Digebuk Vietnam 3-1, Thailand Yakin Bisa Balik Juara AFF
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan telak Vietnam pada leg pertama final Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok. Bagi Thailand, ini kekalahan kandang terburuk mereka di ajang ini dalam satu dekade...
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan telak Vietnam pada leg pertama final Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok. Bagi Thailand, ini kekalahan kandang terburuk mereka di ajang ini dalam satu dekade terakhir. Data pertandingan menampilkan dominasi mutlak tim tamu: penguasaan bola Vietnam 57 persen berbanding 43 persen, shots on target 7-3, dan akurasi umpan 84 persen. Namun, yang paling mengejutkan, pelatih Thailand justru keluar dari ruang ganti dengan nada percaya diri tinggi.
Pertandingan dimulai dengan tuan rumah yang tampil menekan. Mengandalkan formasi 4-2-3-1, Thailand mencoba menguasai tempo lewat Chanathip Songkrasin di posisi playmaker. Supachok Sarachat dan Ekanit Panya menghuni sisi sayap, sementara Supachai Jaided menjadi ujung tombak tunggal. Vietnam menjawab dengan skema 3-4-3 yang disiplin, menutup ruang di lini tengah, dan mengandalkan serangan balik cepat berbekal kecepatan duet penyerangnya.
Babak Pertama: Vietnam Menghukum Kelengahan Thailand
Menit ke-9, jalannya pertandingan langsung berubah. Umpan terobosan Doan Van Hau dari sisi kiri menemukan Nguyen Hoang Duc yang lolos dari jebakan offside. Penyerang bernomor punggung 14 itu melepaskan tendangan first time ke pojok kiri gawang Patiwat Khammai. 1-0 untuk tim tamu. VAR sempat memeriksa posisi pemain selama dua menit, tetapi gol akhirnya dinyatakan sah setelah garis offside digambar ulang.
Thailand berusaha merespons. Menit ke-23, Chanathip melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti yang menghantam tiang gawang. Peluang emas itu gagal berbuah gol, dan tiga menit kemudian Vietnam langsung menghukumnya. Dari skema lemparan ke dalam, Pham Thanh Luong mengirim umpan silang ke tiang jauh dan Nguyen Tien Linh menyambarnya dengan sundulan keras ke tengah gawang. 2-0. Skor tersebut bertahan hingga turun minum, dengan Thailand hanya mencatat satu shots on target di babak pertama.
Babak Kedua: Gol Balasan yang Menggantung, Lalu Pesta Tamu
Memasuki babak kedua, pelatih Thailand menarik Sarach Yooyen dan memasukkan Theerathon Bunmathan untuk menambah daya serang. Perubahan itu langsung terasa. Menit ke-58, Chanathip mengirim umpang matang ke kotak penalti, dan Supachai Jaided menyelesaikannya dengan sundulan terarah ke tiang jauh. Gol tersebut lahir dari assist keempat Chanathip di turnamen ini, membuatnya memimpin daftar top assist Piala AFF 2026. Skor berubah menjadi 2-1, dan atmosfer Rajamangala ikut menyala bersama lebih dari empat puluh ribu penonton yang bersorak.
Namun, momentum itu hanya bertahan 13 menit. Menit ke-71, dari skema sepak pojok, bek tengah Vietnam, Bui Tien Dung, melompat paling tinggi dan mengarahkan bola ke tiang dekat. Patiwat Khammai sempat menepis, tetapi bola sudah melewati garis. 3-1. Pukulan pamungkas datang di menit ke-83 ketika Kritsada Kaman menerima kartu kuning kedua setelah menjatuhkan pemain Vietnam yang sedang berlari menuju gawang, dan wasit mengubahnya menjadi kartu merah.
"Kami memang kalah telak, tetapi ini baru setengah perjalanan. Dengan dua gol di leg kedua, kami bisa memaksa perpanjangan waktu, dan di situlah mentalitas juara kami akan diuji. Saya tidak kehilangan keyakinan sedikit pun," ujar pelatih Thailand usai pertandingan.
Kunci Kebangkitan Thailand di Leg Kedua
Secara taktik, kekalahan ini bukan kebetulan. Vietnam mencatat 14 percobaan dengan 7 shots on target, sementara Thailand hanya melepaskan 9 tembakan dan 3 di antaranya mengarah ke gawang. Duet gelandang bertahan Vietnam, Do Hung Dung dan Nguyen Tuan Anh, memenangi duel di lini tengah dan memutus aliran bola ke Chanathip yang hanya menyentuh bola 41 kali sepanjang laga.
Masalah lain ada pada transisi bertahan Thailand. Ketika Ekanit dan Supachok naik membantu serangan, ruang di sisi sayap terbuka lebar. Dua dari tiga gol Vietnam lahir dari skema serangan balik yang hanya membutuhkan tiga umpan. Leg kedua di kandang Vietnam akan menjadi ujian berat, tetapi Thailand punya modal sejarah: mereka pernah membalikkan keadaan dalam final Piala AFF, termasuk pada edisi 2014 saat menang agregat 4-3 setelah tertinggal di leg pertama.
Catatan disiplin juga menjadi pekerjaan rumah. Thailand mengantongi empat kartu kuning dan satu kartu merah, yang berarti Kritsada Kaman dipastikan absen di leg kedua. Tanpa bek tengah terbaiknya, formasi 4-2-3-1 kemungkinan dirombak menjadi tiga bek dengan Theerathon dimundurkan menjadi wing-back untuk menutup sisi sayap yang tadi malam menjadi pintu masuk gol-gol Vietnam.
Dengan dua gol, satu clean sheet, dan semangat yang tidak padam, Thailand memasuki leg kedua dengan bekal kepercayaan diri, meskipun data berbicara lain. Satu hal yang pasti di Piala AFF 2026: skor 3-1 belum menentukan segalanya.
Comments (0)