Drama Adu Penalti, Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Atas Persib

Skor akhir 2-2, Persebaya Surabaya menang 6-5 lewat adu penalti! Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi arena drama paling emosional Piala Presiden 2026, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Per...

Aug 08, 2026 - 10:58
0 0
Drama Adu Penalti, Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Atas Persib

Skor akhir 2-2, Persebaya Surabaya menang 6-5 lewat adu penalti! Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi arena drama paling emosional Piala Presiden 2026, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Persebaya akhirnya mengangkat trofi juara setelah menaklukkan Persib Bandung dalam babak tos-tosan yang baru berakhir pada algojo keenam, menutup 90 menit pertandingan yang berjalan panas, cepat, dan penuh momen krusial.

Gol Persebaya dicetak oleh Bruno Moreira pada menit ke-17 dan Malik Risaldi pada menit ke-83, sementara Persib dua kali merespons melalui David da Silva menit ke-34 dan Beckham Putra menit ke-58. Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen untuk Maung Bandung, tetapi shots on target nyaris seimbang, 6 berbanding 5.

Babak Pertama: Saling Balas Sebelum Turun Minum

Persebaya yang turun dengan formasi 4-3-3 langsung menggebrak lewat pressing tinggi di lini tengah. Hasilnya datang cepat. Menit ke-17, Francisco Rivera melepaskan umpan terobosan yang membelah dua bek tengah Persib, dan Bruno Moreira menyelesaikannya dengan sepakan mendatar ke sudut jauh. Skor 1-0 untuk Bajol Ijo, tribun hijau di Dipta meledak.

Persib, yang bermain dengan skema 4-2-3-1, tidak butuh waktu lama untuk menjawab. Menit ke-34, Beckham Putra mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri yang disambut sundulan keras David da Silva. Bola menghunjam pojok gawang tanpa bisa diantisipasi kiper. Skor kembali imbang 1-1, dan kedudukan itu bertahan hingga wasit meniup peluit jeda dengan tempo pertandingan yang terus meningkat.

Babak Kedua: Persib Berbalik Unggul, Bajol Ijo Menolak Menyerah

Memasuki interval kedua, Maung Bandung tampil lebih agresif. Menit ke-58, Beckham Putra mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Marc Klok yang membentur tiang. Persib berbalik unggul 2-1, dan Igor Tolic terlihat intens memberikan arahan dari tepi lapangan agar anak asuhnya menjaga struktur pertahanan.

Persebaya merespons dengan menaikkan garis pertahanan dan memasukkan tenaga segar di sektor sayap. Tekanan beruntun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83: Malik Risaldi menyambar umpan cutback dari sisi kanan dengan sepakan first time yang merobek jala Persib. Skor 2-2! Ketegangan memuncak pada menit ke-88 ketika VAR meninjau dugaan pelanggaran di kotak penalti Persebaya, tetapi wasit akhirnya melambaikan tangan bermain — tidak ada penalti untuk Persib. Hingga 90 menit plus injury time, skor imbang bertahan dan laga langsung menuju adu penalti sesuai regulasi turnamen.

Drama Tos-tosan: Ernando Ari Jadi Pahlawan

Babak adu penalti berjalan brutal bagi saraf kedua suporter. Lima algojo pertama dari masing-masing tim menunaikan tugas dengan sempurna, membuat skor imbang 5-5 dan memaksa babak tos-tosan masuk fase sudden death. Titik balik tercipta saat eksekusi penendang keenam Persib berhasil ditepis Ernando Ari yang membaca arah bola dengan sempurna.

Giliran algojo keenam Persebaya melangkah ke titik putih dengan beban sejarah di pundaknya. Satu ayunan kaki, bola bersarang ke sudut atas gawang, dan skor 6-5 pun terpampang di papan skor. Seketika, bench Persebaya berhamburan ke lapangan — Bajol Ijo resmi menjadi kampiun Piala Presiden 2026.

Statistik Akhir dan Reaksi Pelatih

Data pertandingan mencerminkan betapa ketatnya final ini: penguasaan bola 54-46 untuk Persib, total tembakan 14 berbanding 12, shots on target 6-5, sepak pojok 7-4, serta masing-masing tiga kartu kuning untuk kedua kubu. Kiper kedua tim sama-sama mencatat empat penyelamatan sepanjang waktu normal.

Igor Tolic mengakui kekalahan ini sulit diterima. "Para pemain sudah memberikan segalanya hingga detik terakhir. Kami unggul penguasaan bola, menciptakan peluang, tetapi adu penalti adalah lotere. Malam ini keberuntungan tidak berpihak pada kami," tutur pelatih Persib tersebut seusai laga.

Di kubu seberang, kegembiraan tak terbendung. Trofi ini menjadi penegas kebangkitan Persebaya di pentas nasional, diraih dengan cara paling dramatis: tertinggal, menyamakan kedudukan di pengujung laga, lalu memenangi lotre penalti di depan ribuan Bonek yang memadati Dipta. Malam di Gianyar itu, sepak bola Indonesia mendapatkan final yang layak dikenang bertahun-tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User