kepada Elvedi. Messi, sang kapten, dengan dingin mengeksekusi penalti ke arah kiri gawang, sementara Sommer memilih arah sebaliknya. 3-2. Penalti tersebut merupakan gol ketujuh Messi di Piala Dunia 2026, sekaligus menjadikannya top skor sementara. Swiss berusaha keras di sisa waktu, namun solidnya komunikasi Cristian Romero dan Lisandro Martinez menjaga keunggulan. Laga berakhir dengan kartu kuning untuk Xhaka akibat protes di menit ke-120+2.
Data akhir mencatat: total shots Argentina 16 (8 on target), Swiss 11 (5 on target). Messi menorehkan dua assist dan satu gol. Julian Alvarez kini telah mengoleksi 4 gol di turnamen, sementara Granit Xhaka mencatat 3 assist untuk Swiss. Pelatih Lionel Scaloni dalam jumpa pers mengatakan,
"Swiss adalah lawan yang luar biasa terorganisir. Mereka memaksa kami bekerja keras hingga detik terakhir. Kami beruntung memiliki pemain seperti Leo yang selalu bisa membaca momen besar."
Argentina kini menunggu pemenang antara Brasil dan Spanyol di semifinal. Sementara Swiss pulang dengan kepala tegak, membuktikan bahwa mereka mampu menyulitkan sang juara bertahan.
Baca juga:
Comments (0)