Drama Lima Gol! Argentina Singkirkan Tanjung Verde 3-2 di Miami

Skor akhir: Argentina 3-2 Tanjung Verde. Stadion Miami, Miami Gardens, Florida, menjadi saksi drama lima gol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Juara bertahan La Al...

Aug 09, 2026 - 13:18
0 0
Drama Lima Gol! Argentina Singkirkan Tanjung Verde 3-2 di Miami

Skor akhir: Argentina 3-2 Tanjung Verde. Stadion Miami, Miami Gardens, Florida, menjadi saksi drama lima gol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Juara bertahan La Albiceleste dipaksa memeras keringat hingga menit-menit akhir oleh sang debutan asal Afrika Barat, dan gol penentu kemenangan baru lahir menit ke-84. Ironisnya, momen paling membekas justru milik sang underdog — selebrasi penuh emosi Sidny Lopes Cabral, pemain bernomor punggung 13, usai mencetak gol kedua Tanjung Verde yang sempat membungkam puluhan ribu pendukung Argentina.

Babak Pertama: Dominasi Dibalas Keberanian

Pelatih Lionel Scaloni menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI terbaiknya: Emiliano Martínez di bawah mistar, trio lini tengah Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister menopang trisula Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Nico Paz. Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Menit ke-18, Álvarez membuka skor — menyambar umpan silang mendatar Messi dengan sontekan kaki kanan dari jarak enam meter. 1-0 untuk sang juara bertahan.

Namun Tanjung Verde, yang tampil disiplin dengan formasi 5-4-1 racikan pelatih Bubista, menolak menjadi penonton. Menit ke-34, serangan balik cepat diakhiri Ryan Mendes dengan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kiri gawang. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum, dengan penguasaan bola babak pertama 63 persen berbanding 37 persen untuk Argentina.

Menit ke-52: Cabral Mengguncang Miami

Baru tujuh menit babak kedua berjalan, stadion bergemuruh. Menit ke-52, Jamiro Monteiro melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan Argentina. Sidny Lopes Cabral berlari di antara dua bek tengah, mengontrol bola dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tendangan keras kaki kiri yang tak mampu dijangkau Emiliano Martínez. Tanjung Verde berbalik unggul 2-1! Cabral berlari ke sudut lapangan dan melepas jerseynya dalam selebrasi yang berbuah kartu kuning — tetapi siapa peduli? Negara kepulauan berpenduduk sekitar setengah juta jiwa itu, sesaat, memimpin juara dunia di panggung terbesar sepak bola.

Petugas VAR sempat memeriksa potensi offside dalam proses gol tersebut. Setelah tinjauan hampir dua menit, teknologi garis semi-otomatis menunjukkan posisi Cabral masih sejajar dengan bek terakhir. Gol sah. Untuk pertama kalinya di turnamen ini, Argentina tertinggal dari lawannya.

Comeback Sang Juara Bertahan

Tertinggal justru menyalakan alarm bagi Scaloni. Lautaro Martínez dan Ángel Di María dimasukkan untuk menambah daya gedor. Menit ke-67, Messi menyamakan kedudukan lewat eksekusi tendangan bebas khasnya dari jarak 22 meter — bola melengkung melewati pagar betis dan menghujam sudut gawang. 2-2, dan Argentina kembali bernapas.

Gelombang serangan tak berhenti. Menit ke-84, umpan tarik Di María dari sisi kanan disambut Lautaro Martínez dengan sundulan keras yang merobek jala gawang kiper Vozinha. 3-2 — skor yang bertahan hingga peluit panjang, meski Tanjung Verde nyaris menyamakan kedudukan di masa injury time ketika sundulan Bebé membentur mistar gawang.

Angka di Balik Drama

Statistik akhir mencerminkan pertarungan tim raksasa melawan tim pemberani. Penguasaan bola: Argentina 67 persen, Tanjung Verde 33 persen. Shots on target: 9 berbanding 5. Total tembakan 21-9, tendangan sudut 8-3, dan pelanggaran 11-16. Wasit mengeluarkan lima kartu kuning — tiga untuk Tanjung Verde, dua untuk Argentina — tanpa satu pun kartu merah. Emiliano Martínez mencatatkan tiga penyelamatan krusial, sementara lini belakang Tanjung Verde yang dikomandoi Roberto Lopes melakukan 14 sapuan sepanjang laga.

Suara dari Ruang Ganti

'Kami sudah memprediksi laga ini tidak akan mudah. Tanjung Verde bermain dengan hati, dan gol Cabral adalah pengingat bahwa di Piala Dunia tidak ada lawan kecil,' ujar Scaloni seusai pertandingan. Di kubu seberang, Bubista hanya bisa tersenyum bangga. 'Anak-anak membuat seluruh Afrika berdiri malam ini. Kami kalah di papan skor, tetapi kami tidak pernah ditaklukkan.'

Argentina kini melaju ke babak 16 besar, sementara Tanjung Verde pulang dengan kepala tegak — membawa serta satu nama yang akan selalu dikenang: Sidny Lopes Cabral, sang nomor 13 yang sempat membuat juara dunia berlutut di Miami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User