Drama Adu Penalti! Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Tavares Bersyukur

Skor akhir: Persebaya Surabaya 6-5 Persib Bandung (1-1) — drama adu penalti menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi Piala Presiden 2026! Bajol Ijo keluar sebagai kampiun setelah eksekutor...

Aug 07, 2026 - 18:54
0 0
Drama Adu Penalti! Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Tavares Bersyukur

Skor akhir: Persebaya Surabaya 6-5 Persib Bandung (1-1) — drama adu penalti menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi Piala Presiden 2026! Bajol Ijo keluar sebagai kampiun setelah eksekutor keenam Maung Bandung gagal menaklukkan kiper dalam partai final yang digelar Kamis (6/8) malam WIB. Waktu normal 90 menit hanya menghasilkan skor imbang 1-1, dan pelatih Bernardo Tavares meluapkan rasa syukur mendalam usai laga bersejarah ini.

Babak Pertama: Bajol Ijo Menggigit Lebih Dulu

Bernardo Tavares menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang bertransformasi menjadi 4-2-3-1 saat bertahan. Strategi pressing tinggi langsung diperagakan anak asuhnya sejak peluit dibunyikan. Menit ke-12, peluang pertama tercipta ketika winger kanan Persebaya melepaskan umpan silang yang masih menyamping tipis dari gawang Persib.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-34. Berawal dari skema serangan balik cepat, gelandang serang Persebaya mengirimkan umpan terobosan ciamik yang diselesaikan sempurna oleh sang striker lewat tembakan mendatar ke pojok kiri bawah gawang. 1-0 untuk Persebaya! Stadion bergemuruh. Hingga turun minum, Persib yang mencoba membangun serangan lewat penguasaan bola tak mampu menembus disiplinnya lini pertahanan Bajol Ijo.

Statistik paruh pertama mencatatkan penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen untuk keunggulan Persib. Namun Persebaya jauh lebih efektif dengan 3 shots on target dari 6 percobaan, sementara Maung Bandung hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit pertama.

Babak Kedua: Persib Menyamakan Kedudukan

Memasuki interval kedua, Persib tampil lebih agresif. Perubahan taktik dilakukan dengan memasukkan penyerang tambahan dan mengubah formasi menjadi 4-4-2. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67. Dari situasi sepak pojok, bek Persib yang naik membantu serangan menanduk bola dengan keras tanpa mampu diantisipasi kiper. Skor berubah menjadi 1-1!

Laga semakin memanas. Menit ke-74, wasit sempat meninjau VAR setelah klaim penalti dari kubu Persib atas pelanggaran di kotak terlarang, namun tayangan ulang menunjukkan kontak yang minim — keputusan akhir: no penalty. Dua menit berselang, gol Persebaya dianulir karena offside setelah sang striker terlihat berada dalam posisi offside tipis saat menerima umpan.

Hingga 90 menit plus waktu tambahan, skor 1-1 tak berubah. Total empat kartu kuning dikeluarkan wasit — dua untuk masing-masing tim — menggambarkan intensitas duel final ini. Statistik akhir waktu normal: penguasaan bola 56-44 persen untuk Persib, shots on target 5-4 untuk Persebaya, dan total tembakan 13 berbanding 11.

Drama Adu Penalti: Enam Algojo, Satu Pemenang

Adu penalti berjalan menegangkan. Lima eksekutor pertama dari kedua tim sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna — skor 5-5. Memasuki penendang keenam, algojo Persebaya dengan dingin mengecoh kiper lawan. Giliran Persib: tendangan keras ke arah kanan gawang berhasil dibaca dan ditepis kiper Persebaya! Skor akhir adu penalti 6-5, dan Persebaya resmi dinobatkan sebagai juara Piala Presiden 2026.

Tavares: Syukur untuk Kerja Keras Tim

Usai laga, Bernardo Tavares tak kuasa menahan emosi. Pelatih asal Portugal ini mempersembahkan trofi untuk seluruh elemen tim dan suporter setia Bonek yang memadati stadion sejak menit pertama.

"Puji syukur atas kemenangan ini. Para pemain telah menunjukkan karakter dan mental juara sepanjang turnamen. Gelar ini bukan milik saya, tetapi milik seluruh tim, staf pelatih, dan suporter yang tidak pernah berhenti mendukung kami," ujar Tavares dalam konferensi pers pascalaga.

Tavares juga menegaskan bahwa kemenangan lewat adu penalti bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari persiapan matang tim pelatih, termasuk analisis mendalam terhadap kebiasaan para penendang lawan.

"Kami mempelajari semua detail. Adu penalti mungkin lotere bagi sebagian orang, tetapi bagi kami ini adalah bagian dari persiapan. Kiper kami menjalankan tugasnya dengan luar biasa malam ini," tambahnya.

Layak Disebut Final Ideal

Dari sisi data, laga ini memang pantas disebut final sesungguhnya. Kedua tim mencatatkan passing accuracy di atas 80 persen, duel udara berjalan seimbang, dan tidak ada satu pun kartu merah yang keluar. Persebaya menunjukkan efisiensi serangan balik yang menjadi identitas mereka di bawah Tavares, sementara Persib mendominasi bola namun kurang tajam di sepertiga akhir lapangan.

Dengan trofi Piala Presiden 2026 di tangan, Persebaya kini mengalihkan fokus ke kompetisi liga. Modal mental juara ini jelas menjadi bekal berharga bagi skuad asuhan Bernardo Tavares untuk mengarungi musim yang panjang. Bonek boleh berpesta malam ini — tim kebanggaan mereka adalah sang juara!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User