Drama Extra Time, Argentina Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Tanjung Verde
Skor akhir 2-1 untuk Argentina! La Albiceleste harus menunggu hingga extra time sebelum memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026, setelah menyingkirkan perlawanan gigih Tanjung Verde ...
Skor akhir 2-1 untuk Argentina! La Albiceleste harus menunggu hingga extra time sebelum memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026, setelah menyingkirkan perlawanan gigih Tanjung Verde dalam laga 32 besar di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (3/7/2026). Gol kemenangan lahir pada menit ke-108 lewat Lautaro Martínez yang memanfaatkan assist brilian Lionel Messi, mengakhiri malam penuh drama yang sempat membuat puluhan ribu suporter Argentina menahan napas.
Angka statistik menggambarkan dominasi total sang juara bertahan: penguasaan bola 68 persen berbanding 32 persen, 23 tembakan dengan 9 shots on target, sementara Tanjung Verde hanya mampu melepaskan 6 percobaan dan 3 shots on target. Namun sepak bola bukan sekadar angka — tim debutan dari Afrika itu hampir saja menulis salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Babak Pertama: Kejutan yang Mengguncang Stadion Miami
Pelatih Lionel Scaloni menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-3-3: Emiliano Martínez di bawah mistar; Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolás Otamendi, dan Nicolás Tagliafico mengawal lini belakang; trio Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister di lini tengah; sementara trisula depan diisi Messi, Julián Álvarez, dan Alejandro Garnacho.
Argentina langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit dibunyikan. Menit ke-11, Messi melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang masih membentur mistar gawang. Namun justru Tanjung Verde yang membuka skor lebih dulu. Menit ke-38, serangan balik cepat dibangun dari sisi kanan, umpan silang mendatar disambut penyerang mereka dengan sontekan first time yang menaklukkan Emiliano Martínez. Skor 1-0 untuk sang underdog, dan Stadion Miami terdiam seketika.
Hingga turun minum, Argentina mencatatkan penguasaan bola 71 persen tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Barisan formasi 5-4-1 Tanjung Verde yang disiplin, dengan bek Sidney Lopes Cabral tampil heroik menghadapi pergerakan Messi, membuat setiap gelombang serangan La Albiceleste mentah di sepertiga akhir lapangan.
Babak Kedua: VAR, Offside, dan Gol Penyama Kedudukan
Scaloni merespons dengan memasukkan Lautaro Martínez menggantikan Garnacho pada menit ke-58, mengubah struktur serangan menjadi lebih direct. Drama besar terjadi menit ke-63 ketika Tanjung Verde sempat menggetarkan jala gawang untuk kedua kalinya, tetapi VAR turun tangan — tayangan ulang menunjukkan sang penyerang berada dalam posisi offside tipis sebelum menerima umpan terobosan. Gol dianulir, dan Argentina bernapas lega.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Menit ke-74, Messi mengirim umpan terobosan yang membelah dua bek tengah, dan Julián Álvarez menyelesaikannya dengan tembakan keras ke sudut bawah gawang. Skor 1-1! Assist tersebut menjadi bukti nyata visi sang kapten yang sepanjang laga menjadi sasaran penjagaan ketat berlapis.
Sisa waktu normal berjalan panas. Wasit mengeluarkan total lima kartu kuning — tiga untuk Tanjung Verde akibat pelanggaran taktis, dua untuk Argentina. Hingga 90 menit plus injury time berakhir, skor imbang bertahan dan laga dilanjutkan ke extra time.
"Kami tahu ini tidak akan mudah. Tanjung Verde bermain dengan hati dan organisasi pertahanan yang luar biasa. Tapi tim ini punya karakter juara — kami tidak pernah berhenti percaya sampai detik terakhir," ujar Scaloni seusai pertandingan.
Extra Time: Momen Messi dan Gestur Respek untuk Sang Lawan
Memasuki perpanjangan waktu, fisik para pemain debutan itu mulai menurun, sementara Argentina justru menaikkan tempo. Menit ke-104, tendangan bebas Messi masih bisa ditepis kiper Tanjung Verde. Namun keajaiban datang empat menit berselang. Menit ke-108, Messi menerima bola di half-space kanan, mengecoh satu pemain, lalu mengirim umpan silang rendah yang disambut Lautaro Martínez dengan tembakan first time. Bola bersarang di pojok kiri gawang. 2-1 untuk Argentina!
Tanjung Verde mencoba bangkit pada babak kedua extra time, bahkan nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan dari situasi sepak pojok menit ke-117 yang masih melebar tipis di sisi gawang. Peluit panjang akhirnya berbunyi — Argentina melaju, Tanjung Verde pulang dengan kepala tegak.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi seusai laga, ketika Messi tertangkap kamera mengangkat dan memeluk Sidney Lopes Cabral — bek yang sepanjang 120 menit membuatnya bekerja ekstra keras. Sebuah gestur respek dari sang megabintang untuk penampilan heroik sang lawan yang menjadi gambaran betapa sengitnya duel malam itu.
Statistik Akhir dan Menanti Lawan di 16 Besar
Secara keseluruhan, Argentina melepaskan 23 tembakan, 9 shots on target, dan 11 sepak pojok, berbanding 6 tembakan dan 3 shots on target milik Tanjung Verde. Emiliano Martínez memang gagal mencatatkan clean sheet, tetapi dua penyelamatannya di masa extra time terbukti krusial menjaga asa timnya.
Dengan kemenangan dramatis ini, Argentina kini menanti lawan di babak 16 besar. Messi menutup laga tanpa gol, tetapi dua assist-nya menjadi pembeda. Jika mentalitas seperti ini terus dipertahankan, La Albiceleste jelas bukan tim yang ingin dihadapi siapa pun di fase gugur.
Comments (0)