Drama Adu Penalti Antar Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Skor akhir 1-1 hingga 120 menit, dan Persebaya Surabaya akhirnya dinobatkan sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menang 4-2 lewat drama adu penalti atas Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bun...

Aug 09, 2026 - 02:10
0 0
Drama Adu Penalti Antar Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Skor akhir 1-1 hingga 120 menit, dan Persebaya Surabaya akhirnya dinobatkan sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menang 4-2 lewat drama adu penalti atas Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam WIB. Kiper Andika Pratama tampil sebagai pahlawan Bajul Ijo berkat dua penyelamatan gemilang, sementara eksekutor pamungkas Rizky Maulana menutup laga dengan tembakan dingin ke sudut kanan gawang. Puluhan ribu Bonek yang memadati tribun meledak dalam selebrasi panjang — trofi turnamen pramusim paling bergengsi di Tanah Air resmi kembali ke Kota Pahlawan.

Babak Pertama: Maung Bandung Menggebrak Lebih Dulu

Persib langsung menekan sejak peluit pembuka berbunyi. Menit ke-23, umpan silang mendatar Asep Nugraha dari sisi kanan disambut tandukan keras Marcos Vinicius yang tak mampu dijangkau Andika Pratama — skor 1-0 untuk Maung Bandung. Gol tersebut lahir dari skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas formasi 4-2-3-1 racikan pelatih Persib. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 57 persen berbanding 43 persen untuk keunggulan Persib, dengan tiga shots on target berbanding satu milik Persebaya. Lini tengah Bajul Ijo tampak kesulitan menahan pergerakan dua gelandang pivot lawan, sementara satu kartu kuning diterima bek Dedi Kurniawan menit ke-31 karena pelanggaran taktis di area pertahanan sendiri.

Babak Kedua: Kebangkitan Bajul Ijo

Memasuki interval kedua, pelatih Persebaya mengubah pendekatan dengan menarik keluar seorang gelandang bertahan dan memasukkan penyerang tambahan, menggeser skema menjadi 4-2-4 saat menguasai bola. Perubahan itu terbukti jitu. Menit ke-67, Bruno Silva menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan terobosan cerdas Rizky Maulana — assist manis yang membelah dua bek tengah Persib. Gol penyeimbang itu mengubah momentum sepenuhnya. Menit ke-74, VAR sempat memeriksa potensi handsball di kotak penalti Persib, namun wasit memutuskan permainan dilanjutkan. Lima menit berselang, tendangan keras Fajar Ramadhan dari luar kotak masih membentur mistar gawang. Hingga 90 menit plus injury time dan 30 menit perpanjangan waktu, skor imbang bertahan — sang juara pun harus ditentukan lewat adu tos-tosan.

Angka di Balik Laga Final yang Sengit

Secara keseluruhan, statistik menunjukkan betapa ketatnya final ini. Penguasaan bola akhir berada di angka 54 persen untuk Persib berbanding 46 persen milik Persebaya. Namun efektivitas menjadi pembeda: Bajul Ijo mencatat lima shots on target dari 12 percobaan, sementara Persib hanya empat on target dari 14 tembakan. Tendangan sudut berimbang 6-6, dengan total 19 pelanggaran terjadi sepanjang 120 menit. Wasit mengeluarkan lima kartu kuning — tiga untuk pemain Persib dan dua untuk Persebaya — tanpa satu pun kartu merah. Kedua kiper sama-sama mencatat tiga penyelamatan di waktu normal, sebelum nasib mereka berbeda jauh di babak adu penalti.

Drama Adu Penalti: Andika Pratama Jadi Pahlawan

Babak penalti menjadi panggung milik Andika Pratama. Eksekutor pertama Persib, Marcos Vinicius, melepaskan tendangan mendatar ke sisi kiri — ditepis sempurna. Persebaya unggul setelah Bruno Silva menjalankan tugasnya dengan tenang. Penalti kedua Persib dari Asep Nugraha melambung tipis di atas mistar, sementara dua algojo Bajul Ijo berikutnya menuntaskan tugas tanpa kesalahan. Kiper Persib, Galih Prasetyo, sempat membaca arah tendangan ketiga Persebaya, tetapi bola tetap meluncur deras ke pojok gawang. Skor adu penalti sempat 3-0 sebelum Persib memperkecil lewat dua eksekusi beruntun. Titik klimaks tiba pada penendang keempat: Rizky Maulana, sang pemberi assist, melangkah maju dan mengecoh kiper lawan. Bola masuk, skor akhir adu penalti 4-2, dan Gelora Bung Karno bergemuruh.

Usai laga, pelatih kepala Persebaya memuji mentalitas anak asuhnya. "Kami tertinggal lebih dulu, tetapi tidak ada satu pun pemain yang menunduk. Tim ini bermain dengan hati, dan trofi ini milik seluruh Bonek di mana pun berada," ujarnya dalam konferensi pers. Dengan hasil ini, Persebaya menambah koleksi gelar pramusimnya sekaligus mengirim sinyal kuat jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim baru. Bagi Persib, kekalahan lewat adu penalti jelas menyakitkan, tetapi performa 120 menit mereka menunjukkan Maung Bandung tetap akan menjadi kekuatan besar musim ini. Satu hal yang pasti: final malam ini akan dikenang sebagai salah satu edisi Piala Presiden paling dramatis dalam satu dekade terakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User